@republikaonline: Merah Pekat! Satelit NASA Rekam Tingginya Karbon Monoksida di Indonesia akibat Karhutla. Pantauan visualisasi dari satelit NASA (Eyes on the Earth) menunjukkan konsentrasi gas karbon monoksida (CO) yang memerah pekat di atas langit Indonesia dan wilayah Asia Tenggara. Hal ini sejalan dengan maraknya peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tengah melanda berbagai wilayah di Tanah Air. Karbon monoksida sendiri merupakan gas beracun tanpa warna dan bau yang terbentuk akibat proses pembakaran yang tidak sempurna. Karbon monoksida bisa berasal dari kebakaran hutan dan lahan Glgambut. Pembakaran biomassa dan lahan gambut memancarkan emisi CO dalam jumlah yang sangat besar ke atmosfer. Api gambut yang membara di bawah permukaan tanah memicu pembakaran tidak sempurna secara terus-menerus. Lalu juga CO2 juga dihasilkan dari emisi Kendaraan Bermotor, aktivitas industri & pabrik, hingga pembakaran sampah secara terbuka. Lapis asap dan lonjakan karbon monoksida ini tidak hanya memicu masalah kesehatan seperti ISPA, namun juga memperburuk kualitas udara secara regional. Video editor: Hirzi Produser: Eko Supriyadi #republika #dailynews #karbonmonoksida #cekrepublikaaja #republikaofficial