@gabriellachu08: I don’t need confidence. I need to sit down and work. #focus #studytok #selfdiscipline #fyp;

Locked In Study
Locked In Study
Open In TikTok:
Region: US
Tuesday 13 October 2026 23:09:42 GMT
353
56
1
0

Music

Download

Comments

studywlexx
Lex :
literally 😭😭😭
2026-10-14 01:41:15
0
To see more videos from user @gabriellachu08, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

BANGKALAN||HALOJATIMNEWS.Com-Motor custom bernama “Pelor Angin” berbasis mesin Honda CBR150R karya builder asal Bangkalan, Madura, sukses menyabet gelar tertinggi Best of the Best (Best in Show) dalam ajang bergengsi CustomFest 2026. Capaian ini merupakan sebuah torehan sejarah yang baru saja tercipta di dunia modifikasi dan custom kendaraan tanah air khususnya di Kabupaten Bangkalan. Motor protaker/chopper “Pelor Angin” ini mengusung konsep dasar balapan dalam lingkaran yang diadaptasi ke arena kontes custom bike. Salah satu keunikan yang paling menyita perhatian dunia adalah penggunaan bahan kayu pada bagian tangki bensin berkapasitas satu liter, yang diklaim sebagai salah satu yang pertama di dunia. Selain itu, Prestasi ini menjadi sangat fenomenal karena untuk pertama kalinya dalam 15 tahun sejarah CustomFest, motor dengan kapasitas mesin kecil (CC kecil) mampu menumbangkan dominasi motor-motor bermesin besar (Moge). Pemilik sekaligus builder kendaraan dari FR 32 Bangkalan, Ajies Sabara, mengaku sama sekali tidak menyangka bisa membawa pulang piala tertinggi tersebut. Terlebih, proses seleksi untuk bisa sekadar lolos menjadi peserta di CustomFest sanga ketat dan objektif. “Mendapatkan gelar Best in Show ini sangat sulit. Nggak nyangka, intinya nggak nyangka. Kami berkecimpung di dunia modifikasi ini sejak tahun 2008. Puncak kejayaan kami sebelumnya ada di tahun 2015 saat bisa berangkat ke Thailand, namun saat itu masih dalam ranah modifikasi di bawahnya custom,” ujar Ajies, Selasa (12/10/26). Ajies menceritakan, bahwa target awal timnya saat pertama kali lolos seleksi dan mendaftar di kategori Newcomer (pendatang baru) hanyalah sebatas menjadi partisipan. Namun, takdir berkata lain saat karya mereka dinilai oleh para juri internasional yang berasal dari Jepang, Malaysia, Thailand, Jerman, dan Amerika. “Persaingannya sangat ketat. Rata-rata hampir 80% itu motor Harley-Davidson semua. Walaupun bukan Harley, rata-rata mesin 500cc ke atas. Sedangkan yang kami bawa itu motor CBR150R. Berat sebenarnya kalau lihat mesinnya saja, Tapi Alhamdulillah karena faktor detail. Kata juri dari Jepang, mereka sudah keliling dunia dan belum pernah berjumpa dengan motor se-detail, se-clean, dan serapi ini,” katanya. Namun begitu, Karya luar biasa ini sejatinya sudah mulai digarap sejak tahun 2018. Namun, proses pengerjaannya sempat mandek lama karena terkendala pandemi Covid-19 dan keterbatasan pendanaan. Titik balik proyek ini terjadi ketika Ajies bertemu dengan H. Muhaimin (Abah Imin), pemilik kuliner legendaris Bebek Sinjay, yang langsung bersedia menjadi sponsor utama. H. Imin menceritakan momen awal dirinya tertarik menyokong proyek berbakat dari pemuda daerahnya tersebut. “Waktu itu saya main ke rumahnya dan melihat motor ini. Saya lihat ini punya prospek yang luar biasa. Saya tanya, kenapa tidak dilanjutkan? Akhirnya saya bilang, kami siap mendukung,” kenang H. Imin. Atas kemenangan ini, motor “Pelor Angin” mendapatkan kehormatan besar untuk mewakili Indonesia di ajang pameran custom internasional di Jepang pada Desember 2026 mendatang.
BANGKALAN||HALOJATIMNEWS.Com-Motor custom bernama “Pelor Angin” berbasis mesin Honda CBR150R karya builder asal Bangkalan, Madura, sukses menyabet gelar tertinggi Best of the Best (Best in Show) dalam ajang bergengsi CustomFest 2026. Capaian ini merupakan sebuah torehan sejarah yang baru saja tercipta di dunia modifikasi dan custom kendaraan tanah air khususnya di Kabupaten Bangkalan. Motor protaker/chopper “Pelor Angin” ini mengusung konsep dasar balapan dalam lingkaran yang diadaptasi ke arena kontes custom bike. Salah satu keunikan yang paling menyita perhatian dunia adalah penggunaan bahan kayu pada bagian tangki bensin berkapasitas satu liter, yang diklaim sebagai salah satu yang pertama di dunia. Selain itu, Prestasi ini menjadi sangat fenomenal karena untuk pertama kalinya dalam 15 tahun sejarah CustomFest, motor dengan kapasitas mesin kecil (CC kecil) mampu menumbangkan dominasi motor-motor bermesin besar (Moge). Pemilik sekaligus builder kendaraan dari FR 32 Bangkalan, Ajies Sabara, mengaku sama sekali tidak menyangka bisa membawa pulang piala tertinggi tersebut. Terlebih, proses seleksi untuk bisa sekadar lolos menjadi peserta di CustomFest sanga ketat dan objektif. “Mendapatkan gelar Best in Show ini sangat sulit. Nggak nyangka, intinya nggak nyangka. Kami berkecimpung di dunia modifikasi ini sejak tahun 2008. Puncak kejayaan kami sebelumnya ada di tahun 2015 saat bisa berangkat ke Thailand, namun saat itu masih dalam ranah modifikasi di bawahnya custom,” ujar Ajies, Selasa (12/10/26). Ajies menceritakan, bahwa target awal timnya saat pertama kali lolos seleksi dan mendaftar di kategori Newcomer (pendatang baru) hanyalah sebatas menjadi partisipan. Namun, takdir berkata lain saat karya mereka dinilai oleh para juri internasional yang berasal dari Jepang, Malaysia, Thailand, Jerman, dan Amerika. “Persaingannya sangat ketat. Rata-rata hampir 80% itu motor Harley-Davidson semua. Walaupun bukan Harley, rata-rata mesin 500cc ke atas. Sedangkan yang kami bawa itu motor CBR150R. Berat sebenarnya kalau lihat mesinnya saja, Tapi Alhamdulillah karena faktor detail. Kata juri dari Jepang, mereka sudah keliling dunia dan belum pernah berjumpa dengan motor se-detail, se-clean, dan serapi ini,” katanya. Namun begitu, Karya luar biasa ini sejatinya sudah mulai digarap sejak tahun 2018. Namun, proses pengerjaannya sempat mandek lama karena terkendala pandemi Covid-19 dan keterbatasan pendanaan. Titik balik proyek ini terjadi ketika Ajies bertemu dengan H. Muhaimin (Abah Imin), pemilik kuliner legendaris Bebek Sinjay, yang langsung bersedia menjadi sponsor utama. H. Imin menceritakan momen awal dirinya tertarik menyokong proyek berbakat dari pemuda daerahnya tersebut. “Waktu itu saya main ke rumahnya dan melihat motor ini. Saya lihat ini punya prospek yang luar biasa. Saya tanya, kenapa tidak dilanjutkan? Akhirnya saya bilang, kami siap mendukung,” kenang H. Imin. Atas kemenangan ini, motor “Pelor Angin” mendapatkan kehormatan besar untuk mewakili Indonesia di ajang pameran custom internasional di Jepang pada Desember 2026 mendatang."Tutupnya

About