@youngabudhabi1: queen xayat kajal 😆@Xayaat Kajal🇾🇪 #youngabudhabi #ciyaalxamar #viralvideo #nairobi #foryoupage

🅈🄾🅄🄽🄶 🅰︎🅱︎🆄 🅓🅗🅐🅑🅘
🅈🄾🅄🄽🄶 🅰︎🅱︎🆄 🅓🅗🅐🅑🅘
Open In TikTok:
Region: KE
Saturday 17 October 2026 06:38:31 GMT
6128
197
10
6

Music

Download

Comments

mssindho45
Miss IndhO cosmetics🛍️ :
👑❤️
2026-10-18 12:41:05
1
mieraf18
Mr AI :
My brother enjoy your moment
2026-10-17 07:10:20
1
ayubkaarlo
Don Kaarlo :
My brother
2026-10-17 06:48:09
1
kosar431
Suldan cargo :
❤️♥️♥️♥️♥️I’m
2026-10-18 01:26:55
0
umucaaisha77
Shamsa nuur :
masha alaah guuleysta
2026-10-18 03:23:04
0
mieraf18
Mr AI :
Masha Allah
2026-10-17 07:09:49
1
To see more videos from user @youngabudhabi1, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Postingan 134 || penjelasan👇 Menjadi orang baik memang hal yang positif. Tapi dalam psikologi, terlalu baik tanpa batasan justru bisa membuat orang lain kurang menghargai kita. Masalahnya bukan karena kebaikan itu buruk, melainkan karena cara kita memberikan kebaikan. Orang yang selalu mengiyakan permintaan, sulit berkata “tidak”, atau terus mengalah bisa dianggap terlalu mudah dibaca dan dimanfaatkan. Ketika seseorang melihat bahwa kita selalu tersedia, selalu memaafkan, dan jarang memberikan konsekuensi, mereka bisa mulai menganggap kebaikan kita sebagai sesuatu yang memang “seharusnya” mereka dapatkan. Manusia memang kadang punya kemampuan luar biasa untuk mengubah bantuan menjadi kewajiban. Menyedihkan, tapi nyata. Selain itu, terlalu sering mengorbankan diri demi orang lain dapat membuat batas pribadi menjadi kabur. Dalam hubungan yang sehat, seseorang perlu memiliki boundaries, yaitu batas tentang apa yang bisa dan tidak bisa diterima. Ketika batas itu tidak pernah ditegakkan, orang lain bisa kehilangan alasan untuk menghormati batas tersebut. Ada juga perbedaan antara baik hati dan people pleasing. Orang baik membantu karena memang ingin membantu. Sementara people pleaser sering membantu karena takut ditolak, merasa bersalah, atau ingin mendapatkan penerimaan. Jika seseorang terus mengabaikan kebutuhannya sendiri demi menyenangkan orang lain, hubungan tersebut bisa menjadi tidak seimbang. Karena itu, menjadi baik tidak berarti harus selalu mengalah. Kita boleh membantu, tetapi juga boleh menolak. Kita boleh memaafkan, tetapi tetap memberikan batas. Kita boleh peduli kepada orang lain tanpa harus mengorbankan harga diri sendiri. Kebaikan yang sehat membutuhkan batas. Jangan sampai karena ingin menjadi orang baik, kita justru mengajari orang lain bahwa kita boleh diperlakukan seenaknya. #Psikologi #SelfRespect #Boundaries #PeoplePleasing #PengembanganDiri
Postingan 134 || penjelasan👇 Menjadi orang baik memang hal yang positif. Tapi dalam psikologi, terlalu baik tanpa batasan justru bisa membuat orang lain kurang menghargai kita. Masalahnya bukan karena kebaikan itu buruk, melainkan karena cara kita memberikan kebaikan. Orang yang selalu mengiyakan permintaan, sulit berkata “tidak”, atau terus mengalah bisa dianggap terlalu mudah dibaca dan dimanfaatkan. Ketika seseorang melihat bahwa kita selalu tersedia, selalu memaafkan, dan jarang memberikan konsekuensi, mereka bisa mulai menganggap kebaikan kita sebagai sesuatu yang memang “seharusnya” mereka dapatkan. Manusia memang kadang punya kemampuan luar biasa untuk mengubah bantuan menjadi kewajiban. Menyedihkan, tapi nyata. Selain itu, terlalu sering mengorbankan diri demi orang lain dapat membuat batas pribadi menjadi kabur. Dalam hubungan yang sehat, seseorang perlu memiliki boundaries, yaitu batas tentang apa yang bisa dan tidak bisa diterima. Ketika batas itu tidak pernah ditegakkan, orang lain bisa kehilangan alasan untuk menghormati batas tersebut. Ada juga perbedaan antara baik hati dan people pleasing. Orang baik membantu karena memang ingin membantu. Sementara people pleaser sering membantu karena takut ditolak, merasa bersalah, atau ingin mendapatkan penerimaan. Jika seseorang terus mengabaikan kebutuhannya sendiri demi menyenangkan orang lain, hubungan tersebut bisa menjadi tidak seimbang. Karena itu, menjadi baik tidak berarti harus selalu mengalah. Kita boleh membantu, tetapi juga boleh menolak. Kita boleh memaafkan, tetapi tetap memberikan batas. Kita boleh peduli kepada orang lain tanpa harus mengorbankan harga diri sendiri. Kebaikan yang sehat membutuhkan batas. Jangan sampai karena ingin menjadi orang baik, kita justru mengajari orang lain bahwa kita boleh diperlakukan seenaknya. #Psikologi #SelfRespect #Boundaries #PeoplePleasing #PengembanganDiri

About