@lampunggehnews: Bandar Lampung – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu mengevakuasi empat satwa dari Lembaga Konservasi Taman Satwa PT Bumi Kedaton, Lampung, ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Lampung. Sementara itu, dua satwa lainnya belum dapat dipindahkan karena sedang dalam kondisi sakit. Keempat satwa yang dievakuasi terdiri dari dua ekor merak hijau, satu ekor monyet ekor panjang, dan satu ekor owa sumatera. Adapun dua satwa yang masih menjalani karantina di Taman Satwa PT Bumi Kedaton, yakni satu ekor beruk dan satu ekor monyet ekor panjang. Kepala BKSDA Bengkulu, Agung Nugroho mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan melalui Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah III Lampung sebagai tindak lanjut penyerahan satwa oleh pihak pengelola. Proses evakuasi dilakukan dengan mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan satwa serta mempertimbangkan kondisi kesehatan dan kebutuhan penanganan masing-masing individu. “Sebelum dilakukan pemindahan, tim terlebih dahulu melaksanakan penilaian cepat (rapid assessment) terhadap kondisi satwa. Langkah ini penting untuk menentukan kesiapan satwa untuk dipindahkan, kebutuhan penanganan medis, serta memastikan proses evakuasi berlangsung dengan aman, meminimalkan stres, dan mencegah risiko cedera, baik pada satwa maupun petugas,” jelas Agung, dalam keterangannya pada Jumat (16/10). Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Seksi KSDA Wilayah III Lampung dengan dukungan tim medis Lembaga Konservasi Taman Satwa PT Lembah Hijau. Proses evakuasi juga disaksikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung yang hadir mewakili Pemerintah Provinsi Lampung. Sementara itu, dua satwa yang sedang sakit belum dapat dipindahkan ke PPS Lampung. Untuk sementara, keduanya tetap menjalani karantina di Taman Satwa PT Bumi Kedaton agar memperoleh penanganan sesuai kondisi kesehatannya. Langkah tersebut juga dilakukan untuk mencegah potensi penularan penyakit kepada satwa lain yang telah berada di PPS Lampung. “Keputusan untuk tidak memindahkan kedua satwa yang sedang sakit merupakan bagian dari pertimbangan medis dan prinsip kehati-hatian. Penanganan satwa harus disesuaikan dengan kondisinya. Keselamatan dan kesehatan satwa menjadi prioritas, sehingga setiap tindakan harus didasarkan pada hasil pemeriksaan dan rekomendasi dokter hewan dan penanganan yang tepat,” tambah Agung. BKSDA Bengkulu menegaskan bahwa penanganan satwa tidak hanya sebatas memindahkan satwa ke tempat baru, tetapi juga memastikan keselamatan dan kesejahteraannya selama proses pemulihan dan rehabilitasi. Satwa yang telah dievakuasi diharapkan dapat menjalani proses pemulihan dan rehabilitasi dengan baik. Selanjutnya, kemungkinan pengembalian satwa ke habitat alaminya akan dipertimbangkan berdasarkan hasil evaluasi serta ketentuan yang berlaku. Melalui kegiatan tersebut, BKSDA Bengkulu bersama pihak terkait terus mendorong penanganan satwa yang mengedepankan prinsip kehati-hatian, kesejahteraan satwa, dan tanggung jawab konservasi. Sinergi antarlembaga diharapkan dapat mendukung upaya perlindungan keanekaragaman hayati serta memastikan setiap satwa memperoleh penanganan sesuai kondisi dan kebutuhannya. (Cha)

Lampung Geh News
Lampung Geh News
Open In TikTok:
Region: ID
Friday 16 October 2026 13:28:53 GMT
3111
33
4
2

Music

Download

Comments

nabilasalwaaulia
Nabila Salwa Aulia :
Alhamdulillah udah langsung ditindaklanjut🥹💗💗💗
2026-10-21 17:48:56
0
wijayaringgo
Wijaya Ringgo :
gak viral gak rame
2026-10-16 17:01:46
0
gataupoesink
Nepthys 🦎 :
pindah in aja ke lembah hijau
2026-10-16 14:11:53
0
rentikasari79
Longxia🦞 :
@FIRMA
2026-10-16 14:00:34
0
To see more videos from user @lampunggehnews, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About