@nethnicochanman: とても懐かしい。思い出がよみがえってくる。#超特急 #TAKASHI #タクヤ #starlight #ultraman

なおき💚
なおき💚
Open In TikTok:
Region: PH
Friday 16 October 2026 11:05:32 GMT
12339
1041
0
15

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @nethnicochanman, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Progres pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kebon Talo Ampenan Kota Mataram baru mencapai 17 persen. Proyek dengan nilai anggaran sebesar Rp52 miliar ini ditargetkan bisa rampung pada akhir Desember ini.  Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana usai meninjau proses pembangunan mengatakan realisasi pembangunan proyek ini disebut masih jauh dari target yang sudah ditentukan. Hal itu lantaran masih fokus pada pengerjaan infrastruktur utama. Dan capaian realisasi pengerjaan akan meningkat signifikan jika alat-alat yang dibutuhkan sudah tiba. “Hari ini kita memantau progress TPST Kebon Talo. Saat ini masih dalam pengerjaan Infrastruktur utamanya dulu. Targetkanya 31 Desember. Memang presentase pekerjaan ini signifikan tergantung pada peralatannya,” kata Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana, Kamis (15/10/2026) pagi.  Ia mengatakan, alat – alat pengolahan sampah ini diperkirakan akan datang pada bulan November mendatang. Jika sudah pemasangan alat-alat, maka akan berdampak pada realisasi pembangunan yang akan meningkat signifikan.  “Defiasi itu akan berdampak pada bulan November karena peralatan,” katanya.  Menurutnya, kehadiran TPST Kebon Talo menjadi salah satu solusi dalam penanganan sampah di Kota Mataram. Kapasitas salah satu pengolahan sampah ini yaitu sebanyak 60 ton sehari. Selain itu, TPST Sandubaya yaitu sekitar 40 ton dalam sehari. Sehingga dalam sehari jumlah sampah yang bisa diolah yaitu mencapai kurang lebih 100 ton.  Dengan begitu, jumlah sampah yang akan dibuang ke TPA Kebon Kongok Lombok Barat akan jauh berkurang. Dimana, selama ini produksi sampah di Kota Mataram yaitu mencapai 300 ton sehari. Sebagian besar masih dibuang ke TPA Kebon Kongok Lombok Barat.  “Jadi lumayan ya. Kita juga akan merintis kerjasama dengan di Jeranjang untuk residu dari sampah yang bisa dimanfaatkan,” ungkapnya.
Progres pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kebon Talo Ampenan Kota Mataram baru mencapai 17 persen. Proyek dengan nilai anggaran sebesar Rp52 miliar ini ditargetkan bisa rampung pada akhir Desember ini. Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana usai meninjau proses pembangunan mengatakan realisasi pembangunan proyek ini disebut masih jauh dari target yang sudah ditentukan. Hal itu lantaran masih fokus pada pengerjaan infrastruktur utama. Dan capaian realisasi pengerjaan akan meningkat signifikan jika alat-alat yang dibutuhkan sudah tiba. “Hari ini kita memantau progress TPST Kebon Talo. Saat ini masih dalam pengerjaan Infrastruktur utamanya dulu. Targetkanya 31 Desember. Memang presentase pekerjaan ini signifikan tergantung pada peralatannya,” kata Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana, Kamis (15/10/2026) pagi. Ia mengatakan, alat – alat pengolahan sampah ini diperkirakan akan datang pada bulan November mendatang. Jika sudah pemasangan alat-alat, maka akan berdampak pada realisasi pembangunan yang akan meningkat signifikan. “Defiasi itu akan berdampak pada bulan November karena peralatan,” katanya. Menurutnya, kehadiran TPST Kebon Talo menjadi salah satu solusi dalam penanganan sampah di Kota Mataram. Kapasitas salah satu pengolahan sampah ini yaitu sebanyak 60 ton sehari. Selain itu, TPST Sandubaya yaitu sekitar 40 ton dalam sehari. Sehingga dalam sehari jumlah sampah yang bisa diolah yaitu mencapai kurang lebih 100 ton. Dengan begitu, jumlah sampah yang akan dibuang ke TPA Kebon Kongok Lombok Barat akan jauh berkurang. Dimana, selama ini produksi sampah di Kota Mataram yaitu mencapai 300 ton sehari. Sebagian besar masih dibuang ke TPA Kebon Kongok Lombok Barat. “Jadi lumayan ya. Kita juga akan merintis kerjasama dengan di Jeranjang untuk residu dari sampah yang bisa dimanfaatkan,” ungkapnya.

About