Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@sueli.almeida1711:
Sueli Almeida
Open In TikTok:
Region: BR
Thursday 15 October 2026 19:12:24 GMT
534
60
6
1
Music
Download
No Watermark .mp4 (
8.47MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
8.47MB
)
Watermark .mp4 (
8.47MB
)
Music .mp3
Comments
dami :
linda demais 😍
2026-10-17 10:32:24
0
rodrigocardoso1028 :
linda 💜💜💜💜💜💜
2026-10-17 09:59:36
0
bhaiano :
Muito bom
2026-10-17 10:08:14
0
Andre vitoria :
muito lanchar ☺️☺️
2026-10-17 11:04:59
0
🏝MK7 - Lins 🔑🎁 :
😋
2026-10-17 11:55:55
0
Cleiton :
👏💯👀
2026-10-17 10:47:47
0
To see more videos from user @sueli.almeida1711, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
#khuthammoihue #khuthammoitunhien #khuthammoi #phunmoidep #hue
Text lỏ:)) ai lấy thì lấy#xuhuong #viral #freetext
Fuzamo #rust #viral #rustgame
#forthewholeworld
Bag 8 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ الفصل الأول في الطاعات “Fasal Pertama: Tentang Ketaatan.” Setelah sebelumnya al-Ghazali menjelaskan niat mencari ilmu, hidayah, dan takwa, sekarang beliau mulai masuk ke praktik ketaatan sehari-hari. اعْلَمْ: أَنَّ أَوَامِرَ اللهِ تَعَالَى فَرَائِضُ وَنَوَافِلُ. “Ketahuilah bahwa perintah-perintah Allah Ta‘ala terbagi menjadi fardu dan nafilah (sunnah).” فَالْفَرْضُ: رَأْسُ الْمَالِ، وَبِهِ تَحْصُلُ النَّجَاةُ. “Adapun yang fardu adalah modal utama, dan dengannya diperoleh keselamatan.” Ini penting sekali. Al-Ghazali memakai perumpamaan perdagangan: Fardu = رأس المال (modal pokok). Tanpa modal, perdagangan tidak akan berjalan. Begitu pula seorang hamba tidak boleh sibuk mengejar amalan sunnah tetapi meninggalkan kewajiban. وَالنَّفْلُ: هُوَ الرِّبْحُ، وَبِهِ الْفَوْزُ بِالدَّرَجَاتِ. “Adapun amalan sunnah adalah keuntungan, dan dengannya seseorang memperoleh keberuntungan berupa tingkatan-tingkatan kemuliaan.” Jadi: Fardu → keselamatan. Nafilah → tambahan keuntungan dan kenaikan derajat. Perumpamaan ini sangat mudah dipahami. Kemudian al-Ghazali mengutip hadis qudsi: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: مَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ الْمُتَقَرِّبُونَ بِمِثْلِ أَدَاءِ مَا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِمْ، وَلَا يَزَالُ الْعَبْدُ يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ... “Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: ‘Tidaklah orang-orang yang mendekatkan diri kepada-Ku melakukan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada menunaikan apa yang telah Aku wajibkan kepada mereka. Dan seorang hamba senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya...’” Kemudian hadis tersebut melanjutkan: فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَلِسَانَهُ الَّذِي يَنْطِقُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا. “Apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya ia mendengar, penglihatannya yang dengannya ia melihat, lisannya yang dengannya ia berbicara, tangannya yang dengannya ia memegang, dan kakinya yang dengannya ia berjalan.” Maksudnya bukan Allah menyatu dengan tubuh manusia. Ini ungkapan tentang pertolongan dan penjagaan Allah: orang yang telah mendapatkan kecintaan Allah akan mendapatkan taufik sehingga pendengarannya, penglihatannya, lisannya, tangan dan langkahnya diarahkan kepada perkara yang diridai Allah. 🌟 Kesimpulan halaman ini🌟 Ini merupakan peralihan yang sangat indah dari pembahasan sebelumnya. Sebelumnya al-Ghazali bertanya: “Untuk apa engkau mencari ilmu?” Jawabannya: Untuk mendapatkan hidayah. Kemudian: “Apa awal dari hidayah?” Jawabannya: التَّقْوَى — takwa. Lalu sekarang: “Bagaimana takwa itu diwujudkan?” Jawabannya mulai dijelaskan: بِأَدَاءِ الْفَرَائِضِ وَالِاجْتِهَادِ فِي النَّوَافِلِ “Dengan menunaikan kewajiban dan bersungguh-sungguh dalam amalan sunnah.” Urutannya menjadi: العِلْمُ Ilmu ↓ الهِدَايَةُ Hidayah ↓ التَّقْوَى Takwa ↓ الْفَرَائِضُ Menunaikan kewajiban ↓ النَّوَافِلُ Memperbanyak sunnah ↓ مَحَبَّةُ اللهِ Mendapat kecintaan Allah. Dan menurut hadis qudsi tersebut, jalan yang paling dicintai Allah untuk mendekat kepada-Nya adalah terlebih dahulu menunaikan kewajiban. Jadi pesan pertama fasal ini sangat kuat: لا تَطْلُبِ النَّوَافِلَ وَتُضَيِّعِ الْفَرَائِضَ. “Jangan sibuk mengejar amalan sunnah sementara kewajiban ditinggalkan.” Fardu adalah modal keselamatan; sunnah adalah keuntungan yang mengangkat derajat. Ini fondasi penting sebelum al-Ghazali mulai menguraikan amal-amal lahiriah seorang hamba dari bangun tidur sampai tidur kembali. #ngajiyuk #ngajibareng #ngajikitabkuning #ngajikitabkuningonline #kitabbidayatulhidayah
مناظر طبيعيه جميلة بدون صوت جاهزة للتصميم بدقة 4K #التصميم #دقة #4u #4k 4#اذكروا_الله
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy