Apak ambo tu murah bana diota jo laporan bawahan wkwk
2026-10-15 15:40:35
7
R✨( Rizky:) :
kurang menyala🔥 bg
2026-10-16 11:36:48
0
Rafzi :
kcek an ka apak ambo
apo respon ny
2026-10-15 14:11:23
5
Juriman Sago :
bagi yo samo .banyak bagi bagi pitih tu.masker bagian lah oiii.ko ngak ado yo solusion yo Do...🥰🥰🥰🥰🥰😅
2026-10-16 06:44:08
1
@saputra_gd8 :
indonesia negara korupsi mah yu
2026-10-16 11:34:09
0
Febriadyy :
tolong Tek pemerintah
2026-10-15 14:10:46
3
𝖗𝖆𝖍𝖒𝖆𝖉 :
yu cht ang tatutup asok juo?
2026-10-15 13:43:02
2
K🅰️TIDI🅰️NG R🅾️T🅰️N✅🪓🧷 :
pilihan kalian mahhh😁😁😁waktu SBY dan Jokowi, kok Ado kebakaran pasti Ado tersankanyo, sabulan api padam,, kini goyang gemoy SE lah kalian laiii
2026-10-15 15:28:36
0
zhakiy_ard :
2026-10-15 13:48:40
1
payphone :
Ndak nampak gunuang pangilun ? Kalau dari aia pacah Mancaliak e iyo ndak nampak do mah.pailah adiak ka simpang tinju nampak gunuang panggilunn tu mah diak
2026-10-15 18:40:49
0
yulwan :
HABIS HUTAN TUMBUHLAI SAWIT: BONGKAR RAKUSNYA OLIGARKI DAN PEMBAJAKAN RUANG HIDUP RAKYAT
Hutan bukan sekadar komoditas lahan, dan satwa liar bukan benda mati yang bisa dikorbankan demi pundi-pundi emas industri sawit! Menyuarakan kehancuran hutan dan penderitaan satwa adalah tanggung jawab moral setiap warga negara, bukan bentuk penghinaan. Jangan biarkan nalar kritis dibungkam oleh retorika busuk, dan terus kawal kedaulatan lingkungan Republik Indonesia dari keserakahan oligarki!
Pembakaran dan penggusuran hutan demi memperluas kekaisaran monokultur sawit adalah bentuk kejahatan ekosida yang direncana secara telanjang. Hewan-hewan liar dipaksa terpanggang hidup-hidup di rumah mereka sendiri, sementara satwa yang selamat diburu dan dibantai dengan dalih "hama" ketika terdesak mencari makan ke pemukiman. Di balik narasi manis pertumbuhan ekonomi dan proyek energi nasional, ruang hidup masyarakat adat dibabat habis tanpa ampun. Rakyat dipaksa menelan asap beracun, dihantam banjir bandang, dan dirampas tanah kelahirannya, hanya demi memuluskan aliran modal triliunan rupiah ke kantong-kantong pengusaha elit dan kroni kekuasaan.
Ironisnya, ketika kejahatan lingkungan ini dibongkar, rejim kekuasaan bersama pasukan pembungkam opini publik (buzzer) justru sibuk memutarbalikkan fakta. Kritik tajam yang membela keadilan alam dan hak rakyat langsung dicap sebagai "penghinaan" atau "ujaran kebencian". Stempel pejoratif ini hanyalah bukti kepanikan oligarki yang ketakutan jika kedok rakusnya terbongkar di hadapan publik. Kita tidak boleh mundur selangkah pun! Hentikan izin alih fungsi hutan, jerat pidana para pemilik modal pembakar hutan tanpa pandang bulu, dan rebut kembali kedaulatan ekologi Republik dari tangan-tangan serakah para perusak bangsa!
2026-10-15 18:59:37
0
sri yola💋 :
🤧😪🤣🤣🤣🤣
2026-10-16 11:05:53
0
Arie Syafrizal :
berapii thgan ang wahyuu
2026-10-16 12:04:20
0
nadia putri alika 💝 :
2026-10-16 11:28:50
0
Suhandana hadi :
banyak banyak badoa Wahyu ..
2026-10-16 11:58:29
0
Meri Putri :
tpi kck ang ptng apak ambo😂😂😂kini lh ang slhan c apak ambo tu lai😂😂
2026-10-16 11:14:40
0
PASUKAN PEWWW! :
2026-10-15 13:40:46
0
To see more videos from user @wahyooureal, please go to the Tikwm
homepage.