@mohlabane_tsholofelo_7:

BECKER_SA
BECKER_SA
Open In TikTok:
Region: ZA
Saturday 17 October 2026 22:31:40 GMT
15761
1082
18
52

Music

Download

Comments

sophievis6
CR7 Ronaldo :
name of the track pls
2026-10-18 15:13:45
1
starplayer_6
Star Player/Zwelibanzi mdluli :
song ID
2026-10-18 20:36:17
0
344t30
Tmmmm :
very true
2026-10-18 14:54:21
1
mr.msiza.tp
Mr Msiza TP :
Too powerful message 😊
2026-10-18 10:58:53
1
madida382
madida :
Dankoo
2026-10-18 07:26:47
1
maifokaba
Maifo :
2026-10-18 08:07:45
1
i386leeuwtshediso1
Tshidiso :
2026-10-18 15:00:40
1
hopechanneltv
@hopechanneltv22 :
mine is not even smaller is zero.[Snicker]
2026-10-18 17:43:27
0
user6858580510966
Sboniso Nxumalo :
❣️❣️❣️
2026-10-18 05:15:36
1
fundiswavilakazi8
mabinda :
❤️❤️❤️❤️
2026-10-18 17:11:47
1
To see more videos from user @mohlabane_tsholofelo_7, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Keluhan ini awalnya dianggap muntah biasa akibat masuk angin atau salah makan. Seorang anak mulai mengalami muntah berulang, namun karena tidak ada demam dan masih bisa beraktivitas seperti biasa, keluhan ini terus dibiarkan tanpa diperiksakan ke dokter. Orang tua maupun anak sendiri menganggap ini akan membaik dengan sendirinya seiring waktu. Namun kondisinya justru semakin memburuk. Muntah yang awalnya berisi sisa makanan, lama-kelamaan berubah menjadi cairan berwarna kuning dengan rasa pahit yang sangat mengganggu. Disertai pula nyeri perut yang semakin terasa dan sulit ditahan. Karena sudah tidak bisa dibiarkan lagi, anak tersebut akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan intensif. Setelah diperiksa, dokter menjelaskan bahwa cairan kuning dengan rasa pahit yang keluar saat muntah merupakan cairan empedu, yang seharusnya bekerja di usus halus untuk membantu mencerna lemak, bukan naik ke lambung apalagi sampai keluar saat muntah. Kondisi ini dikenal sebagai refluks empedu, salah satu bentuk komplikasi dari GERD yang sudah berlangsung cukup lama tanpa penanganan yang tepat. Menurut penjelasan medis, ketika keluhan muntah dibiarkan berulang tanpa diperiksakan, iritasi pada dinding lambung dan kerongkongan bisa terus berkembang. Dinding lambung yang terus-menerus terpapar asam dan empedu lama-kelamaan mengalami peradangan yang lebih dalam, sehingga tubuh merespons dengan rasa nyeri yang semakin intens dan muntah yang semakin sulit dikendalikan. Kasus seperti ini jadi pengingat penting bagi orang tua untuk tidak menyepelekan keluhan muntah berulang pada anak, apalagi bila sudah disertai perubahan warna cairan yang keluar atau rasa pahit yang tidak biasa. Tanda-tanda ini bukan sekadar muntah akibat masuk angin biasa, melainkan sinyal bahwa ada gangguan pada sistem pencernaan yang butuh penanganan medis segera. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain muntah yang berulang lebih dari satu dua kali, perubahan warna cairan muntah menjadi kekuningan atau kehijauan, rasa pahit di mulut setelahnya, serta nyeri perut yang semakin memberat dari waktu ke waktu. Jangan tunggu sampai kondisi memburuk seperti ini. Kalau anak mengalami muntah berulang, apalagi disertai tanda-tanda tersebut, segera periksakan ke dokter sebelum terlambat. Bagikan ke orang tua lain, biar lebih peka terhadap gejala yang sering dianggap sepele ini. Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan diagnosis atau saran tenaga medis profesional. #kesehatan #kesehatanindonesia #infokesehatan #edukasikesehatan #tipssehat
Keluhan ini awalnya dianggap muntah biasa akibat masuk angin atau salah makan. Seorang anak mulai mengalami muntah berulang, namun karena tidak ada demam dan masih bisa beraktivitas seperti biasa, keluhan ini terus dibiarkan tanpa diperiksakan ke dokter. Orang tua maupun anak sendiri menganggap ini akan membaik dengan sendirinya seiring waktu. Namun kondisinya justru semakin memburuk. Muntah yang awalnya berisi sisa makanan, lama-kelamaan berubah menjadi cairan berwarna kuning dengan rasa pahit yang sangat mengganggu. Disertai pula nyeri perut yang semakin terasa dan sulit ditahan. Karena sudah tidak bisa dibiarkan lagi, anak tersebut akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan intensif. Setelah diperiksa, dokter menjelaskan bahwa cairan kuning dengan rasa pahit yang keluar saat muntah merupakan cairan empedu, yang seharusnya bekerja di usus halus untuk membantu mencerna lemak, bukan naik ke lambung apalagi sampai keluar saat muntah. Kondisi ini dikenal sebagai refluks empedu, salah satu bentuk komplikasi dari GERD yang sudah berlangsung cukup lama tanpa penanganan yang tepat. Menurut penjelasan medis, ketika keluhan muntah dibiarkan berulang tanpa diperiksakan, iritasi pada dinding lambung dan kerongkongan bisa terus berkembang. Dinding lambung yang terus-menerus terpapar asam dan empedu lama-kelamaan mengalami peradangan yang lebih dalam, sehingga tubuh merespons dengan rasa nyeri yang semakin intens dan muntah yang semakin sulit dikendalikan. Kasus seperti ini jadi pengingat penting bagi orang tua untuk tidak menyepelekan keluhan muntah berulang pada anak, apalagi bila sudah disertai perubahan warna cairan yang keluar atau rasa pahit yang tidak biasa. Tanda-tanda ini bukan sekadar muntah akibat masuk angin biasa, melainkan sinyal bahwa ada gangguan pada sistem pencernaan yang butuh penanganan medis segera. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain muntah yang berulang lebih dari satu dua kali, perubahan warna cairan muntah menjadi kekuningan atau kehijauan, rasa pahit di mulut setelahnya, serta nyeri perut yang semakin memberat dari waktu ke waktu. Jangan tunggu sampai kondisi memburuk seperti ini. Kalau anak mengalami muntah berulang, apalagi disertai tanda-tanda tersebut, segera periksakan ke dokter sebelum terlambat. Bagikan ke orang tua lain, biar lebih peka terhadap gejala yang sering dianggap sepele ini. Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan diagnosis atau saran tenaga medis profesional. #kesehatan #kesehatanindonesia #infokesehatan #edukasikesehatan #tipssehat

About