@shohedd228: #cs2 #fyp

Shohed
Shohed
Open In TikTok:
Region: BY
Friday 16 October 2026 13:44:16 GMT
4609
88
2
16

Music

Download

Comments

tweeksff
.itzTess1z :
понимаю тебя
2026-10-16 13:51:46
4
sigma_timofey148852300
I_Love_G@y_g0rn0 :
https://vt.tiktok.com/ZSgkk8ysx/
2026-10-19 15:29:22
0
To see more videos from user @shohedd228, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pemerintah tengah menyiapkan kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi dengan bunga 6 persen bagi masyarakat berpenghasilan tetap sekitar Rp 17 juta. Skema ini diperuntukkan bagi pembelian rumah dengan harga hingga Rp 500 juta. Selain itu, pemerintah juga memperpanjang fasilitas pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) hingga 2027 untuk rumah seharga sampai Rp 2 miliar, serta PPN DTP atas bagian harga hingga Rp 2 miliar untuk rumah seharga sampai Rp 5 miliar. Kebijakan di sektor perumahan ini merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi untuk kuartal IV 2026 yang disepakati dalam rapat koordinasi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara. Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menyebut stimulus ini berfokus pada perlindungan daya beli masyarakat, perluasan kesempatan kerja, dan keberlanjutan dunia usaha. Paket tersebut juga mencakup Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 300 ribu per bulan selama tiga bulan bagi 13,3 juta pekerja, bantuan beras 10 kilogram per bulan untuk 33,24 juta keluarga penerima manfaat pada Oktober hingga Desember 2026, serta perluasan pengurangan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 bagi 7,5 juta pekerja berpenghasilan di bawah Rp 10 juta per bulan. “Penyiapan alokasi anggaran sementara sekitar Rp 31 triliun yang tengah disisir Kementerian Keuangan difokuskan agar seluruh program tersebut dapat langsung dirasakan manfaatnya dan menjadi fondasi kokoh menuju pencapaian target pertumbuhan ekonomi tahun 2027,” ujar Haryo, Senin (5/10).
Pemerintah tengah menyiapkan kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi dengan bunga 6 persen bagi masyarakat berpenghasilan tetap sekitar Rp 17 juta. Skema ini diperuntukkan bagi pembelian rumah dengan harga hingga Rp 500 juta. Selain itu, pemerintah juga memperpanjang fasilitas pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) hingga 2027 untuk rumah seharga sampai Rp 2 miliar, serta PPN DTP atas bagian harga hingga Rp 2 miliar untuk rumah seharga sampai Rp 5 miliar. Kebijakan di sektor perumahan ini merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi untuk kuartal IV 2026 yang disepakati dalam rapat koordinasi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara. Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menyebut stimulus ini berfokus pada perlindungan daya beli masyarakat, perluasan kesempatan kerja, dan keberlanjutan dunia usaha. Paket tersebut juga mencakup Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 300 ribu per bulan selama tiga bulan bagi 13,3 juta pekerja, bantuan beras 10 kilogram per bulan untuk 33,24 juta keluarga penerima manfaat pada Oktober hingga Desember 2026, serta perluasan pengurangan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 bagi 7,5 juta pekerja berpenghasilan di bawah Rp 10 juta per bulan. “Penyiapan alokasi anggaran sementara sekitar Rp 31 triliun yang tengah disisir Kementerian Keuangan difokuskan agar seluruh program tersebut dapat langsung dirasakan manfaatnya dan menjadi fondasi kokoh menuju pencapaian target pertumbuhan ekonomi tahun 2027,” ujar Haryo, Senin (5/10).

About