@khabarisir: KAIRO, KHABARISIR — Mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir) kerap menjadi sorotan di kalangan mahasiswa Timur Tengah. Sejumlah perilaku oknum yang viral di media sosial memunculkan pertanyaan mengenai citra mahasiswa Indonesia, khususnya mereka yang menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi persepsi tersebut adalah jumlah mahasiswa Indonesia yang besar. Ketika seorang mahasiswa melakukan tindakan kontroversial, penyebaran informasi melalui media sosial dapat membuat persoalan tersebut menjadi konsumsi publik dan berdampak pada citra komunitas secara keseluruhan. Selain itu, muncul kritik terhadap proses seleksi calon mahasiswa Al-Azhar yang dinilai sebagian pihak perlu diperketat. Kekhawatiran muncul ketika mahasiswa datang tanpa kesiapan akademik dan keseriusan belajar yang memadai. Namun, penilaian ini tidak dapat digeneralisasi karena banyak Masisir yang tetap bersungguh-sungguh menuntut ilmu dan menjaga nama baik almamater. Sorotan Mahasiswa Yordania dan Tunisia Dalam wawancara dengan Khabarisir, seorang mahasiswa asal Yordania yang menempuh pendidikan di Universitas Yarmouk dan meminta identitasnya dirahasiakan menyoroti perilaku sebagian mahasiswa Indonesia di media sosial. “Mereka itu melakukan hal ikhtilat atau posting joget-joget di TikTok, tetapi mereka sendiri tidak tahu kalau hal itu bisa secara tidak langsung mencoreng nama Al-Azhar itu sendiri,” ujarnya. Menurutnya, perilaku individu dapat memengaruhi pandangan orang lain terhadap institusi yang diwakilinya. Terlebih, konten media sosial yang viral berpotensi membentuk persepsi negatif terhadap mahasiswa Al-Azhar secara lebih luas. Pandangan serupa disampaikan seorang mahasiswa asal Tunisia yang menilai sejumlah perilaku oknum Masisir menjadi bahan perbincangan di kalangan mahasiswa. “Iya, itu bukan hal umum? Banyak banget kasus-kasus yang menjadi buah bibir, dan mereka bangga akan kemaksiatannya,” tuturnya. Pernyataan tersebut merupakan pandangan narasumber dan tidak dapat dijadikan gambaran seluruh mahasiswa Indonesia di Mesir. Persoalan Serupa Juga Terjadi di Negara Lain Menariknya, mahasiswa Yordania tersebut mengungkapkan bahwa persoalan perilaku yang bertentangan dengan norma agama dan sosial juga ditemukan di lingkungan mahasiswa setempat. “Di sini juga banyak sebenarnya yang melakukan aktivitas kumpul kebo. Itu sebenarnya rahasia umum, akan tetapi kita tidak seberisik Masisir yang dikit-dikit viral,” ungkapnya. Pernyataan itu menunjukkan bahwa viralitas dapat menjadi salah satu faktor yang memperbesar sorotan terhadap kelompok tertentu. Persoalan serupa mungkin terjadi di lingkungan lain, tetapi tidak selalu memperoleh perhatian publik dengan intensitas yang sama. Bagaimana Peran Organisasi Mahasiswa? Khabarisir turut menanyakan fungsi Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Yordania dalam menyikapi persoalan tersebut. Berdasarkan keterangan narasumber, peran organisasi berjalan sebagaimana mestinya dan persoalan itu tidak terlalu dipermasalahkan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai peran organisasi mahasiswa dalam membina anggotanya, terutama terkait etika bermedia sosial, perilaku di lingkungan internasional, dan tanggung jawab menjaga nama baik bangsa. Meski organisasi tidak dapat mengendalikan seluruh tindakan pribadi mahasiswa, edukasi dan pembinaan dapat menjadi langkah untuk meningkatkan kesadaran bersama. Kritik sebagai Bahan Evaluasi Citra Masisir tidak seharusnya ditentukan oleh perilaku segelintir individu. Kritik dari mahasiswa negara lain patut dijadikan bahan evaluasi, bukan alasan untuk menghakimi seluruh mahasiswa Indonesia. Menjadi mahasiswa Al-Azhar bukan hanya tentang memperoleh gelar akademik, tetapi juga membawa tanggung jawab moral dan sosial. Di tengah derasnya arus informasi, setiap tindakan yang dipublikasikan dapat memengaruhi cara orang lain memandang komunitas. #masisir #alazhar #fyp #indonesia #beritamesir
khabarisir
Region: EG
Wednesday 14 October 2026 14:33:28 GMT
Music
Download
Comments
Alnayrizi :
Sepi = Fakta
2026-10-14 19:19:32
2
gina :
peran org tua utama..sblm mengizinkan anakny org tua harus bener2 faham dan tau anakny gmn tipikal anak ini seperti apa.mudah terbawa arus atau punya prinsip.bukan cuma modal pintar tp harus siap lahir batin dan tekad anakny seperti apa agar tdk melenceng.survei cr info yg valid plus minus disana.org tua jgn percaya 100%.trs jalin hub dan emosi yg baik sm anak.selain itu biaya hidup anak dsana jg jd hambatan kah.sekuat apapun godaan dunia luar klo pondasi anakny dr rmh sdh kuat (didikan org tua ke anak dr kecil) dan kencengnya doa org tua insyalloh anaknya selalu dlm lindungan dan penjagaan Alloh swt.
2026-10-15 00:14:11
1
sam wawan :
insyaAllah tahun ini saya anak yg ke 2 menyusul kakaknya untuk menintut ilmu di mesir
2026-10-14 17:18:16
2
Muhammad Bagus Seto :
yg memandang masisir buruk ituh sudah dari dulu .....ga perlu kaget....manusia akan menilai sebatas kwalitas dirinya....
2026-10-15 01:22:36
0
Nur Hidayat :
banyak yg ngaku mahasiswa di Mesir kerja di Saudi jd pendorong, motowwif dan lain sebagainya..yg jd pertanyaan kpn belajarnya..bahkan ada oknum mahasiswa yg kerjanya di luar syari'at seperti penipuan mungkin kepepet Krn tekanan ekonomi
2026-10-14 20:34:10
0
Gulam cibunut :
ya mungkin karena alumninya...ada juga yg jadi pemimpin doa dg doa agama lain... mungkin ya
2026-10-14 23:42:45
0
To see more videos from user @khabarisir, please go to the Tikwm
homepage.