@alfan1947: MATINYA HATI NURANI ---------- Anggaran BNPB sangat kontras nasibnya jika dibandingkan dengan proyek makan bergizi gratis dengan anggaran Rp 335 triliun yang kemudian “diefisienkan” menjadi Rp 229 triliun bulan lalu. Selisihnya lebih dari 100 kali anggaran BNPB. Program yang jadi etalase keberhasilan Presiden Prabowo Subianto mendapat kepastian fiskal superjumbo sejak hari pertama. Sedangkan mitigasi bencana harus menunggu nyawa manusia hilang untuk dapat tambahan anggaran. Jika pemerintah benar-benar memperhatikan faktor kedaruratan, penanganan bencana yang menyangkut hidup warga negara seharusnya bisa mendapatkan porsi yang lebih adil. Namun yang terjadi malah ketidakadilan. Anggaran jumbo MBG malah menjadi bancakan yang sampai menjerat pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional. Fakta pahit ini sesungguhnya menunjukkan matinya hati nurani dalam penyusunan dan penggunaan duit negara. Kematian itu bahkan terjadi ketika pemerintah merampas anggaran pendidikan untuk membiayai MBG. Untungnya, Mahkamah Konstitusi lantas mengeluarkan putusan yang memisahkan pendanaan MBG dari anggaran pendidikan, paling lambat dijalankan pada 2028 dan sedapat mungkin dilaksanakan tahun depan.