@kwasi.wriedt: How i use pump to find runners #pump #fyp #trading

Kwasi Wriedt
Kwasi Wriedt
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 17 October 2026 19:14:19 GMT
296
23
7
4

Music

Download

Comments

terrence.cole2
Terrence Cole :
Fr bro, having the right info on memecoins is a straight cheat code 💰🚀
2026-10-17 22:25:52
0
benz12235
Bruce :
Only real ones know how simple this actually is
2026-10-18 13:54:54
0
ithinkitsalx
alex :
to make it stress free. they can just use copyfomo lol
2026-10-17 20:33:35
2
jjulianpierce85
jlptrd :
In terms of meme coin i actually hit $540k 🔥🔥
2026-10-17 21:39:53
0
khan_trad
Unemployed trader :
Spot fresh launches, strong volume, solid liquidity, and active holders early filter wisely instead of chasing pump
2026-10-17 20:17:22
0
getlitdaily2
Get daily :
I use a sniper bot that buys as soon as a coin is created, it’ll check for rugs and honeypots then sells at 2x profit automatically or whatever x I set it at
2026-10-17 21:01:52
0
To see more videos from user @kwasi.wriedt, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

@Niaaa💓💓💓:Perselisihan di media sosial berujung maut di Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Bentrokan antara warga Desa Jambu Ilir dan Desa Bumi Agung pada Kamis (15/10/2026) malam menyebabkan dua orang meninggal dunia. Peristiwa tersebut diduga bermula dari saling sindir melalui media sosial TikTok, dua hari sebelum bentrokan terjadi. Perselisihan kemudian berlanjut melalui pesan WhatsApp hingga kedua kelompok sepakat bertemu di kawasan Pasar Tanjung Lubuk. Berdasarkan kronologi awal, perselisihan bermula pada Selasa (13/10/2026), ketika seorang warga berinisial N mengunggah konten yang menyindir Kepala Desa Bumi Agung terkait dugaan korupsi. Unggahan tersebut memicu perdebatan setelah mendapat komentar dari warga berinisial W. Perdebatan di kolom komentar itu kemudian berkembang menjadi saling serang dengan kata-kata bernada keras. Perselisihan berlanjut hingga Kamis malam melalui pesan WhatsApp yang melibatkan warga kedua desa. Sekitar pukul 21.00 WIB, kedua kelompok sepakat bertemu di kawasan Pasar Tanjung Lubuk. Dalam perjalanan menuju lokasi, kelompok warga Desa Bumi Agung menggunakan sepeda motor. Sementara itu, kelompok warga Desa Jambu Ilir datang dari arah belakang menggunakan tiga unit mobil. Menurut informasi awal, kendaraan dari kelompok yang datang belakangan menabrak rombongan pengendara sepeda motor. Kejadian tersebut kemudian memicu perkelahian antara kedua kelompok. Dua orang, masing-masing berinisial W (50) dan F (18), dilaporkan meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan di rumah sakit. Korban lain berinisial DP (30) dilaporkan mengalami luka-luka, sedangkan M (18) berada dalam kondisi kritis. Personel Polsek Tanjung Lubuk bersama personel Polres OKI menangani kejadian tersebut. Sekitar pukul 22.30 WIB, polisi mengamankan dua orang yang diduga terlibat, yakni MDA (28) dan N (53). Kapolres OKI AKBP Agung Adhitya Prananta, SH, SIK, MH mengatakan, kepolisian mendalami rangkaian peristiwa tersebut untuk mengungkap penyebab bentrokan dan peran masing-masing pihak. “Peristiwa ini sangat kami sesalkan karena perselisihan yang bermula di media sosial berujung pada jatuhnya korban jiwa. Kami akan menangani
@Niaaa💓💓💓:Perselisihan di media sosial berujung maut di Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Bentrokan antara warga Desa Jambu Ilir dan Desa Bumi Agung pada Kamis (15/10/2026) malam menyebabkan dua orang meninggal dunia. Peristiwa tersebut diduga bermula dari saling sindir melalui media sosial TikTok, dua hari sebelum bentrokan terjadi. Perselisihan kemudian berlanjut melalui pesan WhatsApp hingga kedua kelompok sepakat bertemu di kawasan Pasar Tanjung Lubuk. Berdasarkan kronologi awal, perselisihan bermula pada Selasa (13/10/2026), ketika seorang warga berinisial N mengunggah konten yang menyindir Kepala Desa Bumi Agung terkait dugaan korupsi. Unggahan tersebut memicu perdebatan setelah mendapat komentar dari warga berinisial W. Perdebatan di kolom komentar itu kemudian berkembang menjadi saling serang dengan kata-kata bernada keras. Perselisihan berlanjut hingga Kamis malam melalui pesan WhatsApp yang melibatkan warga kedua desa. Sekitar pukul 21.00 WIB, kedua kelompok sepakat bertemu di kawasan Pasar Tanjung Lubuk. Dalam perjalanan menuju lokasi, kelompok warga Desa Bumi Agung menggunakan sepeda motor. Sementara itu, kelompok warga Desa Jambu Ilir datang dari arah belakang menggunakan tiga unit mobil. Menurut informasi awal, kendaraan dari kelompok yang datang belakangan menabrak rombongan pengendara sepeda motor. Kejadian tersebut kemudian memicu perkelahian antara kedua kelompok. Dua orang, masing-masing berinisial W (50) dan F (18), dilaporkan meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan di rumah sakit. Korban lain berinisial DP (30) dilaporkan mengalami luka-luka, sedangkan M (18) berada dalam kondisi kritis. Personel Polsek Tanjung Lubuk bersama personel Polres OKI menangani kejadian tersebut. Sekitar pukul 22.30 WIB, polisi mengamankan dua orang yang diduga terlibat, yakni MDA (28) dan N (53). Kapolres OKI AKBP Agung Adhitya Prananta, SH, SIK, MH mengatakan, kepolisian mendalami rangkaian peristiwa tersebut untuk mengungkap penyebab bentrokan dan peran masing-masing pihak. “Peristiwa ini sangat kami sesalkan karena perselisihan yang bermula di media sosial berujung pada jatuhnya korban jiwa. Kami akan menangani

About