@ann_a514: 12:12 | وەرە کورد بەو مەکە پەیمان شکێنی #fyp #foryou #fypシ #classic #ann_a514

نارێ☘︎
نارێ☘︎
Open In TikTok:
Region: IQ
Friday 16 October 2026 21:12:16 GMT
6275
764
3
42

Music

Download

Comments

ahi_373
Ahi..7🌸 :
شازە❤
2026-10-19 17:15:05
2
luv.ani1aa
Aɳყαα” :
یارەکەیی منن❣️❣️.
2026-10-19 17:38:42
1
user_ara113
𝑨𝒓𝒊𝒂✨ :
وەڵا بژی
2026-10-19 17:15:37
1
To see more videos from user @ann_a514, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Masjid Raya Baiturrahman yang asli tidak berkubah. Atapnya limas bersusun empat, dari kayu — bentuk khas masjid Nusantara pada zamannya. April 1873, Belanda menyerang Kutaraja. Rakyat menjadikan masjid itu benteng, dan Belanda membalas dengan menembakkan suar ke atap jeraminya hingga terbakar. Jenderal Kohler tewas di halamannya. Dan ada satu hal yang jarang disebut: Belanda menyerang bangunan itu karena mengira itu istana sultan. Empat tahun kemudian pemerintah kolonial berjanji membangunnya kembali — bukan karena menyesal, tapi untuk meredam kemarahan rakyat Aceh. Arsiteknya Gerrit Bruins, kapten zeni angkatan darat Belanda, yang lebih dulu meninjau masjid-masjid kerajaan Islam dan berkonsultasi dengan Snouck Hurgronje. Dan ia memasang sesuatu yang waktu itu belum lazim di masjid Nusantara: sebuah kubah. Batu pertamanya diletakkan pada 9 Oktober 1879 oleh ulama Aceh, Tengku Qadhi Malikul Adil. Selesai 27 Desember 1881. Tapi banyak orang Aceh menolak salat di dalamnya. Mereka menganggap salat di masjid buatan Belanda tidak sah. Lalu waktu berjalan. Kubahnya bertambah — tiga, lima, tujuh. Dan masjid yang dulu ditolak, jadi kebanggaan. 26 Desember 2004, kota itu rata. Masjid ini tetap berdiri, dan ribuan orang berlindung di dalamnya. Dibangun untuk menjinakkan. Berakhir jadi tempat berlindung. Catatan: tahun pendirian masjid pertama berbeda antar sumber (1292 atau 1612). Bentuknya datang dari luar — maknanya direbut kembali oleh pemiliknya. Sumber di slide terakhir. #TheAtjehJourney #TheAtjehConnection #MasjidRayaBaiturrahman #BandaAceh #SejarahAceh
Masjid Raya Baiturrahman yang asli tidak berkubah. Atapnya limas bersusun empat, dari kayu — bentuk khas masjid Nusantara pada zamannya. April 1873, Belanda menyerang Kutaraja. Rakyat menjadikan masjid itu benteng, dan Belanda membalas dengan menembakkan suar ke atap jeraminya hingga terbakar. Jenderal Kohler tewas di halamannya. Dan ada satu hal yang jarang disebut: Belanda menyerang bangunan itu karena mengira itu istana sultan. Empat tahun kemudian pemerintah kolonial berjanji membangunnya kembali — bukan karena menyesal, tapi untuk meredam kemarahan rakyat Aceh. Arsiteknya Gerrit Bruins, kapten zeni angkatan darat Belanda, yang lebih dulu meninjau masjid-masjid kerajaan Islam dan berkonsultasi dengan Snouck Hurgronje. Dan ia memasang sesuatu yang waktu itu belum lazim di masjid Nusantara: sebuah kubah. Batu pertamanya diletakkan pada 9 Oktober 1879 oleh ulama Aceh, Tengku Qadhi Malikul Adil. Selesai 27 Desember 1881. Tapi banyak orang Aceh menolak salat di dalamnya. Mereka menganggap salat di masjid buatan Belanda tidak sah. Lalu waktu berjalan. Kubahnya bertambah — tiga, lima, tujuh. Dan masjid yang dulu ditolak, jadi kebanggaan. 26 Desember 2004, kota itu rata. Masjid ini tetap berdiri, dan ribuan orang berlindung di dalamnya. Dibangun untuk menjinakkan. Berakhir jadi tempat berlindung. Catatan: tahun pendirian masjid pertama berbeda antar sumber (1292 atau 1612). Bentuknya datang dari luar — maknanya direbut kembali oleh pemiliknya. Sumber di slide terakhir. #TheAtjehJourney #TheAtjehConnection #MasjidRayaBaiturrahman #BandaAceh #SejarahAceh

About