@ohmydogotis: And that dog kept right on running, just like I told him to. Problem solved, really. #bernedoodle #dogsoftiktok #doghumor #baddog

ohmydogotis
ohmydogotis
Open In TikTok:
Region: US
Sunday 18 October 2026 16:55:00 GMT
426
32
3
1

Music

Download

Comments

tomethebernedoodle
Tomé the Bernedoodle :
every dog that passed me this morning needed to be barked
2026-10-18 19:18:31
1
sophiarobert_
sophia robert :
So cuteee!😍😍
2026-10-18 19:52:23
1
To see more videos from user @ohmydogotis, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Makna “Umpomo Aku Rawedi Doso” Kalimat Jawa: “Umpomo aku rawedi doso, loro… tak bales soyo loro…” Kalimat ini bernuansa sindiran keras tentang rasa sakit hati, kemarahan, dan keinginan membalas perlakuan seseorang yang dianggap telah menyakiti. Arti dalam bahasa Indonesia: “Seandainya aku membalas dengan dosa, sakit… akan kubalas dengan lebih menyakitkan lagi.” Catatan: frasa “rawedi doso” bukan ungkapan Jawa baku yang umum, sehingga makna tepatnya bisa bergantung pada maksud penulis. Dalam konteks ini, frasa tersebut ditafsirkan sebagai ungkapan tentang membalas keburukan. Makna filosofinya 1. Rasa sakit yang berubah menjadi kemarahan Orang yang pernah disakiti terkadang menyimpan luka begitu dalam hingga muncul keinginan agar orang yang menyakitinya merasakan penderitaan yang sama, bahkan lebih berat. 2. Sindiran bagi orang yang suka menyakiti Pesannya adalah jangan menganggap kesabaran orang lain sebagai kelemahan. Seseorang bisa memilih diam bukan karena tidak mampu melawan, melainkan karena tidak ingin memperpanjang masalah. 3. Bahaya membalas luka dengan luka Jika setiap keburukan dibalas dengan keburukan yang lebih besar, masalah bisa terus berulang. Pada akhirnya, orang yang awalnya menjadi korban juga bisa melakukan hal yang disesalinya. Versi filosofi Jawa yang lebih dalam “Aja nganggep menenge wong kuwi tandha kalah. Bisa wae dheweke mung milih ora mbales, dudu merga ora mampu, nanging merga isih njaga ajining dhiri. Sebab wong sing bisa ngendhaleni nesu luwih kuwat tinimbang wong sing mung nuruti hawa nepsu.” Artinya: “Jangan menganggap diamnya seseorang sebagai tanda kekalahan. Bisa jadi ia memilih tidak membalas, bukan karena tidak mampu, melainkan karena masih menjaga harga dirinya. Sebab orang yang mampu mengendalikan amarah lebih kuat daripada orang yang hanya menuruti hawa nafsu.” Inti pesannya: jangan mudah menyakiti orang lain, sebab luka yang kita anggap sepele bisa sangat berarti bagi orang yang menerimanya. Membela diri itu perlu, tetapi tidak harus membalas dengan penderitaan yang lebih besar. #pituturjowo #pituturjawa #pitutur #wejangan #ceritamisteri
Makna “Umpomo Aku Rawedi Doso” Kalimat Jawa: “Umpomo aku rawedi doso, loro… tak bales soyo loro…” Kalimat ini bernuansa sindiran keras tentang rasa sakit hati, kemarahan, dan keinginan membalas perlakuan seseorang yang dianggap telah menyakiti. Arti dalam bahasa Indonesia: “Seandainya aku membalas dengan dosa, sakit… akan kubalas dengan lebih menyakitkan lagi.” Catatan: frasa “rawedi doso” bukan ungkapan Jawa baku yang umum, sehingga makna tepatnya bisa bergantung pada maksud penulis. Dalam konteks ini, frasa tersebut ditafsirkan sebagai ungkapan tentang membalas keburukan. Makna filosofinya 1. Rasa sakit yang berubah menjadi kemarahan Orang yang pernah disakiti terkadang menyimpan luka begitu dalam hingga muncul keinginan agar orang yang menyakitinya merasakan penderitaan yang sama, bahkan lebih berat. 2. Sindiran bagi orang yang suka menyakiti Pesannya adalah jangan menganggap kesabaran orang lain sebagai kelemahan. Seseorang bisa memilih diam bukan karena tidak mampu melawan, melainkan karena tidak ingin memperpanjang masalah. 3. Bahaya membalas luka dengan luka Jika setiap keburukan dibalas dengan keburukan yang lebih besar, masalah bisa terus berulang. Pada akhirnya, orang yang awalnya menjadi korban juga bisa melakukan hal yang disesalinya. Versi filosofi Jawa yang lebih dalam “Aja nganggep menenge wong kuwi tandha kalah. Bisa wae dheweke mung milih ora mbales, dudu merga ora mampu, nanging merga isih njaga ajining dhiri. Sebab wong sing bisa ngendhaleni nesu luwih kuwat tinimbang wong sing mung nuruti hawa nepsu.” Artinya: “Jangan menganggap diamnya seseorang sebagai tanda kekalahan. Bisa jadi ia memilih tidak membalas, bukan karena tidak mampu, melainkan karena masih menjaga harga dirinya. Sebab orang yang mampu mengendalikan amarah lebih kuat daripada orang yang hanya menuruti hawa nafsu.” Inti pesannya: jangan mudah menyakiti orang lain, sebab luka yang kita anggap sepele bisa sangat berarti bagi orang yang menerimanya. Membela diri itu perlu, tetapi tidak harus membalas dengan penderitaan yang lebih besar. #pituturjowo #pituturjawa #pitutur #wejangan #ceritamisteri

About