@pv_collectibles: Going live soon ! You’re able to get them on our live soon ! Stay tuned !

dealafterdeal
dealafterdeal
Open In TikTok:
Region: US
Friday 16 October 2026 16:49:52 GMT
5610
28
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @pv_collectibles, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

prakiraan cuaca ekstrem pada 18 Oktober 2026 serta prediksi awal musim hujan 2026/2027 di Indonesia: ​1. Potensi Cuaca Ekstrem  (18 Oktober 2026) ​BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang mencakup hujan sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai angin kencang.  Wilayah yang terdampak dibagi berdasarkan status kewaspadaan: ​Status SIAGA (Hujan Lebat hingga Sangat Lebat) ​Aceh Menjadi satu-satunya provinsi dalam kategori Siaga.  Masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan genangan air. ​Status WASPADA  (Hujan Sedang hingga Lebat) ​Terdapat 9 provinsi lain yang berada dalam kategori Waspada: ​Sumatra:  Riau, Sumatra Barat, Sumatra Utara ​Kalimantan:  Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah ​Papua:  Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan ​2. Prediksi Awal Musim Hujan 2026/2027 ​Penyebab Keterlambatan Musim Hujan ​Musim hujan periode 2026/2027 diprediksi mengalami kemunduran (terlambat) di 529 Zona Musim (61,08% wilayah Indonesia) dari rata-rata klimatologisnya.  Terlambatnya musim hujan ini disebabkan oleh kombinasi dua fenomena iklim utama: ​El Niño Sangat Kuat:  Anomali suhu muka laut di wilayah Niño3.4 Samudra Pasifik berada pada angka +2,83 dengan indeks ENSO periode Juli–September sebesar +2,63. ​Indian Ocean Dipole (IOD) Positif:  Indeks IOD di Samudra Hindia menunjukkan fase positif (nilai +0,376), yang berpotensi bertahan hingga akhir tahun. ​Dampak:  Kombinasi El Niño kuat dan IOD positif memperpanjang periode kekeringan, mengurangi curah hujan, dan memperpendek durasi musim hujan secara keseluruhan. ​Peta Wilayah Awal Musim Hujan ​Awal musim hujan tidak berlangsung secara serentak di seluruh Indonesia: ​A. Mulai November 2026  (185 ZOM / 24,66% Wilayah) ​Sebagian Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi ​Sebagian Bali, NTB, dan sebagian kecil NTT ​Sebagian Maluku Utara dan Maluku ​Papua Barat bagian utara & sebagian Papua Selatan ​B. Mulai Desember 2026  (266 ZOM / 17,31% Wilayah) ​Sebagian Lampung ​Sebagian besar Jawa, Bali, NTB, dan NTT ​Sebagian Kalimantan Selatan ​Sebagian besar Sulawesi ​Sebagian Maluku Utara dan Maluku ​Papua Selatan bagian selatan #update  #infoterkini  #sorotan  #cuaca  #seluruhindonesia
prakiraan cuaca ekstrem pada 18 Oktober 2026 serta prediksi awal musim hujan 2026/2027 di Indonesia: ​1. Potensi Cuaca Ekstrem (18 Oktober 2026) ​BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang mencakup hujan sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai angin kencang. Wilayah yang terdampak dibagi berdasarkan status kewaspadaan: ​Status SIAGA (Hujan Lebat hingga Sangat Lebat) ​Aceh Menjadi satu-satunya provinsi dalam kategori Siaga. Masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan genangan air. ​Status WASPADA (Hujan Sedang hingga Lebat) ​Terdapat 9 provinsi lain yang berada dalam kategori Waspada: ​Sumatra: Riau, Sumatra Barat, Sumatra Utara ​Kalimantan: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah ​Papua: Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan ​2. Prediksi Awal Musim Hujan 2026/2027 ​Penyebab Keterlambatan Musim Hujan ​Musim hujan periode 2026/2027 diprediksi mengalami kemunduran (terlambat) di 529 Zona Musim (61,08% wilayah Indonesia) dari rata-rata klimatologisnya. Terlambatnya musim hujan ini disebabkan oleh kombinasi dua fenomena iklim utama: ​El Niño Sangat Kuat: Anomali suhu muka laut di wilayah Niño3.4 Samudra Pasifik berada pada angka +2,83 dengan indeks ENSO periode Juli–September sebesar +2,63. ​Indian Ocean Dipole (IOD) Positif: Indeks IOD di Samudra Hindia menunjukkan fase positif (nilai +0,376), yang berpotensi bertahan hingga akhir tahun. ​Dampak: Kombinasi El Niño kuat dan IOD positif memperpanjang periode kekeringan, mengurangi curah hujan, dan memperpendek durasi musim hujan secara keseluruhan. ​Peta Wilayah Awal Musim Hujan ​Awal musim hujan tidak berlangsung secara serentak di seluruh Indonesia: ​A. Mulai November 2026 (185 ZOM / 24,66% Wilayah) ​Sebagian Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi ​Sebagian Bali, NTB, dan sebagian kecil NTT ​Sebagian Maluku Utara dan Maluku ​Papua Barat bagian utara & sebagian Papua Selatan ​B. Mulai Desember 2026 (266 ZOM / 17,31% Wilayah) ​Sebagian Lampung ​Sebagian besar Jawa, Bali, NTB, dan NTT ​Sebagian Kalimantan Selatan ​Sebagian besar Sulawesi ​Sebagian Maluku Utara dan Maluku ​Papua Selatan bagian selatan #update #infoterkini #sorotan #cuaca #seluruhindonesia

About