@salik_alfakir: Rasa itu datang seperti angin. Hari ini ia berhembus lembut, menenangkan dada. Besok bisa jadi badai, membuatmu ingin lari. Jika pernikahan hanya kamu bangun di atas rasa, maka kamu sedang membangun rumah di atas angin. Indah sebentar, rapuh selamanya. Sebab rasa bukan pondasi, ia hanya hiasan. Banyak yang menikah karena jatuh cinta, bukan karena siap untuk mencinta. Jatuh cinta itu peristiwa, mencinta itu pekerjaan. Peristiwa membuatmu berdebar, pekerjaan membuatmu bertahan. Dan pernikahan tidak hidup dari debar, ia hidup dari kerja harian yang sunyi — mendengar, memaafkan, mengalah, mengulang lagi. Rasa bisa berubah karena manusia memang berubah. Tubuh menua, selera bergeser, luka lama muncul kembali, rezeki naik turun. Orang yang kamu nikahi hari ini bukan orang yang sama lima tahun lagi. Begitu juga dirimu. Jika yang mengikat hanya rasa yang dulu, apa yang akan mengikatmu pada versi dirinya yang baru? Karena itu, menikahlah dengan kesadaran. Kesadaran bahwa orang di hadapanmu bukan jawaban atas kesepianmu, tapi teman perjalanan menuju Tuhan. Kesadaran bahwa kamu tidak sedang mencari kebahagiaan, tapi sedang belajar menjadi sumber kebahagiaan. Pernikahan bukan tentang menemukan yang sempurna, tapi tentang berkomitmen menyempurnakan niat bersama. Kesadaran mengajarkanmu melihat pernikahan bukan sebagai puncak, melainkan sebagai permulaan ibadah panjang. Ibadah yang tidak selalu indah. Ada sujud yang lama, ada doa yang terasa hambar, ada lelah yang tidak bisa diceritakan. Di situlah pahala itu. Bukan pada momen bulan madu, tapi pada momen kamu memilih tetap tinggal dan tetap lembut meski hati sedang tidak mudah. Jika ini adalah ibadah panjang, maka kamu akan berhenti menuntut untuk selalu dimengerti, dan mulai belajar untuk mengerti. Berhenti menunggu disempurnakan, dan mulai melatih diri menjadi penyempurna. Karena dalam ibadah, yang dinilai bukan seberapa sering kamu bahagia, tapi seberapa ikhlas kamu bertahan dan bertumbuh. Maka jangan buru-buru menikah hanya karena hatimu bergetar. Tanyakan pada dirimu: sanggupkah aku mencintai orang ini bahkan ketika rasa itu hilang? Sanggupkah aku menjadikannya jalan pulang, bukan hanya tempat singgah? Sebab pernikahan yang dibangun dengan kesadaran, akan tetap berdiri bahkan ketika rasa sedang pergi berlibur. #ribath💫 #ustadzgaul
ABUYA DR.ARRAZY HASYIM,MA.HUM
Region: ID
Friday 16 October 2026 22:08:12 GMT
Music
Download
Comments
Yayu :
😭 laa haula walaquwwata illabillahil 'aliyyil adzim
2026-10-17 13:44:23
1
ATIXUE 🇹🇼 :
😭😭😭😭😭... membaca caption sambil 😭😭😭😭
2026-10-17 15:14:19
0
dewisawardi415 :
Masya Allah😭
2026-10-17 15:26:32
0
erlangga digdaya nuswantoro :
barakallah
2026-10-17 15:24:21
0
DANIII :
luar biasa
2026-10-17 14:49:07
0
@Lightworker81 :
fakta
2026-10-17 01:59:32
0
zaidassamad :
🤲🤲amin
2026-10-17 10:17:03
0
BUNDA DARSIH 🕊️ :
ALLAH...
2026-10-17 09:10:47
0
Sugik 07 :
ijin save
2026-10-16 22:13:42
0
Arick Susanto :
nderek Taslim tadz
2026-10-17 13:45:12
0
صحيبة الا سلا ميه :
😭..laa hawla walaa quwwata illaa billaah
2026-10-17 05:50:41
0
pak Munwahid :
Subhanallah guru saya ijin share
2026-10-17 03:04:14
0
zida :
2026-10-17 06:24:29
0
kang parfum :
betul sekali ustadz
izin copas [Berdoa][Berdoa]
2026-10-17 08:15:24
0
Harli Ilyas :
2026-10-17 08:10:45
0
🤩copas😍 :
👍
2026-10-16 23:10:47
0
fatimah azzahra :
Masya Allah....ibadah terpanjang penuh dgn perjuangan dan pengorbanan serta ketulusan 😭😭
2026-10-17 15:46:46
0
Aju :
🥰🥰🥰
2026-10-16 23:29:42
1
fadlah ilahiyah :
🥰🥰🥰
2026-10-17 01:43:48
0
Nurjanah :
🥰🥰🙏🙏
2026-10-17 01:16:06
0
JANI :
🥺🥺
2026-10-16 23:23:00
0
SAIFULLAH :
بسم الله الرحمن الرحيم
لا اله إلا الله محمد رسول الله
۞اَللهُم صَلِّى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمّد ٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ۞
صلى الله على سيدنا محمد
صلى الله على محمد
2026-10-17 04:56:14
0
To see more videos from user @salik_alfakir, please go to the Tikwm
homepage.