@akhssjososw: #RoV #RoVThailand #PreytaHighlight #RoV10thAnniversary

akhssjososw
akhssjososw
Open In TikTok:
Region: TH
Saturday 17 October 2026 02:03:01 GMT
41952
0
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @akhssjososw, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ada yang menyebutnya Pasar Setan. Ada pula yang mengenalnya sebagai Pasar Siluman. Tak ada yang tahu nama aslinya—karena mereka yang terlalu jauh masuk ke dalamnya, jarang kembali dengan pikiran utuh. Konon, pasar itu muncul hanya pada malam-malam tertentu… di punggung sebuah gunung tua yang terkenal angker, tempat kabut tak pernah benar-benar pergi dari lerengnya. Dari kejauhan, pasar itu tampak seperti pasar tradisional biasa. Lampu-lampu sentir redup menggantung di antara lapak bambu reyot, cahayanya bergetar pelan diterpa angin gunung. Udara di sekitarnya terasa aneh— dingin, lembap, dan dipenuhi aroma tanah basah bercampur kayu lapuk dan bunga melati yang sangat kuat, seakan wangi itu datang dari jantung pasar sendiri, manis namun menusuk hidung. Pedagang dan pembelinya berpakaian seperti orang-orang desa Jawa tempo dulu— jarik lusuh, kebaya pudar, ikat kepala batik, beskap tua. Mereka berbicara pelan… tertawa… menawar dagangan… seolah tak ada yang aneh. Namun ketika aku berjalan di antara mereka, tak satu pun yang benar-benar bertransaksi. Mereka hanya berhenti. Diam. Lalu menoleh perlahan ke arahku. Puluhan pasang mata putih itu menatap tanpa berkedip. Bukan marah. Bukan mengancam. Hanya… penasaran. Seolah mereka sedang melihat sesuatu yang asing di tempat mereka. Tak ada yang menyentuhku. Tak ada yang mengejarku. Mereka hanya memperhatikan setiap langkahku dalam diam, dengan kepala sedikit miring dan mulut terbuka terlalu lebar. Semakin lama aku berdiri di sana, semakin pekat bau lembap, lumpur, kayu lapuk, dan wangi melati yang menusuk memenuhi hidungku— seakan seluruh pasar itu hidup dari aroma tanah basah dan bunga. Sampai hari ini aku masih tak tahu apa yang sebenarnya kulihat malam itu. Mungkin mereka memang penghuni pasar gaib di punggung gunung itu. Atau mungkin… aku hanya berhalusinasi karena terlalu letih saat mendaki. Tapi satu hal yang tak pernah bisa kujelaskan— mengapa setelah turun gunung, aroma bunga melati dan tanah lembap dari pasar itu masih menempel di pakaianku selama berhari-hari. #horrormedia #horrortiktok #horrorstory #pasargaib #ghost
Ada yang menyebutnya Pasar Setan. Ada pula yang mengenalnya sebagai Pasar Siluman. Tak ada yang tahu nama aslinya—karena mereka yang terlalu jauh masuk ke dalamnya, jarang kembali dengan pikiran utuh. Konon, pasar itu muncul hanya pada malam-malam tertentu… di punggung sebuah gunung tua yang terkenal angker, tempat kabut tak pernah benar-benar pergi dari lerengnya. Dari kejauhan, pasar itu tampak seperti pasar tradisional biasa. Lampu-lampu sentir redup menggantung di antara lapak bambu reyot, cahayanya bergetar pelan diterpa angin gunung. Udara di sekitarnya terasa aneh— dingin, lembap, dan dipenuhi aroma tanah basah bercampur kayu lapuk dan bunga melati yang sangat kuat, seakan wangi itu datang dari jantung pasar sendiri, manis namun menusuk hidung. Pedagang dan pembelinya berpakaian seperti orang-orang desa Jawa tempo dulu— jarik lusuh, kebaya pudar, ikat kepala batik, beskap tua. Mereka berbicara pelan… tertawa… menawar dagangan… seolah tak ada yang aneh. Namun ketika aku berjalan di antara mereka, tak satu pun yang benar-benar bertransaksi. Mereka hanya berhenti. Diam. Lalu menoleh perlahan ke arahku. Puluhan pasang mata putih itu menatap tanpa berkedip. Bukan marah. Bukan mengancam. Hanya… penasaran. Seolah mereka sedang melihat sesuatu yang asing di tempat mereka. Tak ada yang menyentuhku. Tak ada yang mengejarku. Mereka hanya memperhatikan setiap langkahku dalam diam, dengan kepala sedikit miring dan mulut terbuka terlalu lebar. Semakin lama aku berdiri di sana, semakin pekat bau lembap, lumpur, kayu lapuk, dan wangi melati yang menusuk memenuhi hidungku— seakan seluruh pasar itu hidup dari aroma tanah basah dan bunga. Sampai hari ini aku masih tak tahu apa yang sebenarnya kulihat malam itu. Mungkin mereka memang penghuni pasar gaib di punggung gunung itu. Atau mungkin… aku hanya berhalusinasi karena terlalu letih saat mendaki. Tapi satu hal yang tak pernah bisa kujelaskan— mengapa setelah turun gunung, aroma bunga melati dan tanah lembap dari pasar itu masih menempel di pakaianku selama berhari-hari. #horrormedia #horrortiktok #horrorstory #pasargaib #ghost

About