@sitimaimunah101: Jika keberkahan dicabut dari hidupmu, kamu akan tetap berjalan kelaparan meskipun memiliki sekarung penuh uang. Uang bisa menumpuk, perabot bisa bertambah, nama bisa naik, tetapi dada tetap lapar. Lapar itu tidak selalu soal perut. Ia bisa berupa gelisah yang tidak selesai, rumah yang ramai tetapi tidak tenteram, atau keinginan yang tidak pernah kenyang. Tanpa berkah, yang banyak tidak menolong. Yang ada justru terasa kurang. Keberkahan adalah mutu yang tidak selalu terlihat di angka. Ia membuat sedikit menjadi cukup, membuat kerja menjadi ringan, membuat hubungan tidak mudah retak, dan membuat tidur masih mungkin meski masalah belum habis. Ketika berkah dicabut, yang terjadi bukan semata rezeki hilang. Seringkali rezekinya ada, tetapi manfaatnya kabur. Uang datang lalu pergi tanpa bekas yang menenangkan. Orang terus menambah, terus menjaga, terus takut kehilangan, dan tidak pernah merasa tiba. Sekarung penuh uang tanpa berkah bisa menjadi sumber lapar yang baru. Ia menuntut dijaga, dipamerkan, atau dipakai untuk menutup rasa kosong. Semakin banyak yang dimiliki, semakin banyak yang dikhawatirkan. Orang makan tetapi tidak merasa kenyang, membeli tetapi tidak merasa punya, menang tetapi tidak merasa damai. Itulah kelaparan yang aneh: kenyang secara hitungan, lapar secara hati. Dunia menyebutnya sukses. Jiwa menyebutnya kekurangan. Berkah dicabut bukan selalu melalui peristiwa besar. Ia bisa pergi pelan-pelan melalui cara memperoleh yang tidak bersih, melalui lisan yang tidak dijaga, melalui sombong ketika diberi, atau melalui lupa kepada Tuhan setelah ditolong. Karena itu, yang perlu ditakuti bukan hanya kantong yang kosong, melainkan hidup yang penuh tetapi kering. Orang boleh bekerja keras mencari nafkah. Namun, nafkah yang tidak dijaga adabnya mudah kehilangan cahaya. Tinggallah jumlahnya; manfaatnya tidak ikut. Pada akhirnya, jangan mengukur hidup hanya dari seberapa banyak yang bisa dikumpulkan. Tanyalah apakah yang ada itu menenangkan atau justru membuat lapar. Jaga cara memperoleh, cara memakai, dan cara bersyukur agar berkah tidak pergi dari apa yang sudah di tangan. Karena uang bisa mengisi karung, tetapi hanya berkah yang mengisi hidup. Tanpanya, seseorang akan terus berjalan, terus membawa hartanya, dan tetap merasa belum makan—meski sekantungnya sudah penuh.

Muna Aghnia
Muna Aghnia
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 17 October 2026 07:16:44 GMT
388
23
0
1

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @sitimaimunah101, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About