@faviovallejos996: Grupo Frontera 2026 #altavoz #arena21 #tristeperobiencabron #limaperu

Favio Vallejos
Favio Vallejos
Open In TikTok:
Region: PE
Sunday 18 October 2026 05:50:58 GMT
2452
138
3
16

Music

Download

Comments

keytlii
keytlii :
TE PASASTE GABRIEEEELAAAAA AAAAAAAA
2026-10-18 16:54:44
0
keytlii
keytlii :
HAHAHAHAJAS QUE BUEN CONCIERTO ME DIO MUCHO SHOW
2026-10-18 16:55:01
1
exclips16_
ෆ | ⌗ ճlմҽ !¡ ᵕ̈ :
Waaaaa Payo cupidoo
2026-10-18 14:07:41
0
To see more videos from user @faviovallejos996, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ada kebaikan yang tidak perlu diceritakan, ada pertolongan yang tidak perlu diumumkan, dan ada ketulusan yang cukup disimpan antara diri kita dan Allah. Sebab, tidak semua yang kita lakukan harus diketahui manusia. Tidak semua pengorbanan harus mendapat pujian, dan tidak semua kebaikan harus dibalas dengan ucapan terima kasih. Namun, jujur saja, terkadang ada bagian dari hati kita yang ingin dihargai. Kita ingin seseorang menyadari usaha kita, mengingat pertolongan yang pernah kita berikan, atau setidaknya memahami bahwa kita pernah berusaha hadir ketika mereka membutuhkan. Ketika semua itu tidak kita dapatkan, diam-diam muncul rasa kecewa. Kita mulai bertanya, apakah kebaikan kita tidak berarti? Apakah ketulusan kita begitu mudah dilupakan? Padahal, mungkin di situlah hati kita sedang belajar memahami arti ikhlas yang sesungguhnya. Berbuat baik ketika dipuji mungkin terasa mudah. Namun, tetap memilih berbuat baik ketika tidak ada yang melihat, tidak ada yang memuji, bahkan ketika kebaikan itu dilupakan, membutuhkan hati yang terus kita jaga. Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 271: “Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 271) Ayat ini mengingatkanku bahwa ada kebaikan yang begitu indah ketika dilakukan tanpa mencari pengakuan. Bukan karena kita harus menyembunyikan seluruh perbuatan baik, melainkan karena kita perlu menjaga niat agar tidak bergantung pada penilaian manusia. Maka, jika hari ini pertolonganmu dilupakan, jangan buru-buru menyesal telah melakukannya. Jika ketulusanmu tidak dihargai, jangan merasa seluruh kebaikanmu sia-sia. Tetaplah berbuat baik dengan bijaksana. Bukan untuk membuat semua orang menyukaimu, bukan pula agar dianggap sebagai manusia paling tulus. Lakukanlah karena kebaikan memang layak dilakukan, selama tidak membuatmu harus mengabaikan tanggung jawab dan batas dirimu sendiri. Ya Allah, jagalah hati kami dari keinginan berlebihan untuk dipuji. Ajari kami berbuat baik dengan tulus, menolong tanpa merasa lebih tinggi, dan memberi tanpa menjadikan balasan sebagai syarat. Jika tidak ada manusia yang mengingat kebaikan kami, semoga kami tidak kehilangan alasan untuk tetap melakukan kebaikan. Sebab, yang terpenting bukanlah seberapa banyak orang mengetahui apa yang kami lakukan, melainkan apakah kami berusaha melakukannya dengan niat yang Engkau ridai. “Tidak semua kebaikan harus diketahui manusia. Ada ketulusan yang tak membutuhkan tepuk tangan, sebab hati telah belajar bahwa cukup Allah yang mengetahui.” Terkadang, menjaga hati agar tetap tulus juga merupakan perjalanan panjang. Karena itu, aku menuangkan beberapa renungan dalam e-book Tenanglah, Allah Sedang Menuntunmu. Semoga tulisan-tulisan sederhana di dalamnya bisa menjadi teman kecil untuk belajar menerima kehidupan dan kembali mendekat kepada Allah. Jika kamu ingin membacanya, kamu bisa menemukannya melalui tautan di bio. E-book ini juga bisa kamu unduh melalui Instagram Langit Mendengar. Semoga setiap halaman di dalamnya menjadi teman kecil yang menguatkanmu ketika hati sedang lelah dan mengingatkanmu bahwa Allah tidak pernah jauh dari hamba-Nya yang ingin kembali. Kamu juga bisa berkunjung ke Instagram Langit Mendengar untuk menemukan renungan-renungan Islami lainnya. Semoga kita bisa terus belajar bersama, memperbaiki diri perlahan-lahan, dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Semoga Allah menjadikan kita pribadi yang tetap tulus ketika tidak dipuji, tetap rendah hati ketika dihargai, dan tetap lapang ketika kebaikan kita tidak diketahui siapa pun. Sebab, kebaikan tidak selalu harus terlihat oleh manusia untuk tetap memiliki makna di hadapan Allah. 🤍 #yaallah
Ada kebaikan yang tidak perlu diceritakan, ada pertolongan yang tidak perlu diumumkan, dan ada ketulusan yang cukup disimpan antara diri kita dan Allah. Sebab, tidak semua yang kita lakukan harus diketahui manusia. Tidak semua pengorbanan harus mendapat pujian, dan tidak semua kebaikan harus dibalas dengan ucapan terima kasih. Namun, jujur saja, terkadang ada bagian dari hati kita yang ingin dihargai. Kita ingin seseorang menyadari usaha kita, mengingat pertolongan yang pernah kita berikan, atau setidaknya memahami bahwa kita pernah berusaha hadir ketika mereka membutuhkan. Ketika semua itu tidak kita dapatkan, diam-diam muncul rasa kecewa. Kita mulai bertanya, apakah kebaikan kita tidak berarti? Apakah ketulusan kita begitu mudah dilupakan? Padahal, mungkin di situlah hati kita sedang belajar memahami arti ikhlas yang sesungguhnya. Berbuat baik ketika dipuji mungkin terasa mudah. Namun, tetap memilih berbuat baik ketika tidak ada yang melihat, tidak ada yang memuji, bahkan ketika kebaikan itu dilupakan, membutuhkan hati yang terus kita jaga. Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 271: “Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 271) Ayat ini mengingatkanku bahwa ada kebaikan yang begitu indah ketika dilakukan tanpa mencari pengakuan. Bukan karena kita harus menyembunyikan seluruh perbuatan baik, melainkan karena kita perlu menjaga niat agar tidak bergantung pada penilaian manusia. Maka, jika hari ini pertolonganmu dilupakan, jangan buru-buru menyesal telah melakukannya. Jika ketulusanmu tidak dihargai, jangan merasa seluruh kebaikanmu sia-sia. Tetaplah berbuat baik dengan bijaksana. Bukan untuk membuat semua orang menyukaimu, bukan pula agar dianggap sebagai manusia paling tulus. Lakukanlah karena kebaikan memang layak dilakukan, selama tidak membuatmu harus mengabaikan tanggung jawab dan batas dirimu sendiri. Ya Allah, jagalah hati kami dari keinginan berlebihan untuk dipuji. Ajari kami berbuat baik dengan tulus, menolong tanpa merasa lebih tinggi, dan memberi tanpa menjadikan balasan sebagai syarat. Jika tidak ada manusia yang mengingat kebaikan kami, semoga kami tidak kehilangan alasan untuk tetap melakukan kebaikan. Sebab, yang terpenting bukanlah seberapa banyak orang mengetahui apa yang kami lakukan, melainkan apakah kami berusaha melakukannya dengan niat yang Engkau ridai. “Tidak semua kebaikan harus diketahui manusia. Ada ketulusan yang tak membutuhkan tepuk tangan, sebab hati telah belajar bahwa cukup Allah yang mengetahui.” Terkadang, menjaga hati agar tetap tulus juga merupakan perjalanan panjang. Karena itu, aku menuangkan beberapa renungan dalam e-book Tenanglah, Allah Sedang Menuntunmu. Semoga tulisan-tulisan sederhana di dalamnya bisa menjadi teman kecil untuk belajar menerima kehidupan dan kembali mendekat kepada Allah. Jika kamu ingin membacanya, kamu bisa menemukannya melalui tautan di bio. E-book ini juga bisa kamu unduh melalui Instagram Langit Mendengar. Semoga setiap halaman di dalamnya menjadi teman kecil yang menguatkanmu ketika hati sedang lelah dan mengingatkanmu bahwa Allah tidak pernah jauh dari hamba-Nya yang ingin kembali. Kamu juga bisa berkunjung ke Instagram Langit Mendengar untuk menemukan renungan-renungan Islami lainnya. Semoga kita bisa terus belajar bersama, memperbaiki diri perlahan-lahan, dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Semoga Allah menjadikan kita pribadi yang tetap tulus ketika tidak dipuji, tetap rendah hati ketika dihargai, dan tetap lapang ketika kebaikan kita tidak diketahui siapa pun. Sebab, kebaikan tidak selalu harus terlihat oleh manusia untuk tetap memiliki makna di hadapan Allah. 🤍 #yaallah

About