@oliviagharis:

Liv Harris
Liv Harris
Open In TikTok:
Region: US
Sunday 18 October 2026 21:43:55 GMT
280
45
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @oliviagharis, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Beliau adalah Utsman bin Affan. Dahulu, saat Madinah mengalami kekeringan hebat, ada seorang pedagang yang memanfaatkan situasi dengan menjual air sumur miliknya dengan harga sangat tinggi. Saat itu, Utsman bin Affan tidak hanya sekadar memberikan bantuan berupa uang tunai kepada masyarakat. Beliau memilih untuk membeli sumur tersebut—dikenal sebagai Sumur Raumah—dengan harga tinggi, lalu menggratiskan seluruh airnya untuk penduduk. Namun, kebaikan beliau tidak berhenti di situ. Utsman membangun sebuah sistem yang produktif di sekitar sumur tersebut. Beliau mengelola area di sekitar sumur menjadi perkebunan kurma yang dikelola dengan profesional. Keuntungan dari hasil panen tersebut diputar kembali untuk membeli lahan-lahan baru. Hebatnya, aset tersebut terus berkembang hingga zaman sekarang, berubah menjadi hotel, perkebunan luas, hingga gedung-gedung yang hasilnya terus digunakan untuk kepentingan umat. Bahkan hingga hari ini, aset tersebut masih dikelola dengan baik oleh kementerian wakaf di Arab Saudi. Inilah level tertinggi dalam pengelolaan keuangan: Kekuatan Aset Produktif. Banyak orang ingin mencapai kebebasan finansial (financial freedom), namun sayangnya sering terjebak membeli barang-barang konsumtif yang nilainya terus turun dari hari ke hari. Mari kita belajar dari
Beliau adalah Utsman bin Affan. Dahulu, saat Madinah mengalami kekeringan hebat, ada seorang pedagang yang memanfaatkan situasi dengan menjual air sumur miliknya dengan harga sangat tinggi. Saat itu, Utsman bin Affan tidak hanya sekadar memberikan bantuan berupa uang tunai kepada masyarakat. Beliau memilih untuk membeli sumur tersebut—dikenal sebagai Sumur Raumah—dengan harga tinggi, lalu menggratiskan seluruh airnya untuk penduduk. Namun, kebaikan beliau tidak berhenti di situ. Utsman membangun sebuah sistem yang produktif di sekitar sumur tersebut. Beliau mengelola area di sekitar sumur menjadi perkebunan kurma yang dikelola dengan profesional. Keuntungan dari hasil panen tersebut diputar kembali untuk membeli lahan-lahan baru. Hebatnya, aset tersebut terus berkembang hingga zaman sekarang, berubah menjadi hotel, perkebunan luas, hingga gedung-gedung yang hasilnya terus digunakan untuk kepentingan umat. Bahkan hingga hari ini, aset tersebut masih dikelola dengan baik oleh kementerian wakaf di Arab Saudi. Inilah level tertinggi dalam pengelolaan keuangan: Kekuatan Aset Produktif. Banyak orang ingin mencapai kebebasan finansial (financial freedom), namun sayangnya sering terjebak membeli barang-barang konsumtif yang nilainya terus turun dari hari ke hari. Mari kita belajar dari "Investor Abadi" ini: Belilah "Pohonnya", jangan cuma "Buahnya". Meskipun kita tidak sekaya Utsman bin Affan, kita tetap bisa menerapkan gaya investasi beliau di tahun 2026 ini: 1. Prioritaskan Aset ProduktifDaripada menghabiskan uang untuk mencicil gadget atau kendaraan baru yang nilai gunanya terus berkurang, cobalah cara ini: Berinvestasi pada saham perusahaan yang rutin membagikan dividen. Mengumpulkan dana pensiun melalui reksadana, lalu setelah cukup, alihkan ke obligasi agar bisa menerima bunga (kupon) setiap bulan. Membeli lahan pertanian atau properti yang bisa disewakan kembali. 2. Membangun Compound Interest (Manfaat yang Berlipat) Dunia-AkhiratCobalah membangun bisnis atau usaha yang hasilnya bisa terus mengalirkan arus kas (cashflow) secara berkelanjutan. Belum punya modal besar?Jangan berkecil hati. Anda bisa memulainya dari investasi berbasis keahlian atau sosial. Misalnya dengan menulis buku, membuka kelas online, membuat konten yang edukatif, atau berbagi ilmu yang bisa membantu orang lain meningkatkan keterampilan hidup mereka. Jika kita bisa mengelola harta dengan cara ini, insyaAllah impian masa muda yang terarah, masa tua yang sejahtera, dan akhirat yang bahagia bisa terwujud. Aamiin. Nah, sudahkah Anda mulai membangun "Sumur Raumah" versi Anda sendiri di tahun ini?

About