@tharmiray: Kesombongan tidak pernah datang dengan suara keras. Ia datang diam-diam ketika kita mulai membandingkan. Saat mata kita melihat orang lain lebih rendah, lebih bodoh, lebih berdosa. Disitulah awal tersesatnya hati, karena kita meletakkan diri di atas mimbar yang bukan hak kita. Manusia lupa bahwa kebaikan bukan miliknya. Ilmu, ibadah, harta, semua hanyalah titipan yang bisa dicabut kapan saja. Ketika kita merasa lebih baik, sejatinya kita sedang mengklaim sesuatu yang bukan punya kita. Seperti pencuri yang bangga dengan barang curian. Orang yang benar-benar dekat dengan Allah justru merasa paling kotor. Para sufi menangis bukan karena dosa besar, tapi karena merasa belum cukup ikhlas. Semakin terang cahayanya, semakin jelas ia melihat debu di hatinya sendiri. Bukan debu di hati orang lain. Merasa lebih baik menutup pintu belajar. Bagaimana mungkin air akan masuk ke gelas yang sudah merasa penuh? Hati yang merasa suci akan menolak nasihat, menolak teguran, dan akhirnya menolak kebenaran. Itulah kesesatan yang paling halus. Maka obatnya adalah melihat ke dalam, bukan keluar. Jika hari ini engkau melihat keburukan orang lain, kembalikan cermin itu ke wajahmu. Mungkin aib yang kau lihat di luar adalah bayangan dari aib yang ada di dalam. Dan saat kau merasa lebih buruk dari semua orang, justru saat itulah Allah lebih dekat kepadamu #kopi
tharmiray
Region: ID
Sunday 18 October 2026 09:06:24 GMT
Music
Download
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @tharmiray, please go to the Tikwm
homepage.