@rereginz: Kalau ke Jewel, jangan cuma foto di Rain Vortex, cobain main ke Canopy Park juga 🌿☁️ Bisa jalan-jalan, foto-foto, sekalian main bareng anak 🫶 📍Canopy Park, Jewel Changi Airport, Singapore #VisitSingapore #JewelChangiAirport #CanopyPark #PassionMadePossible #MadeInSingapore

Regina Boen
Regina Boen
Open In TikTok:
Region: ID
Wednesday 14 October 2026 13:20:58 GMT
292
14
1
3

Music

Download

Comments

rereginz
Regina Boen :
HTM Canopy Park start from SGD 8/orang
2026-10-15 14:25:58
0
To see more videos from user @rereginz, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

KARHUTLA: GAMBLING API DI ATAS GAMBUT, GILIRAN HANGUS SALAHKAN PRESIDEN Mari kita bicara jujur dan keras soal karhutla. Jangan baper. Lahan gambut itu bukan lahan biasa. Sekali terbakar, bukan cuma ilalang di atas yang habis. Api masuk ke dalam tanah, menjalar di bawah permukaan sampai 4 meter kedalamannya. Tidak kelihatan, tapi membara berminggu-minggu. Disiram dari atas pakai helikopter bom air? Atasnya padam, bawahnya masih nyala. Besok angin kencang, nyala lagi. Ini yang bikin pemadam sampai pingsan di lapangan, anggaran negara ratusan miliar habis cuma untuk satu titik api. Petugas sudah teriak dari tahun ke tahun: JANGAN BAKAR UNTUK BUKA LAHAN. Tapi apa? Datang pemerintah daerah, mau cabut Perda yang membolehkan pembakaran hutan tradisional. Alasannya jelas, untuk selamatkan gambut. Siapa yang paling keras menolak? Masyarakat adat dan LSM-nya. Alasannya
KARHUTLA: GAMBLING API DI ATAS GAMBUT, GILIRAN HANGUS SALAHKAN PRESIDEN Mari kita bicara jujur dan keras soal karhutla. Jangan baper. Lahan gambut itu bukan lahan biasa. Sekali terbakar, bukan cuma ilalang di atas yang habis. Api masuk ke dalam tanah, menjalar di bawah permukaan sampai 4 meter kedalamannya. Tidak kelihatan, tapi membara berminggu-minggu. Disiram dari atas pakai helikopter bom air? Atasnya padam, bawahnya masih nyala. Besok angin kencang, nyala lagi. Ini yang bikin pemadam sampai pingsan di lapangan, anggaran negara ratusan miliar habis cuma untuk satu titik api. Petugas sudah teriak dari tahun ke tahun: JANGAN BAKAR UNTUK BUKA LAHAN. Tapi apa? Datang pemerintah daerah, mau cabut Perda yang membolehkan pembakaran hutan tradisional. Alasannya jelas, untuk selamatkan gambut. Siapa yang paling keras menolak? Masyarakat adat dan LSM-nya. Alasannya "kearifan lokal", "tradisi turun temurun". Kearifan lokal apa yang membakar gambut seluas 500 hektar lalu asapnya bikin satu provinsi sesak napas dan anak-anak masuk rumah sakit? Susah diatur. Maunya sendiri. Tradisi dianggap lebih tinggi dari sains. Lalu pas gambut sudah jadi neraka, kabut asap sudah sampai ke Singapura dan Malaysia, ekonomi lumpuh, sekolah libur, orang mati karena ISPA, mereka turun ke jalan demo. Spanduknya apa? "Prabowo Lamban Tangani Karhutla". Lucu. Rakyat yang sok-sokan nantang alam, nolak diatur, bakar seenaknya, giliran api tidak bisa dipadamkan teriak salah presiden. Prabowo suruh apa? Suruh tiup api gambut satu-satu pakai mulut dari Istana? Presiden itu bukan pemadam kebakaran. Presiden itu pembuat kebijakan. Kebijakannya sudah jelas: jangan bakar. Tapi kalau di bawah, Pemda takut cabut Perda karena takut kehilangan suara masyarakat adat, dan masyarakat adatnya sendiri merasa paling benar dan kebal aturan, ya mau sampai presidennya 10 kali ganti pun hutan akan tetap terbakar. Ini mentalitas manja. Hak dituntut paling keras, kewajiban dilanggar paling duluan. Dilarang membakar marah, tidak dibantu padamkan juga marah. Mau kearifan lokal silakan, tapi kalau kearifan lokalmu merusak paru-paru 20 juta orang, itu bukan kearifan, itu keegoisan. Jadi berhentilah jadi rakyat yang sok-sokan. Kalau tidak mau diatur, jangan salahkan negara saat alam balik menghukum. Dan kalau masih mau demo, demo dulu diri sendiri yang masih pakai korek api untuk buka kebun di atas bom waktu bernama gambut. #Jaga08 #PrabowoSubianto #NegaraJagaSatwa #Karhutla

About