@kabar.banten: KABAR BANTEN - Pengurus RW dan RT di RW 12, Perumahan Bumi Agung Permai (BAP) 1, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, Provinsi Banten, sudah melakukan beberapa kali rapat bersama warga terkait dampak dari pembangunan drainase sepanjang 560 meter yang melintasi 4 RT yaitu RT 02,03,06 dan 07 RW 12 hingga ke RT 01 RW 18. Beberapa opsi ditawarkan namun dalam setiap pertemuan antara pengurus RW dan RT serta warga tidak pernah mendapatkan kesepakatan tempat pembuangan sampah sementara atau TPS setelah TPS terdampak drainase. Ketua RW 12 BAP 1 Agus Prasetyo atau yang akrab dipanggil Yoyo menuturkan, kalau pihak pengurus lingkungan RT dan RW sudah sosialisasi sejak bulan Juni 2026 sebelum drainase di bangun, namun hingga pembangunan drainse di mulai pada bulan Agustus 2026, tidak ada lingkungan yang bersedia menjadi TPS. " Kami sudah sosialisasi sejak bulan Juni ketika pembangunan drainase masih rencana, sampai hari ini warga tetap menolak apabila lingkungannya dijadikan TPS, dengan demikian kita menawarkan berbagai opsi,"tutur yoyo, dilokasi TPS sementara, Sabtu 17/10/226. Menurutnya opsi yang ditawarkan tetap mendirikan TPS, yang kedua masih bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup(DLH) namun pengangkutan sistem mobile atau kontainer tidak nginep, sehingga dampak dari bau sampah bisa berkurang. " Kami menawarkan beberapa opsi, namun warga tetap menolak apabila lingkungannya menjadi TPS, sebenarnya apabila masih ada TPS selain iuran lebih murah juga bisa membantu petugas kebersihan yang ada di setiap RT,"ujarnya. Yoyo menambahkan, karena sebagian besar warga menolak khususnya lingkungan yang memiliki lahan yaitu RT 02,03,06 dan 07, ya dengan terpaksa kami memilih opsi ke tiga yaitu bekerja sama dengan rekanan atau pihak ketiga ya tentunya iuran warga juga akan berdampak, karena untuk pembayaran ke pihak ketiga di hitung berdasrakan KK. " Ya dampaknya pasti ada seperti petugas kenersihan RT, ada 9 orang, yang akan nganggur, dan berdampak juga terhadap iuran bulanan untuk menyesuaikan pembayaran kepada pihak ketiga, kan ketua RT juga pasti gak mau nombokin, jadi pasti berdampak ke iuran,"imbuhnya. Hal senada diungkapkan beberapa ketua RT , yang merasa bingung apabila menaikan iurannya, karena selama ini iuran Rp 30 ribu saja banyak yang nunggak, apalagi kalau dinaikan. " Ya kekhawatiran warga akan menunggak pasti ada, karena selama ini iuran yang sudah biasa saja banyak yang nunggak, apalagi nanti dinaikan, kita khawatir kalau warga banyak yang nunggak pasti kan kita yang harus nombokin dulu kan untuk pihak ketiga mah harus ful sesuai data warga,"ungkap Asuri ketua RT 03. Iya kalau selama ini sampah kita diangkut petugas sampah RT dan yang mengakut ke ke tempat sampah akhir DLH, selain kita menghidupi petugas kebersihan kita setor ke DLH juga tidak mahal, jadi untuk iuran warga murah, terus kalau ada yang nunggak bayar juga gak khawatir. - Baca selengkapnya di www.kabarbanten.pikiran-rakyat.com By: Widodo Andesra / Kabar Banten ‎#Banten #ProvinsiBanten #KotaSerang #SerangBanten #KabarBanten

Kabar Banten
Kabar Banten
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 18 October 2026 07:34:23 GMT
7715
44
1
3

Music

Download

Comments

bao.frans.channel
BA'O FRAN'S CHANNEL :
semangat
2026-10-18 11:32:13
0
To see more videos from user @kabar.banten, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About