@basaraski: HUGE PACKERS NEWS 🚨 Jacobs Activated -- Final Injury report vs Cowboys! #TikTokCampaign #football #cowboys #packers #joshjacobs

Basaraski
Basaraski
Open In TikTok:
Region: US
Friday 16 October 2026 21:34:12 GMT
9970
832
17
8

Music

Download

Comments

wlliamjw1
Mike Williams :
Jacobs avg 61 yards a game last season, not great!
2026-10-17 01:06:32
1
cole.sughrue
Ratios make me horny :
Finally are run game won’t be ass
2026-10-16 21:43:33
29
yeetyeetflokka
YYF :
I don’t want him on my team tf
2026-10-16 22:48:20
8
jesser9565
JESSE😎🍺 :
Let’s go baby go pack go 😎🏈
2026-10-17 06:52:49
0
yetiup
YETI :
I'm glad he's off the list now. They should trade em lol. Payne and Rasul from the commanders would be cool
2026-10-17 03:30:57
1
beaj21
Bruce :
Blah blah blah all rumors and gossip....not one person lists his sources
2026-10-16 21:51:11
4
craigraimondi
Crawler Craig :
F-The Packers!!!!
2026-10-17 07:16:10
0
bigfavy626
Rayan ant :
@nfl “I’ll let the results do the talking 🤫🎯 Story has the rest.”
2026-10-16 23:43:18
2
To see more videos from user @basaraski, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Menurut dokumen gugatan yang diperoleh media Sisa Journal pada 16 Oktober, Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Barat Texas pada 14 Oktober waktu setempat mengabulkan permohonan discovery yang diajukan SM Entertainment terhadap X (sebelumnya Twitter). Keputusan tersebut keluar sembilan hari setelah SM mengajukan permohonan.  SM meminta pengungkapan identitas dua akun, yakni '@RIIZE******' dan '@ri*******'. Dalam permohonannya, SM menyebut aktivitas kedua akun tersebut mencakup kritik terhadap perusahaan, pernyataan mengenai perlakuan terhadap Seunghan, ajakan boikot, serta kampanye tagar yang terorganisasi. Menurut klaim SM, salah satu pengelola akun mengajak para pengikutnya untuk mengirimkan laporan yang menuntut kembalinya Seunghan. Pengelola tersebut diduga memberikan petunjuk untuk mengakali batasan pengiriman laporan, seperti membuat setidaknya lima akun, menghapus cache, serta mengaktifkan dan menonaktifkan mode pesawat sebelum mengirimkan laporan kembali. Cara tersebut diduga digunakan untuk melewati pembatasan yang mencegah pengguna mengirimkan laporan baru di papan yang sama dalam waktu 10 menit. SM menyatakan bahwa sekitar 3.368 laporan terkait Seunghan pada 15 Oktober 2024 saja dikategorikan sebagai spam atau unggahan terorganisasi. Hingga 7 Agustus 2025, jumlah laporan yang diklaim masuk secara kumulatif mencapai sekitar 32.785. Pengelola akun lainnya juga dituding memasang balon, spanduk, kendaraan iklan, serta papan reklame digital bercahaya di sekitar kantor pusat SM di Korea Selatan. SM menyatakan bahwa pemasangan tersebut menggunakan area publik yang diatur tanpa izin dan mengganggu operasional perusahaan, sehingga membutuhkan pengerahan banyak staf untuk menangani berbagai instalasi itu. Sebelum mengajukan permohonan discovery di Amerika Serikat, SM telah mengajukan gugatan perdata terhadap kedua pengelola akun di Pengadilan Distrik Timur Seoul pada tahun sebelumnya. Pada Oktober tahun berikutnya, perusahaan kemudian mengajukan permohonan ke pengadilan AS untuk mengidentifikasi para tergugat demi melanjutkan proses hukum. Meski permohonan tersebut dikabulkan, SM belum otomatis memperoleh identitas kedua pengelola akun. X masih dapat mengajukan keberatan atau meminta peninjauan kembali, sehingga pengadilan mungkin perlu mempertimbangkan persoalan tersebut lebih lanjut. >> News Nate  #seunghan #riize #smentertainment
Menurut dokumen gugatan yang diperoleh media Sisa Journal pada 16 Oktober, Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Barat Texas pada 14 Oktober waktu setempat mengabulkan permohonan discovery yang diajukan SM Entertainment terhadap X (sebelumnya Twitter). Keputusan tersebut keluar sembilan hari setelah SM mengajukan permohonan. SM meminta pengungkapan identitas dua akun, yakni '@RIIZE******' dan '@ri*******'. Dalam permohonannya, SM menyebut aktivitas kedua akun tersebut mencakup kritik terhadap perusahaan, pernyataan mengenai perlakuan terhadap Seunghan, ajakan boikot, serta kampanye tagar yang terorganisasi. Menurut klaim SM, salah satu pengelola akun mengajak para pengikutnya untuk mengirimkan laporan yang menuntut kembalinya Seunghan. Pengelola tersebut diduga memberikan petunjuk untuk mengakali batasan pengiriman laporan, seperti membuat setidaknya lima akun, menghapus cache, serta mengaktifkan dan menonaktifkan mode pesawat sebelum mengirimkan laporan kembali. Cara tersebut diduga digunakan untuk melewati pembatasan yang mencegah pengguna mengirimkan laporan baru di papan yang sama dalam waktu 10 menit. SM menyatakan bahwa sekitar 3.368 laporan terkait Seunghan pada 15 Oktober 2024 saja dikategorikan sebagai spam atau unggahan terorganisasi. Hingga 7 Agustus 2025, jumlah laporan yang diklaim masuk secara kumulatif mencapai sekitar 32.785. Pengelola akun lainnya juga dituding memasang balon, spanduk, kendaraan iklan, serta papan reklame digital bercahaya di sekitar kantor pusat SM di Korea Selatan. SM menyatakan bahwa pemasangan tersebut menggunakan area publik yang diatur tanpa izin dan mengganggu operasional perusahaan, sehingga membutuhkan pengerahan banyak staf untuk menangani berbagai instalasi itu. Sebelum mengajukan permohonan discovery di Amerika Serikat, SM telah mengajukan gugatan perdata terhadap kedua pengelola akun di Pengadilan Distrik Timur Seoul pada tahun sebelumnya. Pada Oktober tahun berikutnya, perusahaan kemudian mengajukan permohonan ke pengadilan AS untuk mengidentifikasi para tergugat demi melanjutkan proses hukum. Meski permohonan tersebut dikabulkan, SM belum otomatis memperoleh identitas kedua pengelola akun. X masih dapat mengajukan keberatan atau meminta peninjauan kembali, sehingga pengadilan mungkin perlu mempertimbangkan persoalan tersebut lebih lanjut. >> News Nate #seunghan #riize #smentertainment

About