@waseem_hamza.group: #tariqjamil❤️💯 #viralvideo #viral #foryoupage #emotionalbayan🥺

Islamic official🖤✔️
Islamic official🖤✔️
Open In TikTok:
Region: PK
Sunday 18 October 2026 15:57:09 GMT
12453
2988
86
107

Music

Download

Comments

proudtoik
Proud to IK❤❤ :
مسلمان قیامت نہیں دیکھیں گے
2026-10-18 17:44:30
0
rai.shazad38
Rai Shazad :
🥰🥰🥰
2026-10-18 16:01:04
0
zara.khan8594
zara khan :
😳😳😳😳❤️❤️😔😔😔❤️❤️🥺🥺❤️❤️❤️❤️❤️❤️🥺🥺🥺❤️❤️🙏🙏🙏
2026-10-18 17:38:47
1
zara.khan8594
zara khan :
🥰🥰🥰
2026-10-18 17:37:55
1
zakrir4
Zakir🔥 Mahar 💯🔥💯🔥 :
♥️♥️♥️
2026-10-18 21:09:58
0
qurban88507
Qurban :
🌹🌹🌹
2026-10-18 21:44:58
0
user8686806299266
فضل خان :
❤️❤️❤️
2026-10-18 19:12:51
0
bashirbrohi712
Bashir Ahmed :
💜💜💜
2026-10-18 20:43:54
0
saqibakazai786
SAQI JAN ♥️💘Ⓜ️♥️💘Ⓜ️**👑👑 :
♥️♥️♥️
2026-10-18 19:46:20
0
mustfamalik456
mustfamalik456 :
[Big LOL][Big LOL][Big LOL]
2026-10-18 18:54:30
0
rasoolbuxbaloch555
Rasool buxsh :
💔💔💔
2026-10-18 19:20:49
0
amjadtanha088
@amjad tanha1122 :
❤️❤️❤️
2026-10-18 19:12:54
0
zohaibbadshah90
Zohaibbadshah :
🌷🌷🌷
2026-10-18 19:51:51
0
naseerjaan250
naseer jan :
😭😭😭
2026-10-18 19:10:04
0
abdullah.bin.masoo7
Abdullah Bin Masood :
🥰🥰🥰
2026-10-18 19:06:36
0
basit.khan98718
Basit khan :
❤️❤️❤️
2026-10-18 19:03:51
0
rauofjaan427
RaoofRaoof :
🥰🥰🥰
2026-10-18 22:24:09
0
khan.rind518
Khan Rind :
❤️❤️❤️
2026-10-18 18:48:35
0
khan.rind518
Khan Rind :
💕💕💕
2026-10-18 18:48:32
0
khan.tahir98
Khan Tahir :
🌹🌹🌹
2026-10-18 18:41:56
0
vjhvv5
hage gogi :
🥰🥰🥰
2026-10-18 17:47:05
0
gujjaradeelgg
Gujjaradeelgg :
😭😭😭
2026-10-18 17:39:47
0
gujjaradeelgg
Gujjaradeelgg :
❤️❤️❤️
2026-10-18 17:39:45
0
rabnawaz.baloch577
rabnawazbaloch3060 :
🥰🥰🥰
2026-10-18 17:39:13
0
abdullah...khan...444
Abd Ullah 3344 :
❤️❤️❤️
2026-10-18 16:00:20
0
To see more videos from user @waseem_hamza.group, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#pov : Kamu pernah berpikir bahwa mencintai seseorang adalah hal yang sederhana. ​Sampai akhirnya kamu jatuh cinta kepada Martin. Martin J Edwards. Anak tunggal kaya raya yang tak perlu memikirkan bagaimana caranya membayar uang kuliah, bagaimana caranya mendapatkan pekerjaan setelah lulus, atau bagaimana caranya memastikan masa depannya akan baik-baik saja. ​Semuanya sudah tersedia untuk Martin. Nama belakangnya cukup kuat untuk membuka banyak pintu. Keluarganya memiliki perusahaan yang namanya bahkan sering muncul di berita ekonomi. Rumahnya lebih menyerupai mansion daripada tempat tinggal biasa. Mobil yang digunakannya berganti-ganti, dan sejak kecil Martin sudah terbiasa hidup dengan standar yang bahkan tidak pernah berani kamu bayangkan. ​Sedangkan kamu? Kamu hanya perempuan sederhana. Tidak punya perusahaan untuk diwariskan, tidak punya keluarga yang namanya dikenal banyak orang, dan tidak punya koneksi yang bisa membuat hidupmu berjalan lebih mudah. Kamu hanya punya dirimu sendiri. ​Dan entah bagaimana, di antara begitu banyak perempuan yang jauh lebih pantas berdiri di sampingnya, Martin justru memilih kamu. ​Sudah cukup lama kalian berpacaran. Cukup lama sampai kamu hafal luar kepala setiap kebiasaan kecilnya seperti ia yang tidak pernah benar-benar menyukai kopi pahit, meskipun hampir setiap pagi dia memesannya. Katanya agar terlihat dewasa. Menurutmu itu bodoh, dan Martin selalu merespons ejekanmu dengan kekehan pelan, menatapmu seolah pendapatmu adalah satu-satunya hal yang selalu membuatnya tersenyum setiap hari. ​Hubungan kalian seharusnya baik-baik saja. ​Sampai kalian masuk ke universitas yang sama. Tempat dengan predikat terbaik selama beberapa tahun terakhir, di mana nama keluarga sering kali dipanggil lebih nyaring daripada nama mahasiswanya sendiri.  Anak-anak pemilik perusahaan, anak pejabat, pewaris bisnis. Orang-orang yang sejak lahir memang sudah tahu akan menjadi apa mereka di masa depan. ​Dan di antara mereka, ada Martin.  Sementara kamu masuk ke sana dengan jalur beasiswa. ​Kamu tidak pernah malu. Setidaknya, sampai kamu mulai menyadari pasang-pasang mata yang memperhatikanmu setiap kali kamu berdiri terlalu dekat di dekat Martin. •••• ​Malam itu, kamu duduk di ruang keluarga mansion Martin bersama laki-laki yang selama ini menjadi tempatmu pulang. ​Ruangan bernuansa mewah itu terlalu luas untuk percakapan yang rasanya begitu menghimpit dada. Langit-langit yang tinggi dan marmer dingin di bawah pijakan seolah melipatgandakan gaung dari setiap helaan napas. ​Martin duduk rapat di sebelahmu. Kedua lengannya bertumpu kaku di atas paha, buku-buku jarinya memutih. Dari samping, kamu bisa merasakan ketegangan yang merambat dari tubuhnya, dari caranya sesekali mengatupkan bibir rapat-rapat dan menggerakkan rahangnya yang mengetat kaku. ​Di hadapan kalian, berjarak sebuah meja kaca tebal, Mama Martin duduk dengan posture tubuh tegak sempurna. Keningnya mulus tanpa kerutan, tangannya menangkup di atas pangkuan. ​Tidak ada nada marah dalam gesturnya. Tidak ada tatapan merendahkan yang terang-terangan. Justru ketenangan yang dingin dan tak tersentuh itulah yang membuat intuisimu menjerit pelan, membuatmu semakin tidak nyaman. ​
#pov : Kamu pernah berpikir bahwa mencintai seseorang adalah hal yang sederhana. ​Sampai akhirnya kamu jatuh cinta kepada Martin. Martin J Edwards. Anak tunggal kaya raya yang tak perlu memikirkan bagaimana caranya membayar uang kuliah, bagaimana caranya mendapatkan pekerjaan setelah lulus, atau bagaimana caranya memastikan masa depannya akan baik-baik saja. ​Semuanya sudah tersedia untuk Martin. Nama belakangnya cukup kuat untuk membuka banyak pintu. Keluarganya memiliki perusahaan yang namanya bahkan sering muncul di berita ekonomi. Rumahnya lebih menyerupai mansion daripada tempat tinggal biasa. Mobil yang digunakannya berganti-ganti, dan sejak kecil Martin sudah terbiasa hidup dengan standar yang bahkan tidak pernah berani kamu bayangkan. ​Sedangkan kamu? Kamu hanya perempuan sederhana. Tidak punya perusahaan untuk diwariskan, tidak punya keluarga yang namanya dikenal banyak orang, dan tidak punya koneksi yang bisa membuat hidupmu berjalan lebih mudah. Kamu hanya punya dirimu sendiri. ​Dan entah bagaimana, di antara begitu banyak perempuan yang jauh lebih pantas berdiri di sampingnya, Martin justru memilih kamu. ​Sudah cukup lama kalian berpacaran. Cukup lama sampai kamu hafal luar kepala setiap kebiasaan kecilnya seperti ia yang tidak pernah benar-benar menyukai kopi pahit, meskipun hampir setiap pagi dia memesannya. Katanya agar terlihat dewasa. Menurutmu itu bodoh, dan Martin selalu merespons ejekanmu dengan kekehan pelan, menatapmu seolah pendapatmu adalah satu-satunya hal yang selalu membuatnya tersenyum setiap hari. ​Hubungan kalian seharusnya baik-baik saja. ​Sampai kalian masuk ke universitas yang sama. Tempat dengan predikat terbaik selama beberapa tahun terakhir, di mana nama keluarga sering kali dipanggil lebih nyaring daripada nama mahasiswanya sendiri. Anak-anak pemilik perusahaan, anak pejabat, pewaris bisnis. Orang-orang yang sejak lahir memang sudah tahu akan menjadi apa mereka di masa depan. ​Dan di antara mereka, ada Martin. Sementara kamu masuk ke sana dengan jalur beasiswa. ​Kamu tidak pernah malu. Setidaknya, sampai kamu mulai menyadari pasang-pasang mata yang memperhatikanmu setiap kali kamu berdiri terlalu dekat di dekat Martin. •••• ​Malam itu, kamu duduk di ruang keluarga mansion Martin bersama laki-laki yang selama ini menjadi tempatmu pulang. ​Ruangan bernuansa mewah itu terlalu luas untuk percakapan yang rasanya begitu menghimpit dada. Langit-langit yang tinggi dan marmer dingin di bawah pijakan seolah melipatgandakan gaung dari setiap helaan napas. ​Martin duduk rapat di sebelahmu. Kedua lengannya bertumpu kaku di atas paha, buku-buku jarinya memutih. Dari samping, kamu bisa merasakan ketegangan yang merambat dari tubuhnya, dari caranya sesekali mengatupkan bibir rapat-rapat dan menggerakkan rahangnya yang mengetat kaku. ​Di hadapan kalian, berjarak sebuah meja kaca tebal, Mama Martin duduk dengan posture tubuh tegak sempurna. Keningnya mulus tanpa kerutan, tangannya menangkup di atas pangkuan. ​Tidak ada nada marah dalam gesturnya. Tidak ada tatapan merendahkan yang terang-terangan. Justru ketenangan yang dingin dan tak tersentuh itulah yang membuat intuisimu menjerit pelan, membuatmu semakin tidak nyaman. ​"Mama sudah tahu hubungan kalian." ​Kalimat pertama yang terucap halus itu membuat tubuh Martin mendadak kaku sebelum dia langsung mengangkat kepalanya. Matanya membelalak tajam. ​"Mama tahu?" ​"Sudah cukup lama," sahut mamanya tenang, jemarinya membenahi letak selendang di bahunya tanpa ketergesaan. ​Martin menghela napas kasar. Dia melempar punggungnya jatuh ke sandaran sofa, mengusap wajahnya kasar dengan telapak tangan kanan sebelum menatap langit-langit. "Terus?" ​Mamanya menatap Martin beberapa saat, sebuah tatapan menilai yang sulit dibaca sebelum perlahan mengalihkan pandangan lurus ke arah matamu. ​"Kalian boleh tetap bersama," ujarnya dingin. ​"Tapi jangan pernah publikasikan hubungan kalian." ​(comsec+++) #MARTIN #fyp #alternativeuniverse #xcyzba

About