@user9594106192002: 🔥🥖 Receita de Pão Assado no Forno de Pedra com Ervas 🌿🧄🫒 🥖 Ingredientes: 🌾 500g de farinha de trigo 💧 300ml de água morna 🧂 1 colher (chá) de sal 🍯 1 colher (sopa) de mel 🫒 2 colheres (sopa) de azeite 🍞 10g de fermento biológico 🌿 Ervas frescas (alecrim, tomilho ou cheiro-verde) 🧄 Alho amassado 🧀 Queijo (opcional) 👨‍🍳 Modo de preparo: Misture a farinha, o fermento, a água, o sal, o mel e o azeite até formar uma massa macia. Deixe descansar até dobrar de tamanho. Prepare o forno de pedra com lenha e espere formar uma brasa quente. Modele o pão, finalize com ervas frescas e um fio de azeite. Coloque o pão para assar lentamente no calor do forno de pedra até ficar dourado por fora, com uma crosta crocante e um interior macio e cheio de sabor. Finalize com ervas aromáticas e sirva o pão ainda quente, com aquele aroma irresistível de pão artesanal feito na lenha. 😋🔥

user9594106192002
user9594106192002
Open In TikTok:
Region: US
Sunday 18 October 2026 05:09:07 GMT
4
0
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @user9594106192002, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Seorang pemuda berusia 24 tahun sudah cukup lama berjuang dengan gangguan asam lambung. Setelah beberapa kali kambuh, ia akhirnya berkomitmen total berhenti minum kopi, salah satu pemicu yang paling sering dikaitkan dengan keluhan lambungnya. Selama beberapa waktu, kondisinya memang membaik, gejala jarang muncul, dan ia merasa sudah cukup disiplin menjaga pantangannya. Namun tanpa diduga, asam lambungnya kembali kambuh, bahkan kali ini jauh lebih parah hingga berkembang menjadi kondisi kronis. Rasa sakitnya begitu hebat sampai akhirnya ia harus dilarikan dan dirawat di rumah sakit. Yang membuatnya bingung, ia merasa tidak melanggar pantangan apa pun, tidak minum kopi, tidak makan pedas berlebihan, pola makan pun masih dijaga seperti biasa. Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata penyebabnya bukan dari makanan atau minuman yang selama ini dihindari, melainkan dari faktor lain yang sering luput dari perhatian, yaitu tekanan pekerjaan dan kurang tidur yang terjadi beberapa bulan terakhir. Meski sudah berhenti minum kopi, ia ternyata sering begadang menyelesaikan pekerjaan dan menghadapi tingkat stres yang cukup tinggi tanpa disadarinya memberi dampak besar pada lambung. Menurut penjelasan medis, kopi memang salah satu pemicu GERD, tapi bukan satu-satunya. Stres kronis dan kurang tidur juga bisa memicu kekambuhan yang sama parahnya, bahkan pada orang yang sudah disiplin menjaga makanan. Hal ini terjadi karena lambung dan otak terhubung lewat jalur gut-brain axis, di mana tekanan pikiran yang terus-menerus dapat meningkatkan produksi asam lambung dan melemahkan kerja katup kerongkongan, terlepas dari apa yang dikonsumsi sehari-hari. Selama dirawat, dokter menjelaskan bahwa kondisinya sudah masuk kategori kronis karena iritasi pada dinding lambung yang terjadi berulang kali tanpa pernah benar-benar pulih sepenuhnya, akibat faktor stres dan kurang tidur yang terus berlangsung di balik pantangan makanan yang sudah dijaga ketat. Kasus ini menunjukkan bahwa menghindari satu pemicu saja tidak cukup untuk benar-benar menjaga lambung tetap stabil. Kalau faktor lain seperti stres dan pola tidur tidak ikut diperhatikan, gejala tetap bisa kambuh bahkan berkembang jadi lebih parah, meski secara pantangan makanan sudah dijalani dengan disiplin. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai bila kekambuhan terjadi di luar pemicu makanan antara lain gejala yang muncul saat banyak pikiran atau kurang tidur, disertai sulit berkonsentrasi, badan mudah lelah, serta kualitas tidur yang ikut terganggu akibat ketidaknyamanan di lambung. Menjaga lambung ternyata bukan cuma soal apa yang dihindari dari makanan, tapi juga soal menyeimbangkan seluruh pola hidup, termasuk jam tidur dan tingkat stres sehari-hari. Bagikan ke orang terdekatmu yang merasa sudah pantang ketat tapi gejalanya masih sering kambuh. Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan diagnosis atau saran tenaga medis profesional. #kesehatan #kesehatanindonesia #infokesehatan #edukasikesehatan #tipssehat
Seorang pemuda berusia 24 tahun sudah cukup lama berjuang dengan gangguan asam lambung. Setelah beberapa kali kambuh, ia akhirnya berkomitmen total berhenti minum kopi, salah satu pemicu yang paling sering dikaitkan dengan keluhan lambungnya. Selama beberapa waktu, kondisinya memang membaik, gejala jarang muncul, dan ia merasa sudah cukup disiplin menjaga pantangannya. Namun tanpa diduga, asam lambungnya kembali kambuh, bahkan kali ini jauh lebih parah hingga berkembang menjadi kondisi kronis. Rasa sakitnya begitu hebat sampai akhirnya ia harus dilarikan dan dirawat di rumah sakit. Yang membuatnya bingung, ia merasa tidak melanggar pantangan apa pun, tidak minum kopi, tidak makan pedas berlebihan, pola makan pun masih dijaga seperti biasa. Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata penyebabnya bukan dari makanan atau minuman yang selama ini dihindari, melainkan dari faktor lain yang sering luput dari perhatian, yaitu tekanan pekerjaan dan kurang tidur yang terjadi beberapa bulan terakhir. Meski sudah berhenti minum kopi, ia ternyata sering begadang menyelesaikan pekerjaan dan menghadapi tingkat stres yang cukup tinggi tanpa disadarinya memberi dampak besar pada lambung. Menurut penjelasan medis, kopi memang salah satu pemicu GERD, tapi bukan satu-satunya. Stres kronis dan kurang tidur juga bisa memicu kekambuhan yang sama parahnya, bahkan pada orang yang sudah disiplin menjaga makanan. Hal ini terjadi karena lambung dan otak terhubung lewat jalur gut-brain axis, di mana tekanan pikiran yang terus-menerus dapat meningkatkan produksi asam lambung dan melemahkan kerja katup kerongkongan, terlepas dari apa yang dikonsumsi sehari-hari. Selama dirawat, dokter menjelaskan bahwa kondisinya sudah masuk kategori kronis karena iritasi pada dinding lambung yang terjadi berulang kali tanpa pernah benar-benar pulih sepenuhnya, akibat faktor stres dan kurang tidur yang terus berlangsung di balik pantangan makanan yang sudah dijaga ketat. Kasus ini menunjukkan bahwa menghindari satu pemicu saja tidak cukup untuk benar-benar menjaga lambung tetap stabil. Kalau faktor lain seperti stres dan pola tidur tidak ikut diperhatikan, gejala tetap bisa kambuh bahkan berkembang jadi lebih parah, meski secara pantangan makanan sudah dijalani dengan disiplin. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai bila kekambuhan terjadi di luar pemicu makanan antara lain gejala yang muncul saat banyak pikiran atau kurang tidur, disertai sulit berkonsentrasi, badan mudah lelah, serta kualitas tidur yang ikut terganggu akibat ketidaknyamanan di lambung. Menjaga lambung ternyata bukan cuma soal apa yang dihindari dari makanan, tapi juga soal menyeimbangkan seluruh pola hidup, termasuk jam tidur dan tingkat stres sehari-hari. Bagikan ke orang terdekatmu yang merasa sudah pantang ketat tapi gejalanya masih sering kambuh. Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan diagnosis atau saran tenaga medis profesional. #kesehatan #kesehatanindonesia #infokesehatan #edukasikesehatan #tipssehat

About