@alyas5773: #ኦርቶዶክስ_ተዋህዶ_ፀንታ_ለዘለዓለም_ትኑር 🥀🌹❤#ኦርቶዶክስ_ተዋህዶ_ፀንታ_ለዘለዓለም_ትኑር #ኦርቶዶክስ⛪ተዋህዶ⛪ለዘለዓለም🙏ትኑር🙏

d/aylias@ኤሊ🙏🥀❤
d/aylias@ኤሊ🙏🥀❤
Open In TikTok:
Region: ET
Sunday 18 October 2026 07:14:35 GMT
31945
1998
33
48

Music

Download

Comments

dearmaaam
DOUBLE U ☆☆☆🫵🫆 :
የንታ ገብሬ የቅኔ መምህሬ 🥹🥺😍😍🥰🥰 ከዘመናት በኋላ ስላሳየኸኝ አመሰግናለሁ የጸሎት እና የተጋድሎ ወታደር የኔ የትጉህ አባቴ በረከትዎ ትድረሰኝ ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
2026-10-19 10:43:36
0
fentish023
fanfa :
የቀደሙት አባቶችን ትዛዝ ብንቀበል እንደ ሀሳብ። አቁሙ ካሉ ማቆም ነው።[Innocent]
2026-10-18 10:04:43
3
wondee665
wondee :
ኣባ እድሜ ይስጥልን
2026-10-18 17:33:39
2
melesewhaile
ዮፍታሔ :
Liyu Besmab
2026-10-18 18:21:48
1
haile.mariam48
ደብረ ሲና የግእዝ ትምህርት ኑ እንማማር :
ዋው
2026-10-18 08:10:21
1
yeshetlameles
yeshetila melese :
በትክክል የዚህን አይነት አመታት ኬት የመጣ ነዉ እድሜ ይሰጥልን🙏🙏🙏
2026-10-30 08:06:08
0
user8374160054380
ሞአ አንበሳ ዘእምነገደ ይሁዳ :
አባቴ የኔታ መ/ር አባ ገ/ረ ሥላሴ የእግዚአብሔር ምህረት ፀጋና ትሩፋት እንደርስዎት ያድለኝ አሜን🙏🙏🙏
2026-10-26 15:53:08
0
adisgmail.com4
የላሊገው :
እልልልልልልልልልልልልልልልልልል
2026-10-18 17:55:59
1
abyibezawork
D/N. E/R Abyi :
ልክ ናቸው
2026-10-27 18:42:00
0
ermiyas0576
🅉🄴🄽🄴 :
የት ነው
2026-10-18 16:27:15
1
banchamlak.atalo
እረ ጉድ እኮነው- ሞት እያለ ክፋት😱💔🙆🙊 :
እረ
2026-10-22 21:12:52
1
biranubeyene0
ዝምታ ወርቅ ነው :
ዘፈኑ
2026-10-18 08:58:46
1
23abate48
ለመኑ እነግር ሐዘነ ልብየ🙏🙏🙏🙏 :
እልልልልልል🙏🙏🙏🙏🙏
2026-10-18 07:40:16
1
user7372449663344
🅼𝕙𝕚𝕣𝕖𝕥 ➊➋➊➋➊➋ :
እልልልልልልልል
2026-10-22 19:07:36
0
serka1693
Ye tata lij👩‍🍼 :
እልልልልልልልልልል
2026-10-25 17:28:57
0
mylifeis.21
🚶🚶🚶🚶ገና ጉዞ ላይ ነኝ 🌹 :
really
2026-11-03 03:50:40
0
kd57203
እሙሀይ :
nafekeye
2026-10-22 16:44:36
0
selestudakik
Unit 2🦋💊 :
ቀሲስ ፀጋዬ እረዢም እድሜና ጤና ይስጥልን [Pray][Pray][Pray][Pray]
2026-10-19 08:31:00
2
darge792
ፀባየ ሰናይ 19🌹🌹🌹19 :
ዝማሬ መላእክት ያሰማልን🙏🙏🙏👈
2026-10-19 09:29:24
1
tihtnatega
ለመኑ እነግር ሀዘነልብየ ዘእንበሌኪማርያም :
አየይየንታ ከመምህራችንፈቃድመውጣትይከብዳል
2026-10-18 07:44:55
1
andebet.ejigu4
Andebet Ejigu :
ተመስጦ ወይስ ተናውጦ
2026-11-01 11:31:29
0
solomon43504
selomon435 :
ምኑን ነው ምታሳየን?
2026-11-01 08:22:14
0
mergeta.abreham
Mergeta Abreham :
በርጋታአርገው
2026-10-28 16:57:22
0
hana_yazachew
hana💝🧸 :
🥰🥰🥰
2026-10-18 17:36:01
1
user1536145619697
Amanuel :
🥰🥰🥰
2026-10-18 07:18:48
1
To see more videos from user @alyas5773, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Aku nggak pernah nyangka, laki-laki yang dulu bersumpah bakal mencintaiku dalam keadaan apa pun, justru jadi orang pertama yang bikin aku merasa nggak berharga sebagai seorang perempuan. Selama 3 tahun pernikahan, aku berusaha jadi istri yang baik. Aku temani dia dari susah sampai senang, aku layani kebutuhannya, bahkan saat hamil dengan badan yang semakin berubah, aku tetap berusaha memberikan yang terbaik buat rumah tangga kami. Tapi ternyata, semua pengorbananku nggak cukup buat dia. Awalnya, aku mulai sadar suamiku sering menghindar setiap kali kami berdua. Sampai suatu malam, dia pernah nyeletuk kalau dia sudah nggak tertarik lagi melihat tubuhku, terutama bagian selangkanganku yang menghitam. Bayangin, gimana hancurnya hati seorang istri ketika bagian tubuh yang selama ini dia sendiri insecure-in, malah dijadikan alasan oleh suaminya untuk berpaling. Sejak saat itu, aku mulai malu sama tubuhku sendiri. Setiap mandi, aku sering menangis diam-diam. Aku bertanya-tanya, apa memang aku sudah nggak pantas dicintai cuma karena warna kulit di bagian intimku nggak seperti yang dia inginkan? Aku bahkan sempat berpikir untuk memperbaiki penampilanku supaya dia kembali tertarik kepadaku. Padahal saat itu aku sedang mengandung anaknya. Di saat seharusnya aku mendapatkan perhatian dan kasih sayang lebih, aku justru harus menghadapi perubahan tubuh, rasa takut, dan kecurigaan bahwa suamiku menyimpan perempuan lain. Dan benar saja, kecurigaanku terbukti. Aku menemukan bukti bahwa selama aku sibuk menjaga kandunganku, dia justru diam-diam menjalin hubungan dengan perempuan lain. Yang paling menyakitkan, perselingkuhan itu nggak berhenti meskipun aku sudah memohon agar dia memikirkan aku dan anak yang sedang kukandung. Aku masih ingat bagaimana rasanya menahan tangis saat perutku semakin besar. Aku mengelus perutku sambil bertanya dalam hati, kenapa ayah dari anakku sendiri tega membuat ibunya menangis hampir setiap malam? Aku tetap bertahan. Aku berharap ketika anak kami lahir, dia akan berubah. Aku berharap tangisan bayiku nanti bisa menyadarkan dia bahwa ada keluarga yang seharusnya dia jaga. Namun, harapanku ternyata salah. Bahkan setelah aku melahirkan, saat tubuhku masih lelah dan aku masih berjuang memulihkan diri, dia masih saja mengulangi pengkhianatan yang sama. Aku yang begadang mengurus bayi kami, dia yang sibuk memberikan perhatian kepada perempuan lain. Aku yang menangis diam-diam sambil menyusui anak kami, dia yang seolah nggak pernah merasa bersalah. Sampai akhirnya aku sadar, selama ini aku terlalu sibuk menyalahkan warna kulitku sendiri. Aku mengira selangkanganku yang hitam adalah alasan kenapa suamiku nggak lagi mencintaiku. Aku merasa kurang cantik, kurang menarik, dan kurang layak dipertahankan. Padahal, warna kulitku bukanlah alasan yang membenarkan pengkhianatannya. Aku mungkin punya kekurangan yang membuatku insecure, tetapi aku nggak pernah pantas diperlakukan seperti perempuan yang nggak berharga. Hari ini, yang paling menyakitkan bukan cuma kenyataan bahwa suamiku berselingkuh selama pernikahan kami. Melainkan kenyataan bahwa aku pernah membenci tubuhku sendiri demi mempertahankan laki-laki yang bahkan nggak menghargai pengorbananku. Aku bertahan selama 3 tahun, melewati kehamilan dan persalinan sambil berharap dia berubah.
Aku nggak pernah nyangka, laki-laki yang dulu bersumpah bakal mencintaiku dalam keadaan apa pun, justru jadi orang pertama yang bikin aku merasa nggak berharga sebagai seorang perempuan. Selama 3 tahun pernikahan, aku berusaha jadi istri yang baik. Aku temani dia dari susah sampai senang, aku layani kebutuhannya, bahkan saat hamil dengan badan yang semakin berubah, aku tetap berusaha memberikan yang terbaik buat rumah tangga kami. Tapi ternyata, semua pengorbananku nggak cukup buat dia. Awalnya, aku mulai sadar suamiku sering menghindar setiap kali kami berdua. Sampai suatu malam, dia pernah nyeletuk kalau dia sudah nggak tertarik lagi melihat tubuhku, terutama bagian selangkanganku yang menghitam. Bayangin, gimana hancurnya hati seorang istri ketika bagian tubuh yang selama ini dia sendiri insecure-in, malah dijadikan alasan oleh suaminya untuk berpaling. Sejak saat itu, aku mulai malu sama tubuhku sendiri. Setiap mandi, aku sering menangis diam-diam. Aku bertanya-tanya, apa memang aku sudah nggak pantas dicintai cuma karena warna kulit di bagian intimku nggak seperti yang dia inginkan? Aku bahkan sempat berpikir untuk memperbaiki penampilanku supaya dia kembali tertarik kepadaku. Padahal saat itu aku sedang mengandung anaknya. Di saat seharusnya aku mendapatkan perhatian dan kasih sayang lebih, aku justru harus menghadapi perubahan tubuh, rasa takut, dan kecurigaan bahwa suamiku menyimpan perempuan lain. Dan benar saja, kecurigaanku terbukti. Aku menemukan bukti bahwa selama aku sibuk menjaga kandunganku, dia justru diam-diam menjalin hubungan dengan perempuan lain. Yang paling menyakitkan, perselingkuhan itu nggak berhenti meskipun aku sudah memohon agar dia memikirkan aku dan anak yang sedang kukandung. Aku masih ingat bagaimana rasanya menahan tangis saat perutku semakin besar. Aku mengelus perutku sambil bertanya dalam hati, kenapa ayah dari anakku sendiri tega membuat ibunya menangis hampir setiap malam? Aku tetap bertahan. Aku berharap ketika anak kami lahir, dia akan berubah. Aku berharap tangisan bayiku nanti bisa menyadarkan dia bahwa ada keluarga yang seharusnya dia jaga. Namun, harapanku ternyata salah. Bahkan setelah aku melahirkan, saat tubuhku masih lelah dan aku masih berjuang memulihkan diri, dia masih saja mengulangi pengkhianatan yang sama. Aku yang begadang mengurus bayi kami, dia yang sibuk memberikan perhatian kepada perempuan lain. Aku yang menangis diam-diam sambil menyusui anak kami, dia yang seolah nggak pernah merasa bersalah. Sampai akhirnya aku sadar, selama ini aku terlalu sibuk menyalahkan warna kulitku sendiri. Aku mengira selangkanganku yang hitam adalah alasan kenapa suamiku nggak lagi mencintaiku. Aku merasa kurang cantik, kurang menarik, dan kurang layak dipertahankan. Padahal, warna kulitku bukanlah alasan yang membenarkan pengkhianatannya. Aku mungkin punya kekurangan yang membuatku insecure, tetapi aku nggak pernah pantas diperlakukan seperti perempuan yang nggak berharga. Hari ini, yang paling menyakitkan bukan cuma kenyataan bahwa suamiku berselingkuh selama pernikahan kami. Melainkan kenyataan bahwa aku pernah membenci tubuhku sendiri demi mempertahankan laki-laki yang bahkan nggak menghargai pengorbananku. Aku bertahan selama 3 tahun, melewati kehamilan dan persalinan sambil berharap dia berubah.

About