@kaltimpostnews: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat musim kemarau panjang telah menghanguskan sedikitnya 63,12 hektare kawasan Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) dan Hutan Lindung Sungai Manggar (HLSM) di Balikpapan. Secara keseluruhan, luas area yang terdampak kebakaran mencapai 77,7 hektare. Mirisnya, sebagian kerusakan hutan tersebut diduga terjadi akibat ulah manusia. Saat ini, pihak kepolisian tengah memproses hukum oknum yang diduga sengaja membakar lahan di kawasan konservasi tersebut demi kepentingan pribadi. Kepala UPTD KPHL Balikpapan, Rini Handajani, mengungkapkan bahwa salah satu motif pembakaran diduga berkaitan dengan keinginan pelaku mengganti jenis tanaman. “Dari total 13 kejadian yang kami tangani, tiga insiden terjadi di dalam kawasan hutan lindung. Informasi yang kami terima, pembakaran dilakukan secara sengaja untuk mengganti tanaman salak menjadi buah naga,” tuturnya. Merespons kejadian tersebut, KPHL Balikpapan memberikan surat perjanjian kepada pemegang izin Hutan Kemasyarakatan (HKM). Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan agar kebakaran serupa tidak kembali terjadi. Selain itu, KPHL Balikpapan bekerja sama dengan Yayasan ProNatura mendirikan 10 posko siaga. Sebanyak 36 personel dikerahkan untuk melakukan patroli selama 24 jam nonstop guna mencegah penyebaran api lebih lanjut. Penulis & Editor: Dina Angelina Video: KPHL Balikpapan & Dina Redaktur: Supriyadi Template: fuad
kaltimpost
Region: ID
Thursday 15 October 2026 15:51:04 GMT
Music
Download
Comments
LABUBU GANK NO COUNTER :
jangn foto fomo lah we balikpapan 🗿
2026-10-15 16:35:03
2
Twenty Two :
Dibakar inimah
2026-10-15 16:44:07
0
sònia thea bur ilhàm brayen :
itu pasti di bakar..
biasa lah itu
klu hutan sdh di bakar
tunggu aja gk lama jd bnyk yg ngaku itu tanah ku dan hak ku 😂😂😂😂😂
2026-10-16 03:00:33
0
Lord Suroso :
udah jelas dibakar
2026-10-15 18:09:20
0
Ucccew :
dibakar lah kemarau terus di kambing hitamkan 😭
2026-10-16 09:21:11
0
To see more videos from user @kaltimpostnews, please go to the Tikwm
homepage.