@noahbasic: EP 05 - DIE REUE Prod:@𝓑𝔂CØDAC Stimme: Wanja Gerick Regie & Writing Noahbasic #foryou #shortfilm

NOAHBASIC
NOAHBASIC
Open In TikTok:
Region: DE
Friday 16 October 2026 16:57:00 GMT
12917
2265
30
32

Music

Download

Comments

denotrde
DenoTRDE :
einfach Synchronsprecher von Anakin am Anfang hahahah
2026-10-16 19:19:47
123
franschesco1
Kartoffelrentner :
Bro wie das video hat nich Millionen von aufrufen
2026-10-17 00:13:08
34
lefoer
Le🦋✨ :
Ich finde es wirklich faszinierend, wie du solche menschlichen Themen aufgreifst, hinterfragst und filmisch greifbar machst. Deine Kurzfilme ziehen mich wirklich in ihren Bann und ich freue mich jedes Mal darauf zu sehen, welchem Gedanken du dich als Nächstes widmest und wie du ihn umsetzt. Ich hoffe sehr, dass daraus irgendwann ein ganzer Film entsteht. Viel mehr als nur schöne Bilder 🖤
2026-10-16 18:39:01
3
byrobin.creates
byrobin.creates♱ :
Wow so stark gemacht weiter so Bro God bless
2026-10-16 19:13:45
7
firat_neo
Firat_neo :
Das ist Fire 🔥 die synchron Stimme am Anfang kenne ich doch von irgendwo her
2026-10-16 17:06:39
5
eddynextupp
EDDYNEXTUP :
Kranke Qualität wow 🔥
2026-10-17 16:06:26
6
georgios.pts
Georgios :
Mal wieder ein Banger🔥🤩
2026-10-16 17:20:11
1
jakobvstroii
jakob.vst96 :
Bro dreh mal was mit 93Media die sind auch aus Offenbach die machen was geileres mit dir 🔥
2026-10-19 11:18:55
0
d.sofia4ever
𝓢𝓸𝓯𝓲𝓪✨❦ :
Das ist zu Peak
2026-10-16 17:18:02
2
petitilayda
Petitilayda :
Peak Content
2026-10-17 09:23:44
3
danyalalves
Danyal Alves :
Sehr sehr gut 🔥
2026-10-16 17:53:23
1
76ermin
ermin :
Sehr inspirierend 🙏
2026-10-16 18:42:09
1
celina26.10
𝕮𝖊𝖑𝖎𝖓𝖆⚡️ :
Ich liebe es
2026-10-16 18:22:09
1
xo.alisaa
xo.alisaa :
Stark 🙏🏼🙏🏼
2026-10-16 17:58:40
1
daimian_hmb
️ :
Es ist so tiefgründig
2026-10-17 10:24:20
1
sal.png01
♟️ :
2026-10-16 17:02:43
0
delivio117
👤 :
2026-10-17 09:06:26
1
youness.moccro
youness.moccro :
2026-10-17 19:58:17
0
jalljanananana
Jallja Nananana :
mal wieder super gemacht👏👏👏
2026-10-16 17:33:25
0
joel.grig
Joel.grig :
So ein schönes Video [Feuer]
2026-10-17 13:15:01
0
meron.rg
meron.rg :
2026-10-16 22:53:32
0
wael.peptide
wael.peptide :
Bruder was hast du getan 💯absolut geisteskrank
2026-10-16 18:46:53
2
tpm261
🤙🏾 :
2026-10-16 17:39:14
2
nahom_tw
Nahom_tw :
🔥🔥🔥
2026-10-16 17:22:18
1
To see more videos from user @noahbasic, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV:Sejak pertama kali mengenal Mark, aku tahu hidupku tidak akan pernah lagi “tenang” dengan cara yang biasanya. Anak itu tengil, suka jail, dan selalu punya cara aneh untuk membuatku geleng-geleng kepala. Kadang aku kesal, kadang aku tertawa sampai perut sakit. Tapi satu hal yang tidak pernah berubah: Mark mencintaiku sepenuh hati. Tanpa ragu, tanpa syarat. Sayangnya, dunia kami tidak semudah itu. Ayahku tak pernah merestui hubungan kami, bukan karena Mark jahat, bukan karena ia tidak layak tetapi karena ayah kami pernah memiliki dendam yang tak selesai di masa lalu. Permasalahan yang bahkan aku sendiri tak pernah benar-benar mengerti, namun cukup besar untuk membuat ayah membenci nama keluarga Mark sampai ke keturunannya. “Dia anak musuh ayah. Kamu nggak boleh dekat-dekat dia.” Kalimat itu terus terngiang di kepalaku, seperti tembok tinggi yang tiba-tiba berdiri di antara kami. Mark tidak menyerah. Berkali-kali ia datang ke rumah, berusaha menjelaskan, berusaha meminta kesempatan. Tapi setiap datang, ia pulang dengan luka baru kadang karena kata-kata ayahku, kadang karena tatapan yang tak ingin mengakui kebaikannya.Aku ingin percaya semuanya akan baik-baik saja… sampai akhirnya ayah mengambil keputusan paling kejam dalam hidupku: Ia meminta aku memutuskan hubungan dengan Mark dan menikah dengan lelaki pilihannya. Lelaki yang bahkan tidak pernah aku kenal, apalagi aku cintai. Aku menolak. Menangis. Bahkan memohon. Tapi ayah tidak berubah. Yang paling menyakitkan adalah ketika Mark mendengar semuanya… dan justru meminta aku untuk mengikuti keinginan ayah. Aku marah. Benar-benar marah. “Kenapa kamu nyerah? Kenapa kamu malah ikut mereka?” Aku membentaknya dengan suara bergetar. Mark hanya menatapku. Mata cokelatnya yang biasanya penuh centil itu kini kosong, seperti sedang menahan sesuatu yang jauh lebih berat dari amarahku. “Aku nggak nyerah,” ia berkata pelan. “Aku cuma nggak mau jadi alasan kamu dijauhin keluarga kamu. Aku nggak mau kamu dipaksa memilih antara aku atau ayahmu. Kamu bisa benci aku nanti, tapi jangan pernah benci keluargamu sendiri karena aku.” Aku terdiam. Rasanya dadaku diremas dari dalam. Mark mendekat, mengusap pipiku yang basah. “Kamu tahu aku cinta kamu. Itu nggak berubah. Tapi kalau aku terus melawan… kamu yang hancur.” Di momen itu, aku sadar dia sedang patah. Tapi ia mematahkan dirinya sendiri agar aku tetap utuh. Ia menggenggam tanganku kencang, seolah menahan waktu. “Kali ini… nurutin ayah kamu dulu, ya?” Aku tidak membalas apa pun. Aku hanya memeluknya, sekuat yang aku bisa, seakan pelukan itu bisa membuat nasib berpihak pada kami. Tapi ketika ia melepaskan pelukanku, aku tahu… itu adalah akhir yang tak pernah kami inginkan.  #pov #fyp #mark
POV:Sejak pertama kali mengenal Mark, aku tahu hidupku tidak akan pernah lagi “tenang” dengan cara yang biasanya. Anak itu tengil, suka jail, dan selalu punya cara aneh untuk membuatku geleng-geleng kepala. Kadang aku kesal, kadang aku tertawa sampai perut sakit. Tapi satu hal yang tidak pernah berubah: Mark mencintaiku sepenuh hati. Tanpa ragu, tanpa syarat. Sayangnya, dunia kami tidak semudah itu. Ayahku tak pernah merestui hubungan kami, bukan karena Mark jahat, bukan karena ia tidak layak tetapi karena ayah kami pernah memiliki dendam yang tak selesai di masa lalu. Permasalahan yang bahkan aku sendiri tak pernah benar-benar mengerti, namun cukup besar untuk membuat ayah membenci nama keluarga Mark sampai ke keturunannya. “Dia anak musuh ayah. Kamu nggak boleh dekat-dekat dia.” Kalimat itu terus terngiang di kepalaku, seperti tembok tinggi yang tiba-tiba berdiri di antara kami. Mark tidak menyerah. Berkali-kali ia datang ke rumah, berusaha menjelaskan, berusaha meminta kesempatan. Tapi setiap datang, ia pulang dengan luka baru kadang karena kata-kata ayahku, kadang karena tatapan yang tak ingin mengakui kebaikannya.Aku ingin percaya semuanya akan baik-baik saja… sampai akhirnya ayah mengambil keputusan paling kejam dalam hidupku: Ia meminta aku memutuskan hubungan dengan Mark dan menikah dengan lelaki pilihannya. Lelaki yang bahkan tidak pernah aku kenal, apalagi aku cintai. Aku menolak. Menangis. Bahkan memohon. Tapi ayah tidak berubah. Yang paling menyakitkan adalah ketika Mark mendengar semuanya… dan justru meminta aku untuk mengikuti keinginan ayah. Aku marah. Benar-benar marah. “Kenapa kamu nyerah? Kenapa kamu malah ikut mereka?” Aku membentaknya dengan suara bergetar. Mark hanya menatapku. Mata cokelatnya yang biasanya penuh centil itu kini kosong, seperti sedang menahan sesuatu yang jauh lebih berat dari amarahku. “Aku nggak nyerah,” ia berkata pelan. “Aku cuma nggak mau jadi alasan kamu dijauhin keluarga kamu. Aku nggak mau kamu dipaksa memilih antara aku atau ayahmu. Kamu bisa benci aku nanti, tapi jangan pernah benci keluargamu sendiri karena aku.” Aku terdiam. Rasanya dadaku diremas dari dalam. Mark mendekat, mengusap pipiku yang basah. “Kamu tahu aku cinta kamu. Itu nggak berubah. Tapi kalau aku terus melawan… kamu yang hancur.” Di momen itu, aku sadar dia sedang patah. Tapi ia mematahkan dirinya sendiri agar aku tetap utuh. Ia menggenggam tanganku kencang, seolah menahan waktu. “Kali ini… nurutin ayah kamu dulu, ya?” Aku tidak membalas apa pun. Aku hanya memeluknya, sekuat yang aku bisa, seakan pelukan itu bisa membuat nasib berpihak pada kami. Tapi ketika ia melepaskan pelukanku, aku tahu… itu adalah akhir yang tak pernah kami inginkan. #pov #fyp #mark

About