@valiaiiqa7e: 🙏 Homemade Bread Without Kneading | Simple Kitchen Recipe 🍞 Ingredients • 500 g all-purpose flour • 10 g dry yeast • 1 tbsp sugar • 1 tsp salt • 350 ml warm water • 2 tbsp olive oil Instructions 1. Mix warm water, sugar, and yeast. Let sit for 5–10 minutes. 2. Add olive oil, salt, and flour. Mix until a sticky dough forms. 3. Cover and let rise for 1 hour. 4. Transfer to a greased baking pan and rest for another 30 minutes. 5. Bake at 200°C (390°F) for 35–40 minutes until golden brown. 6. Let cool slightly, slice, and enjoy fresh homemade bread! ❤️ May God bless your home with love, peace, and abundance. 🙏 #JesusChrist #Amen #Blessings

God bless you❤️
God bless you❤️
Open In TikTok:
Region: US
Wednesday 14 October 2026 09:28:44 GMT
147
15
1
0

Music

Download

Comments

user980887539
user980887539 :
🙏🙏🙏Amen
2026-10-14 13:12:30
0
To see more videos from user @valiaiiqa7e, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pernyataan Mbah Sujiwo Tejo bahwa “Pancasila itu tidak ada” adalah kritik yang dalam dan cukup puitis. Ia bukan sedang menyangkal eksistensi teks Pancasila atau lambangnya—Garuda Pancasila—melainkan menggugat keberadaan makna dan implementasi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Di layar televisi, para pejabat berbicara tentang keadilan sosial, sementara banyak petani kehilangan tanahnya. Seorang warga meninggal dunia setelah diduga ditolak masuk ruang IGD, meski memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS). Di Kepulauan Riau, anak-anak menembus hujan, mengarungi arus dengan perahu kayu untuk sampai ke sekolah. Di Nusa Tenggara Timur, siswa dan guru berjalan kaki melewati hutan demi bangku sekolah. Kemanusiaan kerap dikutip dalam pidato, tetapi perlakuan terhadap sesama lebih sering ditentukan oleh status dan saldo. Kemanusiaan yang adil dan beradab? Di sebuah jalan tol, seorang pengusaha rental mobil ditembak mati oleh ...  (sensor). Di Sorong, empat aktivis politik Papua ditangkap atas tuduhan makar. Diinterogasi, salah satunya meningg*l karena tekanan. Negeri yang kerap terpecah oleh politik identitas dan polarisasi sosial, akan bingung bagaimana menerapkan “Persatuan Indonesia”. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan? Kita tahu betapa banyak kebijakan tak berpihak pada rakyat—terutama mereka yang miskin suara. Ketuhanan Yang Maha Esa pun kadang tinggal simbol di atas kertas, sementara nilai-nilainya absen dalam perlakuan negara terhadap umat beragama minoritas. Negara dan rakyat diikat oleh nama besar bernama Pancasila, tetapi relasi keduanya kosong dari cinta, empati, dan keberpihakan. Yang tersisa hanya seremoni, simbol, dan jargon—jargon yang nyaris kosong— yang diulang dalam setiap upacara. Seperti seorang ayah yang rajin mengucap kasih sayang, tapi tak pernah hadir saat anaknya menangis. Di sinilah kita hidup: di sebuah negeri yang kata orang adalah tanah surga. Surga kaplingan? Ah sudahlah, selamat hari lahir Pancasila. Mari tuang kopi. Tabik! @rumiisme ____________________ #rumiisme #sujiwotejo #ilc  #sudjiwotedjo #pancasila  #harilahirpancasila  #sujiwotejoquotes
Pernyataan Mbah Sujiwo Tejo bahwa “Pancasila itu tidak ada” adalah kritik yang dalam dan cukup puitis. Ia bukan sedang menyangkal eksistensi teks Pancasila atau lambangnya—Garuda Pancasila—melainkan menggugat keberadaan makna dan implementasi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Di layar televisi, para pejabat berbicara tentang keadilan sosial, sementara banyak petani kehilangan tanahnya. Seorang warga meninggal dunia setelah diduga ditolak masuk ruang IGD, meski memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS). Di Kepulauan Riau, anak-anak menembus hujan, mengarungi arus dengan perahu kayu untuk sampai ke sekolah. Di Nusa Tenggara Timur, siswa dan guru berjalan kaki melewati hutan demi bangku sekolah. Kemanusiaan kerap dikutip dalam pidato, tetapi perlakuan terhadap sesama lebih sering ditentukan oleh status dan saldo. Kemanusiaan yang adil dan beradab? Di sebuah jalan tol, seorang pengusaha rental mobil ditembak mati oleh ...  (sensor). Di Sorong, empat aktivis politik Papua ditangkap atas tuduhan makar. Diinterogasi, salah satunya meningg*l karena tekanan. Negeri yang kerap terpecah oleh politik identitas dan polarisasi sosial, akan bingung bagaimana menerapkan “Persatuan Indonesia”. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan? Kita tahu betapa banyak kebijakan tak berpihak pada rakyat—terutama mereka yang miskin suara. Ketuhanan Yang Maha Esa pun kadang tinggal simbol di atas kertas, sementara nilai-nilainya absen dalam perlakuan negara terhadap umat beragama minoritas. Negara dan rakyat diikat oleh nama besar bernama Pancasila, tetapi relasi keduanya kosong dari cinta, empati, dan keberpihakan. Yang tersisa hanya seremoni, simbol, dan jargon—jargon yang nyaris kosong— yang diulang dalam setiap upacara. Seperti seorang ayah yang rajin mengucap kasih sayang, tapi tak pernah hadir saat anaknya menangis. Di sinilah kita hidup: di sebuah negeri yang kata orang adalah tanah surga. Surga kaplingan? Ah sudahlah, selamat hari lahir Pancasila. Mari tuang kopi. Tabik! @rumiisme ____________________ #rumiisme #sujiwotejo #ilc #sudjiwotedjo #pancasila #harilahirpancasila #sujiwotejoquotes

About