@emelindafashion: Replying to @prins333 🥀.🌜🌞. Mini vestido con expande #shortdress #tiktokshopblackfriday #casualoutfits #discoveryyourgift #tiktokshopcybermonday

emelindatfashion
emelindatfashion
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 17 October 2026 23:31:26 GMT
466
20
0
1

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @emelindafashion, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kebiasaan ini terdengar sangat familiar, apalagi di kalangan anak muda. Seblak jadi menu favorit yang hampir tidak pernah absen, kadang dikonsumsi hampir setiap hari dengan level pedas yang terus ditingkatkan demi sensasi makin nikmat. Karena belum pernah ada keluhan berarti, kebiasaan ini terus berlanjut tanpa banyak dipikirkan dampaknya. Namun lama-kelamaan, mulai muncul rasa perih di perut yang datang berulang, terutama setelah makan seblak. Awalnya masih dianggap wajar, sekadar efek pedas biasa yang akan hilang dengan sendirinya. Namun rasa sakitnya terus bertambah parah dari waktu ke waktu, sampai akhirnya tidak tertahankan lagi dan harus diperiksakan ke dokter. Setelah menjalani pemeriksaan, hasilnya cukup mengejutkan. Dokter menemukan bahwa dinding lambungnya sudah mengalami iritasi cukup serius, bahkan mengarah pada gejala awal GERD dan gastritis akibat paparan makanan pedas dan berkuah kental secara berlebihan dalam jangka panjang. Menurut penjelasan medis, seblak memang punya kombinasi yang cukup berat bagi lambung, cabai dalam jumlah tinggi yang mengandung capsaicin dapat merangsang produksi asam lambung berlebih, ditambah kuah kental yang biasanya mengandung banyak minyak dan bumbu penyedap, yang bisa memperlambat proses pengosongan lambung. Kombinasi ini, apalagi bila dikonsumsi hampir setiap hari, membuat dinding lambung terus-menerus terpapar iritasi tanpa diberi waktu untuk pulih. Yang membuat kondisi ini sering tidak disadari, rasa pedas yang dinikmati justru membuat seseorang semakin ketagihan dan terus menambah level kepedasan, padahal di saat yang sama lambung sedang mengalami tekanan yang terus bertambah dari waktu ke waktu. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai bagi penggemar seblak antara lain nyeri ulu hati yang muncul setelah makan, dada terasa panas, perut kembung meski porsi makan tidak banyak, serta rasa sakit yang semakin sering berulang seiring makin seringnya mengonsumsi makanan pedas berkuah. Bukan berarti harus berhenti total makan seblak, tapi penting untuk lebih bijak mengatur frekuensi dan level kepedasannya, apalagi kalau sudah mulai muncul gejala seperti perih berulang di perut. Kalau keluhan ini terus berlanjut, jangan ditunda lagi untuk memeriksakan diri ke dokter. Bagikan ke temanmu yang doyan banget seblak hampir tiap hari, biar mereka lebih aware sejak sekarang. Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan diagnosis atau saran tenaga medis profesional. #kesehatan #kesehatanindonesia #infokesehatan #edukasikesehatan #tipssehat
Kebiasaan ini terdengar sangat familiar, apalagi di kalangan anak muda. Seblak jadi menu favorit yang hampir tidak pernah absen, kadang dikonsumsi hampir setiap hari dengan level pedas yang terus ditingkatkan demi sensasi makin nikmat. Karena belum pernah ada keluhan berarti, kebiasaan ini terus berlanjut tanpa banyak dipikirkan dampaknya. Namun lama-kelamaan, mulai muncul rasa perih di perut yang datang berulang, terutama setelah makan seblak. Awalnya masih dianggap wajar, sekadar efek pedas biasa yang akan hilang dengan sendirinya. Namun rasa sakitnya terus bertambah parah dari waktu ke waktu, sampai akhirnya tidak tertahankan lagi dan harus diperiksakan ke dokter. Setelah menjalani pemeriksaan, hasilnya cukup mengejutkan. Dokter menemukan bahwa dinding lambungnya sudah mengalami iritasi cukup serius, bahkan mengarah pada gejala awal GERD dan gastritis akibat paparan makanan pedas dan berkuah kental secara berlebihan dalam jangka panjang. Menurut penjelasan medis, seblak memang punya kombinasi yang cukup berat bagi lambung, cabai dalam jumlah tinggi yang mengandung capsaicin dapat merangsang produksi asam lambung berlebih, ditambah kuah kental yang biasanya mengandung banyak minyak dan bumbu penyedap, yang bisa memperlambat proses pengosongan lambung. Kombinasi ini, apalagi bila dikonsumsi hampir setiap hari, membuat dinding lambung terus-menerus terpapar iritasi tanpa diberi waktu untuk pulih. Yang membuat kondisi ini sering tidak disadari, rasa pedas yang dinikmati justru membuat seseorang semakin ketagihan dan terus menambah level kepedasan, padahal di saat yang sama lambung sedang mengalami tekanan yang terus bertambah dari waktu ke waktu. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai bagi penggemar seblak antara lain nyeri ulu hati yang muncul setelah makan, dada terasa panas, perut kembung meski porsi makan tidak banyak, serta rasa sakit yang semakin sering berulang seiring makin seringnya mengonsumsi makanan pedas berkuah. Bukan berarti harus berhenti total makan seblak, tapi penting untuk lebih bijak mengatur frekuensi dan level kepedasannya, apalagi kalau sudah mulai muncul gejala seperti perih berulang di perut. Kalau keluhan ini terus berlanjut, jangan ditunda lagi untuk memeriksakan diri ke dokter. Bagikan ke temanmu yang doyan banget seblak hampir tiap hari, biar mereka lebih aware sejak sekarang. Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan diagnosis atau saran tenaga medis profesional. #kesehatan #kesehatanindonesia #infokesehatan #edukasikesehatan #tipssehat
🚨
🚨 "Do you really think Barcelona needs the referees to win?! What the team does on the pitch speaks for itself, and the five goals against Betis prove that performance and quality are what really matter!" 🤯🔥 Arsene Wenger breaks his silence and strongly defends Barcelona against the refereeing controversy! ​In a classy, rational tactical analysis, as is typical of French coaching legend Arsene Wenger, the veteran coach commented on the wave of controversy and refereeing accusations that followed Barcelona’s big win over Real Betis, refusing to reduce Barça’s victories to referee mistakes! 🇫🇷⚽ ​Wenger said, explaining his view with complete neutrality: "I know some critics will now say that the referees are on Barcelona’s side in every La Liga match, but I want to say one thing: I’m not speaking out of nowhere, and I do not deny that refereeing errors can spoil games and sometimes change their course." 🗣️⚖️ ​He added, denouncing the downplaying of the Catalan team’s quality: "But do you really think Barcelona needs the referees to win? I absolutely do not agree with that view. Barcelona can win with or without the referees, because what this team does on the pitch speaks for itself." 🔍✨ ​Wenger praised the work of the German coach, saying: "Look at what Hansi Flick did against Real Betis today: a team that plays with a strong identity, creates chances, scores goals, and never stops pressing its opponent." 🇩🇪📈 ​He continued, highlighting the numbers and the team’s tactical ambition: "Barcelona won 5–2, and that is not something you can ignore. And I am sure that Flick, despite this result, wanted to score more goals, because he is a coach who is not satisfied with just winning; he wants to see his team impose its identity right up to the final whistle." 🎯💪 ​Wenger concluded his emphatic message by saying: "We can discuss refereeing decisions, and that is everyone’s right, but do not let the controversy hide the reality of what is happening on the pitch. When Barcelona scores five goals, talking only about the refereeing is not enough to explain their victory. Football is decided by performance, quality, and making the most of your chances, and today Barcelona proved they have what it takes to win." 🌟🏆 ​A wise view from a great coach that puts things in their proper perspective, far from noisy bias. ​In your opinion… do you agree with Arsene Wenger that Barcelona’s performance and goal-scoring output overshadow any refereeing controversy, or do refereeing errors still remain the main talking point? 👇🔥 ​#ArseneWenger #FCBarcelona #RealBetis #sportsontiktok

About