0% :
aku pernah menunggu seseorang yg sedang bertarung nyawa demi menjaga bumi Pertiwi, setiap detik, menit, hari, minggu, sampai berbulan-bulan, aku selalu menunggu dan menanti kabar darinya, setiap dapat kabar ada yg gugur & dia ga ada kabar, aku selalu nangis sambil berdoa semoga dia disana dlm keadaan baik baik aja, aku kira sambil menunggu kepulangan tanpa menuntut hal apapun selain pulng dalam keadaan sehat dan utuh, aku juga sambil melanjutkan pendidikan dan mengejar karier. tapi ternyata itu aja ga cukup untuknya, ternyata ditengah penantianku, allah menunjukkan kenyataan pahit yg harus aku Terima,disetiap kali aku menunggu kabarnya, ternyata dia sedang berkabar dengan perempuan lain, bahkan tidur dengan perempuan, sakit? tidak, kecewa?? sudah pasti!, penantian ku dibalas dengan sebuah pengkhianatan. tulus ku dibalas dengan tusukan pisau darinya. & faktanya itu bukan kali pertamanya haha, ternyata selama ini aku menutup mata hanya krna (mungkin dia khilaf) ternyata tanpa aku sadar sudah beribu maaf yg sudah kuberikan untuk nya, 10 thun bukan 10 bulan. dari sini aku belajar, tulus dan menerima apa adanya saja tidak cukup. dari hubungan kemarin aku baru sadar ternyata bukan aku yg masih banyak kurangnya, tpi dia yg tidak pernah bersyukur. aku tidak memblokir nya, aku tidak menjauhinya, aku tidak memberinya batas, dia hanya tidak bisa mengapaiku lgi, kembali? kekecewaan ku lebih besar dari luka yg dia beri. aku cuman bisa bisa blng "liatlah kebahagiaanku setelah tidak bersama denganmu" aku tidak mengatakan aku sudah menjadi perempuan dengan versi terbaik, tpi dia harus tau "tidak akan pernah dia dapatin lgi versi aku di perempuan manapun"
2026-10-19 00:40:31