@lizettamaya89: Was in desperate need of a new set! Halloween nails 💅🧛‍♀️🩸👻💀 #vampynails #redcateye #newnails #halloweennails

Lizett  Amaya
Lizett Amaya
Open In TikTok:
Region: US
Sunday 18 October 2026 20:56:19 GMT
933
17
2
0

Music

Download

Comments

imjustmarina
Marina :
😍😍😍
2026-10-19 02:05:11
1
ceejaayyy_
C🖤 :
😍
2026-10-19 02:54:44
1
To see more videos from user @lizettamaya89, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pernahkah kamu terjebak dalam lingkaran setan sebuah hubungan, di mana semakin kamu mengemis kepastian, dia justru semakin dingin dan menjauh? Namun anehnya, begitu kamu memutuskan untuk menyerah dan pergi, dia tiba-tiba datang lagi memberikan perhatian manis yang membuatmu luluh. Siklus ini berputar terus-menerus bagai roda gila yang melelahkan fisik dan mentalmu. Kamu tersiksa, tapi kamu tidak pernah bisa benar-benar pergi. Jangan biarkan hatimu terus hancur demi melabeli drama ini sebagai 'cinta sejati yang penuh perjuangan. Dalam psikologi hubungan, kamu dan dia sedang terjebak dalam perangkap maut yang dinamakan
Pernahkah kamu terjebak dalam lingkaran setan sebuah hubungan, di mana semakin kamu mengemis kepastian, dia justru semakin dingin dan menjauh? Namun anehnya, begitu kamu memutuskan untuk menyerah dan pergi, dia tiba-tiba datang lagi memberikan perhatian manis yang membuatmu luluh. Siklus ini berputar terus-menerus bagai roda gila yang melelahkan fisik dan mentalmu. Kamu tersiksa, tapi kamu tidak pernah bisa benar-benar pergi. Jangan biarkan hatimu terus hancur demi melabeli drama ini sebagai 'cinta sejati yang penuh perjuangan. Dalam psikologi hubungan, kamu dan dia sedang terjebak dalam perangkap maut yang dinamakan "The Anxious-Avoidant Trap". Ini adalah akar dari terciptanya ikatan trauma (trauma bond), dua luka masa kecil yang bertolak belakang dipaksa menyatu dalam satu ranjang emosi yang berdarah-darah. Mari kita urai luka psikologis ini agar kamu paham mengapa magnet beracun ini bekerja begitu kuat di kepalamu: 1. Si Cemas yang Takut Dibuang (The Anxious Attachment). Jika kamu si Anxious, duniamu digerakkan oleh ketakutan terbesar bernama penolakan dan pengabaian (fear of abandonment). Di masa kecil dulu, mungkin kamu dibesarkan oleh pola asuh yang tidak konsisten—terkadang orang tuamu ada dan memelukmu, namun terkadang mereka dingin dan mengabaikanmu. Akibatnya, batinmu tumbuh menjadi sangat sensitif terhadap perubahan sikap pasangan. Ketika pasanganmu membalas pesan dengan singkat atau mendadak diam, sistem sarafmu langsung masuk ke mode panik (fight-or-flight). Kamu akan melakukan apa saja—mengemis, meneror telepon, hingga merendahkan harga dirimu—hanya untuk mendapatkan validasi bahwa kamu tidak sedang ditinggalkan. 2. Si Pelari yang Takut Diikat (The Avoidant Attachment). Di sisi lain, pasanganmu adalah Avoidant, yang duniamu digerakkan oleh ketakutan terdalam bernama kehilangan kebebasan dan keintiman emosional (fear of engulfment). Di masa kecilnya, dia mungkin dipaksa mandiri terlalu dini karena orang tuanya abai atau justru terlalu mengekang secara mencekik. Dia belajar bahwa mengandalkan orang lain adalah hal yang berbahaya. Maka, dia membangun benteng emosional yang sangat tebal. Ketika kamu mencoba masuk terlalu dalam dan menuntut keintiman emosional, sistem sarafnya mengartikan itu sebagai ancaman. Dia merasa tercekik. Cara dia menyelamatkan diri adalah dengan lari—menjadi dingin, menghilang tanpa kabar (ghosting), atau memicu pertengkaran agar ada jarak yang aman di antara kalian. 3. Tarian Beracun yang Menghancurkan Waras (The Dance of Doom). Tragedinya adalah: kalian saling tertarik karena luka kalian saling melengkapi secara neurotik. Ketidaktersediaan emosional si Avoidant memicu rasa cemas si Anxious. Sebaliknya, kejaran emosional si Anxious memicu rasa tercekik si Avoidant. Ketika Anxious lelah dan mulai mundur, Avoidant merasa aman kembali karena jarak sudah tercipta, lalu dia akan mendekat lagi (chasing behavior). Siklus naik-turun yang ekstrem inilah yang memicu ledakan hormon dopamin di otakmu, membuat hubungan beracun ini terasa sangat candu bagai narkoba emosional. Kamu salah mengira rasa cemas yang menggebu-gebu ini sebagai 'cinta yang membara', padahal itu hanyalah trauma masa kecilmu yang sedang meronta meminta disembuhkan. Hubungan ini tidak akan pernah selesai dengan kedamaian selama kalian berdua menolak untuk menyembuhkan inner child masing-masing. Si Anxious harus belajar menghentikan kebiasaan mengemis dan mulai memvalidasi dirinya sendiri. Sementara Avoidant harus belajar menurunkan benteng egonya dan mengakui bahwa membutuhkan orang lain bukanlah sebuah kelemahan. Berhentilah menari di atas bara api ego yang saling menghancurkan. Sembuhkan caramu mencintai, atau lepaskan demi menyelamatkan sisa warasmu malam ini. 📢 Ketik "AKU BERHENTI MENARI DI ATAS LUKA" sebagai komitmen bahwa kamu siap menyembuhkan gaya komunikasimu, ceritakan sedikit pengalamanmu di komentar. Mari kita saling menguatkan di sini. 🖤 👉 Like, share, save & follow me #anxious #avoidant #traumabond #MentalHealth #deeptalk

About