@bait.elwaleema: ليه تختار بيت الوليمة؟ 🤔❤️ عشان عندنا منيو مليان بأشهى الأكلات المصرية اللي ترضي كل الأذواق! 😍🥘 وجلسات عائلية داخلية وخارجية تخلي قعدتك مع أهلك وحبايبك أحلى ❤️ والأهم من كل ده؟ 👨‍🍳 إننا بنهتم بأدق تفاصيل الجودة، من اختيار المكونات لحد ما الأكل يوصل على ترابيزتك، عشان نقدم لك دايمًا أفضل طعم وأعلى جودة. ✨ **بيت الوليمة.. جودة في الأكل وراحة في القعدة ❤️** 📍 فروعنا: عجمان والشارقة #بيت_الوليمة #مطاعم_عجمان #مطاعم_الشارقة #أكل_مصري #بيت_الوليمة_عجمان

Bait Elwaleema Restaurant
Bait Elwaleema Restaurant
Open In TikTok:
Region: AE
Friday 16 October 2026 09:38:21 GMT
3197
74
11
6

Music

Download

Comments

ahmed.toka2
Ahmed Toka :
المنيو لو سمحت
2026-10-16 11:10:02
1
mostafashalaan0
Mostafa Shallan :
عشان عندكم الشيف محمد فاروق فقط لأغير❤️
2026-10-16 10:12:04
1
user5306587032333
أحمد عصام :
بصراحه أجمل مطقم اكلت فيه
2026-10-16 11:02:43
1
user8001945686319
محمد على :
عشان في ياسين باشا ❤️❤️
2026-10-16 12:19:49
0
al.shabrawy.ajman
مطعم الشبراوي :
👍👍😍😍
2026-10-16 09:44:26
1
tharwat.talat3
Tharwat talat :
🥰🥰
2026-10-16 11:21:59
1
To see more videos from user @bait.elwaleema, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Narasumber: Sapril Yamin Gamolan pekhing merupakan alat musik tradisional Lampung yang berasal dari bumi  Sekala Brak, Kabupaten Lampung Barat. Oleh beberapa orang, alat musik ini dikenal juga dengan istilah cetik. Istilah gamolan berasal dari gimol yang berarti “gemuruh” atau suara bambu yang bergemuruh. Sekala Brak memiliki dua jenis alat musik tradisional, pertama, alat musik tradisional yang terbuat dari pring/pekhing (bambu), selanjutnya adalah alat musik yang terbuat dari perunggu atau kuningan, masyarakat Sekala Brak sering menyebutnya dengan gamolan balag.  Istilah gamolan pekhing muncul untuk membedakan material penyusun sekaligus memberikan penekanan terhadap alat musik tersebut. Menurut Sapril Yamin, gamolan pekhing merupakan cikal-bakal (lebih tua) dari gamolan balag atau yang sering disebut kulintang Lampung. Sekala Brak memiliki empat paksi/kepaksian, yakni: kepaksisan buai jalan diwai, kepaksian belungu, kepaksian pernong dan kepaksian nyerupa. Masing-masing kepaksian memiliki pola dan aturannya tersendiri, tidak terkecuali dengan gamolan pekhing itu sendiri.  Pola permainan (tabuhan), penamaan dan pakem-pakem lainnya memiliki tatanannya sendiri. Saat ini, gamolan pekhing dapat dinikmati siapa saja, tetapi gamolan balag (perunggu) hanya dimiliki oleh tokoh adat atau seorang Sultan saja.  Harga gamolan balag yang cukup tinggi, menyebabkan alat musik ini hanya dimiliki oleh kalangan tertentu saja, tetapi hal ini tidak berlaku bagi gamolan pekhing. Siapapun mampu memilikinya karena biaya produksinya yang cukup murah. Saat ini pengrajin gamolan pekhing mulai bertebaran baik di Kabupaten maupun Kota. Dari empat kepaksian, hanya kepaksian pernong dan kepaksian belungusajalah yang memiliki gamolan balag di rumah adatnya. Semenmtara itu, gamolan pekhing masih tetap berkembang di lingkungan kepaksian jalan diwai, kepaksian pernong dan kepaksian belungu.  Hal ini disebabkan masih ada para pengrajin gamolan masih tetap membuat alat musik tersebut. Selain itu, pengaruh komunitas dan tokoh-tokoh dari masing-masing kepaksian memberikan pengaruh sangat besar dalam pelestarian gamolan pekhing, sehingga alat musik ini masih tetap dikenal sampai sekarang. Saat ini, gamolan pekhing sudah sangat dikenal dan tersebar diberbagai tempat di Provinsi Lampung, tetapi penyebaran terbesarnya masih berada di sekitar Kota Bandarlampung. Bahkan di Lampung Barat sendiri perkembangan alat musik ini terbilang cukup lambat. Sebagian besar masyarakat Lampung zaman dahulu berasal dari daerah Sekala Brak, hal ini juga yang menyebabkan gamolan pekhing tersebar di berbagai Kabupaten di seluruh wilayah Lampung, seperti Tanggamus, Lampung Selatan, Way Kanan, Kota Agung, Tulang Bawang dan sebagainya. Erupsi gunung Krakatau tahun 1883 pada saat itu menyebabkan masyarakat Sekala Brak berpindah tempat, hal ini juga berdampak terhadap penyebaran alat musik gamolan pekhing.  Awal munculnya alat musik ini diperkirakan saat masa peradaban kerajaan Sekala Brak tegak berdiri. Gamolan pekhing  merupakan alat musik tunggal yang dimainkan perorangan. Jadi, pada awalnya, alat musik ini tidak dimainkan dengan cara ensambel (bersama-sama).  Pada awalnya, alat musik ini dibuat hanya untuk kepentingan hiburan;menghibur diri, namun seiring berlajannya waktu kebutuhan manusia semakin meningkat sehingga gamolan pekhing digunakan untuk mengiringi sastra lisan dan alat musik pengiring tari Saat ini gamolan pekhing digunakan sebagai alat seni pertunjukan dan banyak dikolaborasikan dengan musik modern secara  ensambel, seperti musik jazz dan elektronik. Berbagai komposisi dibuat menggunakan ide-ide kreatif generasi milenial dalam rangka mengembangkan seni tradisi Lampung ini. #sejarahindonesia #sejarahlampung #alatmusikdaerah #semuaorangmembaca #fypage #viraltiktok #masukberandamuu
Narasumber: Sapril Yamin Gamolan pekhing merupakan alat musik tradisional Lampung yang berasal dari bumi  Sekala Brak, Kabupaten Lampung Barat. Oleh beberapa orang, alat musik ini dikenal juga dengan istilah cetik. Istilah gamolan berasal dari gimol yang berarti “gemuruh” atau suara bambu yang bergemuruh. Sekala Brak memiliki dua jenis alat musik tradisional, pertama, alat musik tradisional yang terbuat dari pring/pekhing (bambu), selanjutnya adalah alat musik yang terbuat dari perunggu atau kuningan, masyarakat Sekala Brak sering menyebutnya dengan gamolan balag. Istilah gamolan pekhing muncul untuk membedakan material penyusun sekaligus memberikan penekanan terhadap alat musik tersebut. Menurut Sapril Yamin, gamolan pekhing merupakan cikal-bakal (lebih tua) dari gamolan balag atau yang sering disebut kulintang Lampung. Sekala Brak memiliki empat paksi/kepaksian, yakni: kepaksisan buai jalan diwai, kepaksian belungu, kepaksian pernong dan kepaksian nyerupa. Masing-masing kepaksian memiliki pola dan aturannya tersendiri, tidak terkecuali dengan gamolan pekhing itu sendiri. Pola permainan (tabuhan), penamaan dan pakem-pakem lainnya memiliki tatanannya sendiri. Saat ini, gamolan pekhing dapat dinikmati siapa saja, tetapi gamolan balag (perunggu) hanya dimiliki oleh tokoh adat atau seorang Sultan saja. Harga gamolan balag yang cukup tinggi, menyebabkan alat musik ini hanya dimiliki oleh kalangan tertentu saja, tetapi hal ini tidak berlaku bagi gamolan pekhing. Siapapun mampu memilikinya karena biaya produksinya yang cukup murah. Saat ini pengrajin gamolan pekhing mulai bertebaran baik di Kabupaten maupun Kota. Dari empat kepaksian, hanya kepaksian pernong dan kepaksian belungusajalah yang memiliki gamolan balag di rumah adatnya. Semenmtara itu, gamolan pekhing masih tetap berkembang di lingkungan kepaksian jalan diwai, kepaksian pernong dan kepaksian belungu. Hal ini disebabkan masih ada para pengrajin gamolan masih tetap membuat alat musik tersebut. Selain itu, pengaruh komunitas dan tokoh-tokoh dari masing-masing kepaksian memberikan pengaruh sangat besar dalam pelestarian gamolan pekhing, sehingga alat musik ini masih tetap dikenal sampai sekarang. Saat ini, gamolan pekhing sudah sangat dikenal dan tersebar diberbagai tempat di Provinsi Lampung, tetapi penyebaran terbesarnya masih berada di sekitar Kota Bandarlampung. Bahkan di Lampung Barat sendiri perkembangan alat musik ini terbilang cukup lambat. Sebagian besar masyarakat Lampung zaman dahulu berasal dari daerah Sekala Brak, hal ini juga yang menyebabkan gamolan pekhing tersebar di berbagai Kabupaten di seluruh wilayah Lampung, seperti Tanggamus, Lampung Selatan, Way Kanan, Kota Agung, Tulang Bawang dan sebagainya. Erupsi gunung Krakatau tahun 1883 pada saat itu menyebabkan masyarakat Sekala Brak berpindah tempat, hal ini juga berdampak terhadap penyebaran alat musik gamolan pekhing. Awal munculnya alat musik ini diperkirakan saat masa peradaban kerajaan Sekala Brak tegak berdiri. Gamolan pekhing merupakan alat musik tunggal yang dimainkan perorangan. Jadi, pada awalnya, alat musik ini tidak dimainkan dengan cara ensambel (bersama-sama). Pada awalnya, alat musik ini dibuat hanya untuk kepentingan hiburan;menghibur diri, namun seiring berlajannya waktu kebutuhan manusia semakin meningkat sehingga gamolan pekhing digunakan untuk mengiringi sastra lisan dan alat musik pengiring tari Saat ini gamolan pekhing digunakan sebagai alat seni pertunjukan dan banyak dikolaborasikan dengan musik modern secara ensambel, seperti musik jazz dan elektronik. Berbagai komposisi dibuat menggunakan ide-ide kreatif generasi milenial dalam rangka mengembangkan seni tradisi Lampung ini. #sejarahindonesia #sejarahlampung #alatmusikdaerah #semuaorangmembaca #fypage #viraltiktok #masukberandamuu

About