@karunaga.siri: Sabbe dhammā anattāti, yadā paññāya passati. Atha nibbindati dukkhe, esa maggo visuddhiyā. Bait 279 dari Dhammapada (dalam Magga Vagga) memuat landasan krusial dalam ajaran Buddha mengenai tiga corak umum keberadaan (tilakkhana), khususnya mengenai Anatta (tanpa inti/diri yang kekal). Ada beberapa poin utama yang terkandung dalam bait ini: 🟡Segala Sesuatu adalah Anatta (Sabbe dhammā anattāti). Berbeda dengan dua bait sebelumnya (bait 277 dan 278) yang menggunakan kata sankhāra (kondisi terondisi/terbentuk), bait 279 menggunakan kata dhammā. Kata dhammā mencakup seluruh fenomena, baik yang terondisi (sankhata) seperti jasmani dan pikiran, maupun yang tak-terondisi (asankhata) seperti Nibbana. Tidak ada "inti yang abadi" (atta/atman) atau sifat tetap dalam fenomena apa pun. 🟠Melihat dengan Kebijaksanaan (Yadā paññāya passati). Kesadaran akan anatta bukan sekadar pemahaman intelektual atau teori akademis, melainkan pengamatan langsung melalui vipassanā-ñāṇa (pengetahuan pandangan terang). Munculnya Kejemuan (Atha nibbindati dukkhe) Ketika seseorang benar-benar melihat bahwa tidak ada "diri" atau pemilikan hakiki pada fenomena yang senantiasa berubah, kelekatan (upādāna) melonggar secara alami. Muncullah nibbidā—rasa jemu atau lepas dari keterikatan terhadap hal-hal yang membawa penderitaan (dukkha). 🟠Jalan Menuju Kesucian (Esa maggo visuddhiyā) Pelepasan dari kelekatan ini menjadi sarana (magga) yang mengantar pencerahan dan kesucian mutlak dari kilesa (kekotoran batin). #spiritual #buddhadhamma #kebijaksanaan #wisdom #simulasi
Permata Tak Ternilai✨️
Region: ID
Wednesday 14 October 2026 01:57:52 GMT
Music
Download
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @karunaga.siri, please go to the Tikwm
homepage.