@samarinda_pos: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda memberikan penegasan resmi terkait kasus kematian balita perempuan berinisial YS (1 tahun 2 bulan) di Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran. Kepala Dinkes Samarinda, dr. Ismed Kusasih, menyatakan hasil surveilans ke rumah sakit tempat korban dirawat terakhir membuktikan bahwa belum ada diagnosis medis yang mencantumkan paparan asap karhutla sebagai pemicu utama kematian YS, sehingga secara kaidah medis dugaan tersebut belum dapat disimpulkan. Di sisi lain, ibu korban, Sindi Jumatun, yang didampingi TRC-PPS Kaltim mengungkapkan bahwa putrinya mulai mengalami tarikan napas berat tepat saat kabut asap dan hujan abu pembakaran lahan menyelimuti pemukiman Bukuan. Meskipun YS memiliki riwayat gangguan tumbuh kembang sejak kecil, Sindi menegaskan anaknya tidak pernah mengalami riwayat asma maupun sesak napas sebelum asap pekat mengepung kawasan Palaran, sembari berharap pemerintah segera mengambil tindakan nyata menghentikan karhutla. Selengkapnya baca Samarinda Pos dan Sapos.co.id Penulis: Joko Redaktur: Robert Editor: Rusly __ Website: https://sapos.co.id/ Fanpage: samarindapos Instagram: sapos.co.id TikTok: Samarinda_pos #DinkesSamarinda #IsmedKusasih #KabutAsapSamarinda #PalaranSamarinda #BukuanPalaran #KarhutlaKaltim #InfoSamarinda #SamarindaTerkini #TRCPPSKaltim #BeritaSamarinda
samarinda_pos
Region: ID
Sunday 18 October 2026 12:49:00 GMT
Music
Download
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @samarinda_pos, please go to the Tikwm
homepage.