@empuxink: Nghĩ đến Huế bồi hồi như lúc nhung nhớ một người 🤍

empuxink
empuxink
Open In TikTok:
Region: VN
Friday 16 October 2026 15:46:23 GMT
424
23
5
4

Music

Download

Comments

urfreakymie
￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ :
e xin ảnh đầu nha ng đẹp uii
2026-10-17 05:45:50
1
chukhibuon02
Kam đang niềng răng :
Bác ui cho mìn xin ảnh đầu với dc hem 🥺
2026-10-16 16:05:34
0
To see more videos from user @empuxink, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pemimpin hebat itu bukan yang paling banyak bicara. Bukan juga yang paling sering memberikan perintah. Kadang justru kita mengenali pemimpin hebat dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan berulang kali. Sebagai kepala sekolah, saya belajar bahwa memimpin bukan sekadar mengatur pekerjaan. Tetapi bagaimana membuat orang lain mau bergerak bersama. Ada 3 kebiasaan yang menurut saya sangat penting. 1️⃣ Pemimpin hebat mau mendengarkan sebelum mengambil keputusan Ini sederhana, tetapi tidak mudah. Kadang pemimpin terlalu cepat memberikan solusi. Guru menyampaikan masalah, belum selesai bercerita, kita sudah menjawab: “Solusinya begini…” Padahal bisa jadi guru sebenarnya tidak sedang mencari jawaban. Dia sedang ingin didengarkan. Cobalah ubah kebiasaan. Ketika seorang guru datang membawa masalah, jangan langsung memotong. Dengarkan sampai selesai. Tanyakan: “Apa yang paling membuat Bapak/Ibu kesulitan?” “Menurut Bapak/Ibu, apa penyebabnya?” “Kalau menurut Bapak/Ibu, solusi yang paling mungkin apa?” Bisa jadi dari percakapan itu justru muncul solusi terbaik. 👉 Kesimpulan: pemimpin yang mau mendengarkan akan lebih mudah memahami masalah sebelum mengambil keputusan. 2️⃣ Pemimpin hebat memberi contoh, bukan hanya memberi instruksi Guru akan lebih mudah mengikuti pemimpin yang melakukan apa yang dia minta orang lain lakukan. Kalau kita meminta guru disiplin waktu, kita berusaha hadir tepat waktu. Kalau kita meminta guru membaca dan belajar, kita juga menunjukkan bahwa kita terus belajar. Kalau kita meminta guru melayani siswa dengan ramah, kita juga harus memperlakukan guru dan tendik dengan baik. Contohnya sederhana. Jangan hanya berkata: “Bapak/Ibu harus menjaga kebersihan sekolah.” Tetapi ketika melihat sampah di depan ruang kerja, pemimpin ikut mengambilnya. Bukan karena tugas kepala sekolah mengambil sampah. Tetapi karena keteladanan sering berbicara lebih keras daripada instruksi. 👉 Kesimpulan: sebelum meminta orang lain berubah, pemimpin perlu bertanya, “Apakah saya sudah memberi contoh?” 3️⃣ Pemimpin hebat menghargai proses, bukan hanya hasil Ini sering terlupakan. Kita terlalu mudah melihat angka. Program berhasil? Bagus. Target tercapai? Bagus. Tetapi bagaimana dengan orang-orang yang bekerja di belakangnya? ✔️ Ada guru yang pulang lebih sore. ✔️ Ada yang belajar teknologi baru. ✔️ Ada yang mencoba metode pembelajaran baru meskipun belum sempurna. ✔️ Ada yang mendampingi siswa berkali-kali sampai akhirnya berhasil. Tidak semua proses langsung menghasilkan prestasi besar. Karena itu, jangan hanya mengatakan: “Bagus, targetnya tercapai.” Sesekali katakan: “Terima kasih, Bapak/Ibu sudah berusaha.” Kalimat sederhana seperti itu bisa sangat berarti. 👉 Kesimpulan: penghargaan terhadap proses membuat orang merasa bahwa kerja keras mereka dilihat dan dihargai. Dan akhirnya, saya semakin percaya... Pemimpin hebat tidak selalu terlihat dari seberapa banyak orang yang menurut kepadanya. Tetapi dari seberapa banyak orang yang tumbuh karena kepemimpinannya. Guru menjadi lebih percaya diri. Tim menjadi lebih kompak. Masalah dibicarakan, bukan disembunyikan. Kesalahan dijadikan bahan belajar. Dan keberhasilan menjadi milik bersama. Jadi kalau hari ini kita menjadi pemimpin... Jangan hanya bertanya: “Apakah bawahan saya sudah bekerja dengan baik?” Sesekali tanyakan juga: “Apakah cara saya memimpin sudah membuat mereka berkembang?” Karena kepemimpinan bukan tentang menjadi orang yang paling tinggi posisinya. Kepemimpinan adalah tentang membuat orang lain menjadi lebih baik setelah bekerja bersama kita. Kalau Anda kepala sekolah, guru, wakil kepala sekolah, atau sedang belajar menjadi pemimpin pendidikan, simpan konten ini. Kebiasaan pemimpin mana yang paling sulit Anda lakukan: mendengarkan, memberi contoh, atau menghargai proses? Dan jangan lupa ikuti @kepalasekolahbercerita untuk konten tentang kepemimpinan sekolah, manajemen guru, budaya sekolah, dan cerita nyata di balik kehidupan kepala sekolah. #kepalasekolah #kepemimpinan #pemimpinsekolah #kepalasekolahbercerita #leadership
Pemimpin hebat itu bukan yang paling banyak bicara. Bukan juga yang paling sering memberikan perintah. Kadang justru kita mengenali pemimpin hebat dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan berulang kali. Sebagai kepala sekolah, saya belajar bahwa memimpin bukan sekadar mengatur pekerjaan. Tetapi bagaimana membuat orang lain mau bergerak bersama. Ada 3 kebiasaan yang menurut saya sangat penting. 1️⃣ Pemimpin hebat mau mendengarkan sebelum mengambil keputusan Ini sederhana, tetapi tidak mudah. Kadang pemimpin terlalu cepat memberikan solusi. Guru menyampaikan masalah, belum selesai bercerita, kita sudah menjawab: “Solusinya begini…” Padahal bisa jadi guru sebenarnya tidak sedang mencari jawaban. Dia sedang ingin didengarkan. Cobalah ubah kebiasaan. Ketika seorang guru datang membawa masalah, jangan langsung memotong. Dengarkan sampai selesai. Tanyakan: “Apa yang paling membuat Bapak/Ibu kesulitan?” “Menurut Bapak/Ibu, apa penyebabnya?” “Kalau menurut Bapak/Ibu, solusi yang paling mungkin apa?” Bisa jadi dari percakapan itu justru muncul solusi terbaik. 👉 Kesimpulan: pemimpin yang mau mendengarkan akan lebih mudah memahami masalah sebelum mengambil keputusan. 2️⃣ Pemimpin hebat memberi contoh, bukan hanya memberi instruksi Guru akan lebih mudah mengikuti pemimpin yang melakukan apa yang dia minta orang lain lakukan. Kalau kita meminta guru disiplin waktu, kita berusaha hadir tepat waktu. Kalau kita meminta guru membaca dan belajar, kita juga menunjukkan bahwa kita terus belajar. Kalau kita meminta guru melayani siswa dengan ramah, kita juga harus memperlakukan guru dan tendik dengan baik. Contohnya sederhana. Jangan hanya berkata: “Bapak/Ibu harus menjaga kebersihan sekolah.” Tetapi ketika melihat sampah di depan ruang kerja, pemimpin ikut mengambilnya. Bukan karena tugas kepala sekolah mengambil sampah. Tetapi karena keteladanan sering berbicara lebih keras daripada instruksi. 👉 Kesimpulan: sebelum meminta orang lain berubah, pemimpin perlu bertanya, “Apakah saya sudah memberi contoh?” 3️⃣ Pemimpin hebat menghargai proses, bukan hanya hasil Ini sering terlupakan. Kita terlalu mudah melihat angka. Program berhasil? Bagus. Target tercapai? Bagus. Tetapi bagaimana dengan orang-orang yang bekerja di belakangnya? ✔️ Ada guru yang pulang lebih sore. ✔️ Ada yang belajar teknologi baru. ✔️ Ada yang mencoba metode pembelajaran baru meskipun belum sempurna. ✔️ Ada yang mendampingi siswa berkali-kali sampai akhirnya berhasil. Tidak semua proses langsung menghasilkan prestasi besar. Karena itu, jangan hanya mengatakan: “Bagus, targetnya tercapai.” Sesekali katakan: “Terima kasih, Bapak/Ibu sudah berusaha.” Kalimat sederhana seperti itu bisa sangat berarti. 👉 Kesimpulan: penghargaan terhadap proses membuat orang merasa bahwa kerja keras mereka dilihat dan dihargai. Dan akhirnya, saya semakin percaya... Pemimpin hebat tidak selalu terlihat dari seberapa banyak orang yang menurut kepadanya. Tetapi dari seberapa banyak orang yang tumbuh karena kepemimpinannya. Guru menjadi lebih percaya diri. Tim menjadi lebih kompak. Masalah dibicarakan, bukan disembunyikan. Kesalahan dijadikan bahan belajar. Dan keberhasilan menjadi milik bersama. Jadi kalau hari ini kita menjadi pemimpin... Jangan hanya bertanya: “Apakah bawahan saya sudah bekerja dengan baik?” Sesekali tanyakan juga: “Apakah cara saya memimpin sudah membuat mereka berkembang?” Karena kepemimpinan bukan tentang menjadi orang yang paling tinggi posisinya. Kepemimpinan adalah tentang membuat orang lain menjadi lebih baik setelah bekerja bersama kita. Kalau Anda kepala sekolah, guru, wakil kepala sekolah, atau sedang belajar menjadi pemimpin pendidikan, simpan konten ini. Kebiasaan pemimpin mana yang paling sulit Anda lakukan: mendengarkan, memberi contoh, atau menghargai proses? Dan jangan lupa ikuti @kepalasekolahbercerita untuk konten tentang kepemimpinan sekolah, manajemen guru, budaya sekolah, dan cerita nyata di balik kehidupan kepala sekolah. #kepalasekolah #kepemimpinan #pemimpinsekolah #kepalasekolahbercerita #leadership

About