@somethingiwanttosayyy:

something i want to say
something i want to say
Open In TikTok:
Region: ID
Thursday 15 October 2026 08:07:16 GMT
6559
399
8
307

Music

Download

Comments

somethingiwanttosayyy
something i want to say :
song name: Think I'm In Love - Alexander Lambert
2026-10-15 08:08:37
1
laurabunny52
LauraBunny :
2026-10-15 09:17:30
0
juniperpqah
JuniperpqAh :
🎬
2026-10-15 09:06:42
0
itsaryansm
Sham ^^ :
@. @Nadz Saipoden👶🧕
2026-10-15 09:04:22
0
dhruv0.08
D⚜️ :
@mm. @niyatiii.05
2026-10-15 08:41:58
0
la_goglino
La Goglino :
🍀🍀🍀🍀🍀
2026-10-15 08:31:30
0
esmeralda.gkmkk
Esmeralda.gKmkK :
🤣
2026-10-15 08:10:13
0
hetyeqzlu1e
❤️👑Jazmin :
@𝕯𝖔𝖒𝖎𝖓𝖎𝛋𝖆❤️❤️
2026-10-15 09:11:32
0
To see more videos from user @somethingiwanttosayyy, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

JIKA GIBRAN MUNDUR BENARKAH AKAN ADA KONFLIK SOSIAL ? Ada satu pertanyaan yang menggantung di udara. Bukan tentang ijazah. Bukan tentang pemakzulan. Tapi tentang sesuatu yang lebih menakutkan. Sesuatu yang membuat banyak orang waspada. Sesuatu yang sering dijadikan alasan untuk tidak bergerak. Pertanyaannya: Benarkah akan terjadi konflik sosial, jika Gibran mundur? Mari kita bedah dengan lima lensa, dan satu di antaranya adalah Niteni Serat Diri: PERTAMA: SIAPA YANG AKAN MARAH JIKA GIBRAN MUNDUR? Pertama, buzzer. Mereka kehilangan pekerjaan. Mereka kehilangan penghasilan. Tapi sobat… buzzer bukan massa. Buzzer adalah pekerja. Dan pekerja tidak akan turun ke jalan tanpa bayaran. Dalam Niteni Serat Diri, ini disebut
JIKA GIBRAN MUNDUR BENARKAH AKAN ADA KONFLIK SOSIAL ? Ada satu pertanyaan yang menggantung di udara. Bukan tentang ijazah. Bukan tentang pemakzulan. Tapi tentang sesuatu yang lebih menakutkan. Sesuatu yang membuat banyak orang waspada. Sesuatu yang sering dijadikan alasan untuk tidak bergerak. Pertanyaannya: Benarkah akan terjadi konflik sosial, jika Gibran mundur? Mari kita bedah dengan lima lensa, dan satu di antaranya adalah Niteni Serat Diri: PERTAMA: SIAPA YANG AKAN MARAH JIKA GIBRAN MUNDUR? Pertama, buzzer. Mereka kehilangan pekerjaan. Mereka kehilangan penghasilan. Tapi sobat… buzzer bukan massa. Buzzer adalah pekerja. Dan pekerja tidak akan turun ke jalan tanpa bayaran. Dalam Niteni Serat Diri, ini disebut "Serat Sing Ilang" — serat yang menghilang ketika sumbernya habis. Kedua, pendukung fanatik. Mereka percaya bahwa Gibran tidak bersalah. Tapi sobat… pendukung fanatik jumlahnya terbatas. Dalam Niteni Serat Diri, ini disebut "Serat Sing Keri" — serat yang tertinggal — tidak lagi terhubung dengan aliran utama. Ketiga, elite yang terancam. Mereka takut bahwa mundurnya Gibran akan membuka pintu bagi investigasi lebih lanjut. Tapi sobat… elite tidak turun ke jalan. Elite bergerak di belakang layar. Dalam Niteni Serat Diri, ini disebut "Serat Sing Ndhelik" — serat yang bersembunyi. Kesimpulan: Tidak ada massa besar yang siap turun untuk membela Gibran. Serat-serat mereka sudah tercerai-berai. KEDUA: SIAPA YANG AKAN SENANG JIKA GIBRAN MUNDUR? Sobat… dalam Niteni Serat Diri, ada hukum yang tidak pernah salah. Namanya: "Sing nandur bakal ngundhuh." — Yang menanam, akan menuai. Pertama, rakyat. Mereka sudah muak. Mereka sudah lelah. Dan ketika Gibran mundur, mereka akan merasa menang. Bukan karena mereka benci Gibran. Tapi karena mereka cinta kejujuran. Dalam Niteni Serat Diri, ini disebut "Serat Sing Menang" — serat yang menang karena berpihak pada kebenaran. Kedua, partai koalisi. Mereka sudah menjauh. Mereka sudah pasang sinyal. Dan ketika Gibran mundur, mereka bisa bernapas lega. Dalam Niteni Serat Diri, ini disebut "Serat Sing Bebas" — serat yang terbebas dari beban yang tidak perlu. Ketiga, Prabowo. Ia tidak perlu lagi menanggung beban. Ia bisa fokus pada pemerintahan. Dalam Niteni Serat Diri, ini disebut "Serat Sing Fokus" — serat yang kembali fokus pada tujuan utamanya. Keempat, Jokowi. Ia bisa berhenti stres. Ia bisa berhenti gelisah. Dalam Niteni Serat Diri, ini disebut "Serat Sing Tenang" — serat yang menemukan ketenangan setelah melepaskan beban. Kesimpulan: Semua pihak — kecuali buzzer dan pendukung fanatik — akan senang jika Gibran mundur. KETIGA: DALAM SEJARAH, APAKAH PERNAH TERJADI KONFLIK SOSIAL SAAT PEJABAT MUNDUR? Sobat… dalam Niteni Serat Diri, sejarah adalah "serat bangsa" — lembaran yang merekam setiap getaran yang pernah terjadi. Dan serat itu tidak bisa dibohongi. Soeharto mundur pada 1998. Konflik sudah terjadi sebelum ia mundur. Mundurnya Soeharto justru mengakhiri konflik. BJ Habibie mundur pada 1999. Tidak terjadi konflik. Justru terjadi transisi damai. Abdurrahman Wahid dimakzulkan pada 2001. Tidak terjadi konflik. Justru terjadi konsolidasi demokrasi. Kesimpulan: Dalam sejarah Indonesia, mundurnya pejabat tidak selalu menyebabkan konflik sosial. Bahkan sering kali, mundur adalah solusi — bukan masalah. KEEMPAT: DALAM PSIKOLOGI SOSIAL, APA YANG MEMICU KONFLIK? Sobat… dalam psikologi sosial, ada tiga pemicu konflik. Pertama, ketidakadilan yang dibiarkan. Tapi sobat… dengan mundurnya Gibran, ketidakadilan itu teratasi. Kedua, ketidakpastian yang berkepanjangan. Tapi sobat… dengan mundurnya Gibran, ketidakpastian itu berakhir. Ketiga, provokasi dari pihak yang berkepentingan. Dan sobat… pihak yang paling ingin konflik adalah mereka yang tidak ingin Gibran mundur. Kesimpulan: Mundurnya Gibran bukan pemicu konflik. Justru sebaliknya ia mencegah konflik yang lebih besar. #gibran #mundur #konfliksosial #prabowo #jokowi

About