@laku10009: 129 #kaos #kaosmurah #OOTD #promomakanharian #gajiansale

Toko Laku.1000
Toko Laku.1000
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 17 October 2026 04:51:33 GMT
25
0
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @laku10009, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pemprov Sumatera Selatan menguji coba teknologi dry ice atau karbon dioksida padat untuk membantu mengatasi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Rabu (14/10). Palembang menjadi wilayah prioritas karena terdampak kabut asap, sementara Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) disebut sebagai salah satu sumber asap. Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, uji coba ini dilakukan setelah Presiden menginstruksikan penggunaan teknologi tersebut untuk mengurai asap, terutama di lokasi strategis seperti bandara dan lapangan udara milik TNI. Sumsel menjadi provinsi pertama yang menerapkan uji coba teknologi dry ice dalam skala besar. Menurut Deru, penanganan asap perlu dibedakan dari pemadaman kebakaran di darat. Ia menyebut luas lahan terbakar di Sumsel berdasarkan data yang disampaikan saat itu tersisa 6,9 hektare, tetapi kabut asap masih mengganggu aktivitas masyarakat dan penerbangan. Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, menjelaskan teknologi dry ice ditujukan untuk memengaruhi lapisan inversi atmosfer. Lapisan ini dapat menghambat pergerakan udara vertikal, membuat asap terperangkap dan menumpuk, sekaligus menghambat pertumbuhan awan. Dalam rencana operasionalnya, butiran dry ice akan disebarkan menggunakan pesawat Hercules pada ketinggian sekitar 5 kilometer. Teknologi ini diharapkan membantu mengurai asap dan mendukung pembentukan awan hujan, meski efektivitasnya masih perlu dilihat dari hasil uji coba di lapangan. Pemprov Sumsel bersama BNPB dan pihak terkait masih berkoordinasi mengenai teknis pelaksanaan, termasuk lokasi dan waktu penyemaian yang akan disesuaikan dengan kondisi lapangan. Upaya ini diharapkan dapat membantu mengurangi kabut asap sambil menunggu peralihan menuju musim hujan. 📸: Dok. Istimewa. ⁠ Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ 📝: newsupdate | update | news | svl | R398 | R070 | E120 | E134 | E099 #bicarafaktalewatberita #kumparan
Pemprov Sumatera Selatan menguji coba teknologi dry ice atau karbon dioksida padat untuk membantu mengatasi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Rabu (14/10). Palembang menjadi wilayah prioritas karena terdampak kabut asap, sementara Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) disebut sebagai salah satu sumber asap. Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, uji coba ini dilakukan setelah Presiden menginstruksikan penggunaan teknologi tersebut untuk mengurai asap, terutama di lokasi strategis seperti bandara dan lapangan udara milik TNI. Sumsel menjadi provinsi pertama yang menerapkan uji coba teknologi dry ice dalam skala besar. Menurut Deru, penanganan asap perlu dibedakan dari pemadaman kebakaran di darat. Ia menyebut luas lahan terbakar di Sumsel berdasarkan data yang disampaikan saat itu tersisa 6,9 hektare, tetapi kabut asap masih mengganggu aktivitas masyarakat dan penerbangan. Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, menjelaskan teknologi dry ice ditujukan untuk memengaruhi lapisan inversi atmosfer. Lapisan ini dapat menghambat pergerakan udara vertikal, membuat asap terperangkap dan menumpuk, sekaligus menghambat pertumbuhan awan. Dalam rencana operasionalnya, butiran dry ice akan disebarkan menggunakan pesawat Hercules pada ketinggian sekitar 5 kilometer. Teknologi ini diharapkan membantu mengurai asap dan mendukung pembentukan awan hujan, meski efektivitasnya masih perlu dilihat dari hasil uji coba di lapangan. Pemprov Sumsel bersama BNPB dan pihak terkait masih berkoordinasi mengenai teknis pelaksanaan, termasuk lokasi dan waktu penyemaian yang akan disesuaikan dengan kondisi lapangan. Upaya ini diharapkan dapat membantu mengurangi kabut asap sambil menunggu peralihan menuju musim hujan. 📸: Dok. Istimewa. ⁠ Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ 📝: newsupdate | update | news | svl | R398 | R070 | E120 | E134 | E099 #bicarafaktalewatberita #kumparan

About