@ankaratikgazetesi: Suriye istihbaratı, Hatay doğumlu Mihraç Ural'ı yakaladı. Ali Kiyali adıyla da bilinen Ural, Türkiye'de 2013 yılında Hatay'ın Reyhanlı ilçesinde düzenlenen ve 53 kişinin hayatını kaybettiği bo*bal* saldırıya ilişkin davanın sanıkları arasında yer alıyor. Ancak Mihraç Ural'ın adı yalnızca Reyhanlı saldırı*ıyla anılmıyor. Suriye makamları, Ural'ı yine 2013 yılında Banyas ve çevresinde yüzlerce sivilin öld*rül*üğü katliamla bağlantılı olmakla da suçluyor. Suriye devlet haber ajansı SANA, yakalanmasına ilişkin görüntüleri yayımlayarak gelişmeyi, “Banyas ka*liamı*dan 13 yıl sonra Mihraç Ural, Genel İstihbaratın elinde” sözleriyle duyurdu. Yıllardır iki ülkedeki ağır suçlamalarla gündeme gelen Ural'ın Suriye'deki adli sürecinin nasıl ilerleyeceği ve Türkiye'ye iadesinin gündeme gelip gelmeyeceği henüz netleşmedi. #haber #gündem #suriye #türkiye #ankara

ankaratik gazetesi
ankaratik gazetesi
Open In TikTok:
Region: DE
Thursday 15 October 2026 15:46:21 GMT
200671
4756
119
639

Music

Download

Comments

To see more videos from user @ankaratikgazetesi, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pencarian terhadap Veronica Beatrix Jessica, seorang dive master berusia 23 tahun, masih dilakukan setelah kapal wisata KM Feronia yang ditumpanginya terbalik di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa (13/10/2026). Kronologi Jessica Hilang di Labuan Bajo KM Feronia merupakan kapal kayu tradisional bergaya pinisi yang digunakan untuk mengangkut penumpang dalam perjalanan wisata dan aktivitas menyelam di kawasan Labuan Bajo. Kapal tersebut diketahui membawa 25 penumpang dan lima awak kapal, termasuk nakhoda, dengan total 30 orang di dalamnya. Mengutip laman Divernet, Kamis (15/10/2026), KM Feronia berangkat dari Marina Labuan Bajo sekitar pukul 08.00 WITA pada Selasa (13/10/2026) untuk melakukan perjalanan menuju Pulau Rinca dan sejumlah lokasi penyelaman di kawasan Taman Nasional Komodo. Di antara penumpang kapal terdapat wisatawan asing, termasuk warga negara Inggris dan Australia. Jessica, yang dikenal sebagai dive master atau pemandu kegiatan menyelam, turut berada di kapal tersebut. Ia bertugas dalam kegiatan wisata selam yang menjadi salah satu daya tarik utama kawasan Labuan Bajo. Sebelum kecelakaan terjadi, para penumpang KM Feronia telah menyelesaikan aktivitas menyelam di perairan Manta Point. Setelah kegiatan tersebut selesai, kapal kemudian memulai perjalanan kembali menuju Dermaga Marina Labuan Bajo yang dibenarkan oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto berdasarkan informasi awal dari salah satu awak kapal. KM Feronia mengalami kecelakaan ketika melintasi perairan sekitar Batu Bolong dan Pulau Tatawa. Laporan KSOP menyebutkan kapal terbalik setelah dihantam arus kuat saat berada di sekitar Tatawa Besar. Waktu kejadian dalam laporan awal KSOP disebut sekitar pukul 15.02 WITA. Kapal diduga kehilangan kestabilan ketika menghadapi arus laut yang kuat hingga akhirnya terbalik. Namun, penyebab pasti kapal terbalik belum dapat dipastikan. Sebanyak 29 Orang Berhasil Dievakuasi, 1 Hilang Setelah kecelakaan dilaporkan, operasi pencarian dan penyelamatan segera dilakukan oleh KSOP Kelas III Labuan Bajo bersama sejumlah unsur terkait. Tim gabungan menggunakan kapal pendukung, termasuk SB Red Whale, untuk membantu proses evakuasi penumpang dan awak kapal. Sebanyak 24 penumpang dan lima awak kapal berhasil dievakuasi ke Dermaga Marina Waterfront, Labuan Bajo. Dengan demikian, 29 dari total 30 orang yang berada di kapal berhasil diselamatkan, sedangkan satu penumpang lainnya, yakni Jessica, masih belum ditemukan. Sejumlah penyintas dilaporkan mengalami luka-luka dan mendapatkan penanganan medis. Jessica tidak ikut ikut dievakuasi setelah diduga berada di toilet yang terletak di sisi kiri kapal atau bagian portside ketika KM Feronia mulai terbalik. Pintu toilet tersebut disebut dalam keadaan terkunci saat kejadian. Petugas sempat berupaya membuka pintu toilet dari luar. Namun, upaya itu tidak langsung membuahkan hasil karena pintu dilaporkan terkunci. Kondisi tersebut menimbulkan dugaan bahwa Jessica tidak sempat keluar dari ruangan ketika kapal kehilangan kestabilan dan terbalik. Isran, nakhoda kapal mengatakan bahwa dirinya memprioritaskan penyelamatan penumpang dengan mengarahkan mereka menuju rakit penyelamat. Ia baru menyadari ada orang yang belum ditemukan setelah dilakukan penghitungan jumlah orang yang berhasil dievakuasi. Setelah Jessica dinyatakan hilang, tim SAR gabungan melanjutkan pencarian di sekitar lokasi kecelakaan. Operasi ini melibatkan unsur Badan Pencarian dan Pertolongan, personel TNI Angkatan Laut, polisi perairan, otoritas pelabuhan, serta tim penyelam dan unsur pendukung lainnya. Upaya pencarian menghadapi tantangan besar karena arus bawah laut yang kuat dan pusaran air di sekitar lokasi kecelakaan. Perubahan arah arus secara tiba-tiba menyulitkan penyelam untuk bergerak dan memeriksa area pencarian secara menyeluruh.  📝 Tirto.id #jessicavashty #veronicabeatrixjessica #tenggelam #labuanbajo #fyp
Pencarian terhadap Veronica Beatrix Jessica, seorang dive master berusia 23 tahun, masih dilakukan setelah kapal wisata KM Feronia yang ditumpanginya terbalik di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa (13/10/2026). Kronologi Jessica Hilang di Labuan Bajo KM Feronia merupakan kapal kayu tradisional bergaya pinisi yang digunakan untuk mengangkut penumpang dalam perjalanan wisata dan aktivitas menyelam di kawasan Labuan Bajo. Kapal tersebut diketahui membawa 25 penumpang dan lima awak kapal, termasuk nakhoda, dengan total 30 orang di dalamnya. Mengutip laman Divernet, Kamis (15/10/2026), KM Feronia berangkat dari Marina Labuan Bajo sekitar pukul 08.00 WITA pada Selasa (13/10/2026) untuk melakukan perjalanan menuju Pulau Rinca dan sejumlah lokasi penyelaman di kawasan Taman Nasional Komodo. Di antara penumpang kapal terdapat wisatawan asing, termasuk warga negara Inggris dan Australia. Jessica, yang dikenal sebagai dive master atau pemandu kegiatan menyelam, turut berada di kapal tersebut. Ia bertugas dalam kegiatan wisata selam yang menjadi salah satu daya tarik utama kawasan Labuan Bajo. Sebelum kecelakaan terjadi, para penumpang KM Feronia telah menyelesaikan aktivitas menyelam di perairan Manta Point. Setelah kegiatan tersebut selesai, kapal kemudian memulai perjalanan kembali menuju Dermaga Marina Labuan Bajo yang dibenarkan oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto berdasarkan informasi awal dari salah satu awak kapal. KM Feronia mengalami kecelakaan ketika melintasi perairan sekitar Batu Bolong dan Pulau Tatawa. Laporan KSOP menyebutkan kapal terbalik setelah dihantam arus kuat saat berada di sekitar Tatawa Besar. Waktu kejadian dalam laporan awal KSOP disebut sekitar pukul 15.02 WITA. Kapal diduga kehilangan kestabilan ketika menghadapi arus laut yang kuat hingga akhirnya terbalik. Namun, penyebab pasti kapal terbalik belum dapat dipastikan. Sebanyak 29 Orang Berhasil Dievakuasi, 1 Hilang Setelah kecelakaan dilaporkan, operasi pencarian dan penyelamatan segera dilakukan oleh KSOP Kelas III Labuan Bajo bersama sejumlah unsur terkait. Tim gabungan menggunakan kapal pendukung, termasuk SB Red Whale, untuk membantu proses evakuasi penumpang dan awak kapal. Sebanyak 24 penumpang dan lima awak kapal berhasil dievakuasi ke Dermaga Marina Waterfront, Labuan Bajo. Dengan demikian, 29 dari total 30 orang yang berada di kapal berhasil diselamatkan, sedangkan satu penumpang lainnya, yakni Jessica, masih belum ditemukan. Sejumlah penyintas dilaporkan mengalami luka-luka dan mendapatkan penanganan medis. Jessica tidak ikut ikut dievakuasi setelah diduga berada di toilet yang terletak di sisi kiri kapal atau bagian portside ketika KM Feronia mulai terbalik. Pintu toilet tersebut disebut dalam keadaan terkunci saat kejadian. Petugas sempat berupaya membuka pintu toilet dari luar. Namun, upaya itu tidak langsung membuahkan hasil karena pintu dilaporkan terkunci. Kondisi tersebut menimbulkan dugaan bahwa Jessica tidak sempat keluar dari ruangan ketika kapal kehilangan kestabilan dan terbalik. Isran, nakhoda kapal mengatakan bahwa dirinya memprioritaskan penyelamatan penumpang dengan mengarahkan mereka menuju rakit penyelamat. Ia baru menyadari ada orang yang belum ditemukan setelah dilakukan penghitungan jumlah orang yang berhasil dievakuasi. Setelah Jessica dinyatakan hilang, tim SAR gabungan melanjutkan pencarian di sekitar lokasi kecelakaan. Operasi ini melibatkan unsur Badan Pencarian dan Pertolongan, personel TNI Angkatan Laut, polisi perairan, otoritas pelabuhan, serta tim penyelam dan unsur pendukung lainnya. Upaya pencarian menghadapi tantangan besar karena arus bawah laut yang kuat dan pusaran air di sekitar lokasi kecelakaan. Perubahan arah arus secara tiba-tiba menyulitkan penyelam untuk bergerak dan memeriksa area pencarian secara menyeluruh. 📝 Tirto.id #jessicavashty #veronicabeatrixjessica #tenggelam #labuanbajo #fyp

About