@r0wy4_0: ❤️🎀

。 𐙚شـٰـاپرک 𐙚
。 𐙚شـٰـاپرک 𐙚
Open In TikTok:
Region: DE
Sunday 18 October 2026 23:02:27 GMT
12005
537
46
26

Music

Download

Comments

intezar1126
intezar :
روحت شاد باشد🥺
2026-10-19 12:40:38
0
maryam_mohammadi6
Maryam_Mohammadi :
روزی اخر پدر میګفت مه خوب هستم چرا ګریه داری دلداری میداد😭😭😭😭😭
2026-10-19 06:59:47
3
tbsxm_
🐆ོ :
بمرم به پدرم
2026-10-19 09:50:06
5
diyar____43
diyar____43 :
چقدر درد ناک بود آن روز برای من ❤️‍🩹
2026-10-19 08:21:32
2
mari.mohammad3
Mari Mohammad :
خداجنت فردوس نصیب شان کند
2026-10-19 07:02:42
4
haji.rm21
𓃠𝕳̷𝖆̷𝖏̷𝖎̷ 𝕽̷𝖆̷𝖒̷𝖎̷𝖓̷ :
همچنان…💔
2026-10-19 08:28:24
3
mahnazi420
Mah🌙 Nazi :
بمرم
2026-10-19 10:16:17
1
official_meow_
🐾 𓂃 ོ ᴍᴇᴏᴡ ོ𓂃🐈‍⬛ :
Baba 💔🫠
2026-10-19 09:41:49
2
sadaf.heidari8
S💞💞🥰🥰🥰 :
روز آخر پدرم منم حمی طور بود😭😭😭😭😭
2026-10-19 05:10:11
2
arezo.sarwari6
Arezo Sarwari :
اخ پدرم [Tränen in den Augen][Tränen in den Augen][Tränen in den Augen][Tränen in den Augen][Tränen in den Augen][Tränen in den Augen]
2026-10-19 08:13:14
1
mohammad.arif4192
Mohammad Arif :
اوف آغاجانم 😭
2026-10-19 03:00:58
4
hashmatkhan904
Hashmat :
2026-10-19 07:19:08
2
ma.ht.ab.12
MAHTAB :
اخ باباجونم🖤😭😭
2026-10-19 11:39:56
0
shahrasoul.arabza
Shahrasoul Arabzada :
2026-10-19 04:32:41
1
faridfaqiri00
Faqiri :
2026-10-19 09:59:40
0
itx_h4xya_
حیاء :
@‘ ای کاش یکبار د اغوش میگرفتیم نفسم💔🫠
2026-10-19 06:59:08
2
hashimi3654
hashimi :
🥹🥹🥹🥹
2026-10-19 08:01:45
1
sarakapisai
IronQueen 💪👑 :
🥺🖤
2026-10-19 09:01:07
1
r.n173
✍️💞RooS💞😺 :
😭😭💔💔🤲🤲
2026-10-19 09:20:27
1
khaperi44
خاپیری🌹 :
🤲🤲🤲🤲🤲
2026-10-19 08:48:00
1
mitra_jalali
M.G❤️ :
😭😭😭😭😭💔
2026-10-19 08:31:15
1
masudamiri3
Masud Amiri :
😭😭😭
2026-10-19 08:59:13
1
mahsa.mahsa541
𝓜𝓪𝓱𝓼𝓪 𝓜𝓸𝓱𝓪𝓶𝓶𝓪𝓭𝓲. :
😢
2026-10-19 07:04:00
1
sahar.masoom
sahar2003 :
😭😭😭😭😭😭💔
2026-10-19 07:13:50
1
pamir885
Omair :
😢😢😢
2026-10-19 06:49:30
1
To see more videos from user @r0wy4_0, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ayah menarik napas dalam.
Ayah menarik napas dalam. "Ayah menyerahkan semua keputusan di tanganmu, Nak," katanya, suaranya bergetar. Aku melihat matanya yang berkaca-kaca, mengingat bagaimana ia begitu bangga ketika aku mendapat SK PNS. Dan kini, ada seseorang yang meminta aku untuk melepaskan itu semua. Aku kembali menatap Vino, menimbang segalanya dalam benakku. Aku mencintainya. Aku ingin menikah dengannya. Tapi aku juga mencintai pekerjaanku. Aku tidak bisa memilih salah satu dan kehilangan yang lainnya. "Maaf, Vin, aku nggak bisa. Aku tetap akan mempertahankan pekerjaanku ini," jawabku mantap, meskipun suaraku sedikit bergetar. Vino menatapku, raut wajahnya berubah. "Tapi aku nggak mau punya istri seorang PNS yang harus berangkat pagi dan pulang sore. Siapa nanti yang akan ngurus rumah? Siapa yang akan merawat mama yang sudah sakit-sakitan?" Aku tersentak. "Jadi, kamu mau menikahiku hanya untuk merawat ibumu?" "Bukan begitu, Sayang," Vino buru-buru menjelaskan. "Aku hanya ingin punya istri yang selalu di rumah." Aku menatapnya lama. Hatiku terasa perih. "Maaf, Vin. Aku nggak bisa." Vino menghembuskan napas kasar. "Terus maumu apa? Aku juga nggak bisa punya istri yang lebih banyak di luar daripada di rumah." Aku tersenyum tipis, meskipun hatiku terluka. "Kalau begitu kita batalkan saja rencana pernikahan kita." Mata Vino membulat. "Apa? Jadi, kau memilih kariermu sebagai PNS yang gajinya nggak seberapa itu dibandingkan aku yang bisa memberimu nafkah tiga sampai empat kali lipat dari gajimu sendiri?" Aku menatapnya, lalu tersenyum. "Gajiku memang tidak sebanyak gajimu, Vin. Tapi aku bangga bisa punya penghasilan sendiri." Dari sudut mata, aku melihat ayah dan ibu mengacungkan jempol dengan bangga. Aku tahu mereka mendukung keputusanku. Vino menghela napas, lalu menambahkan, "Aku bisa memberimu uang lima belas juta sebulan. Enak loh jadi istriku." Aku menggeleng. "Maaf, Vin. Aku nggak tertarik." Tatapan Vino penuh kekecewaan saat ia akhirnya berpamitan. Sebelum masuk ke dalam mobil, ia berbalik menatapku tajam. "Dengar ya, Isna, kamu pasti menyesal lebih memilih kariermu daripada aku. Dan aku bersumpah, kamu akan menjadi perawan tua, Na." Aku hanya diam, menatap mobil hitam itu melaju menjauh. Aku merasa kehilangan, tapi aku tahu aku sudah mengambil keputusan yang benar. Aku menoleh ke arah ayah dan ibu. "Keputusanku ini sudah benar, kan?" Ayah tersenyum, lalu menarikku ke dalam pelukannya. "Yang kamu lakukan itu sudah benar, Nak. Jangan pernah lepaskan pekerjaanmu lalu hanya mengharapkan uang suami. Karena istri yang tidak punya penghasilan itu tidak ada harga dirinya." Aku menutup mata, membiarkan air mataku mengalir. Ini bukan keputusan yang mudah, tapi aku tahu, aku tidak akan menyesalinya. Baca selengkapnya di aplikasi K-BM APP Judul : BIARKAN AKU MEMILIH MUNDUR penulis : sitiaisyah9078 #rabu#oktober#pengantin#viral#fyp

About