@sewaktu.com: Aktivis lingkungan Chanee Kalaweit menduga data laporan titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. Melalui Instagram Story, ia menunjukkan peta Zoom Earth tertanggal 15 Oktober 2026 pukul 09.20 yang memperlihatkan banyak titik api, terutama di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Menurut Chanee, banyaknya titik api yang terlihat pada citra satelit tersebut dinilai tidak sesuai dengan data BNPB yang menurutnya menunjukkan jumlah titik kebakaran lebih sedikit dan sebagian besar telah padam. Namun, dugaan bahwa data laporan tersebut palsu atau bohong belum terverifikasi secara independen. Titik panas pada citra satelit juga tidak selalu berarti kebakaran aktif, sehingga diperlukan pencocokan data dan verifikasi lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.