@username.777.4441: #paratiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

😶
😶
Open In TikTok:
Region: AR
Sunday 18 October 2026 23:56:46 GMT
2007
381
22
16

Music

Download

Comments

insaurraldepilar
pilar :
ninguno como vos
2026-10-19 00:19:00
1
aagustinvelez
aagustin :
lindo d cara
2026-10-19 21:37:43
1
bbenjaa____1
. :
guapo
2026-10-19 08:21:55
1
.bennjjaa01
B5N🥷🏻 :
wowwwqhombreeee😍
2026-10-19 08:35:25
1
mateoacosta.10
Mateo⚽️😃 :
el lindo y lo sabe🤩🤩🤩
2026-10-19 03:45:43
1
_naachito_
Nacho :
2026-10-21 02:42:37
1
bauti_aranda95
bauti_aranda95 :
ay si así si
2026-10-19 21:42:28
1
fabrilamanna10
Fabriii :
😮‍💨
2026-10-19 01:59:43
1
juannz_021
juannz_021 :
😍😍😍
2026-10-19 21:52:03
1
benndiazz11
Benn :
🤩🤩🤩🤩
2026-10-19 02:42:32
1
mateoacosta.10
Mateo⚽️😃 :
😍👏
2026-10-19 03:45:53
1
tinchoo.villanedaa
Tinchoo :
😍😍👏
2026-10-19 23:33:33
1
bbenjaa____1
. :
😍😍😍😍😍😍😍😍
2026-10-19 08:21:26
1
benndiazz11
Benn :
😁😁😁😁
2026-10-19 02:42:31
1
mateoacosta.10
Mateo⚽️😃 :
😍😍😍
2026-10-19 03:45:47
1
benndiazz11
Benn :
😍😍😍😍😍
2026-10-19 02:42:28
1
facundopablos0
facupablos :
👏🥰
2026-10-19 16:22:30
1
benjami4882
benjami :
😍😍😍😍
2026-10-19 17:24:30
1
joacoo_81
Joaco :
👏
2026-10-19 21:38:50
1
insaurraldepilar
pilar :
😍😍😍😍😍
2026-10-19 00:18:49
1
mateo.medina_11
⚽🥷 :
🤩
2026-10-21 18:17:55
0
To see more videos from user @username.777.4441, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Jakarta - Kejadian yang menimpa institusi Kepolisian saat ini tentunya menjadi keprihatinan sekaligus bahan introspeksi yang sangat mendalam bagi kita semua, khususnya seluruh insan Bhayangkara, baik yang masih aktif maupun yang telah purnatugas. Sebagai orang yang pernah mengabdikan sebagian besar perjalanan hidup saya di institusi Polri, tentu ada rasa sedih dan prihatin ketika melihat persoalan yang terjadi saat ini. Bagaimanapun, Polri adalah rumah besar tempat kita dibesarkan, dididik, dan belajar tentang arti tanggung jawab, persaudaraan, serta pengabdian kepada bangsa dan negara. Kasus penyadapan ilegal yang kini telah menyeret LSP sebagai tersangka tentu menjadi tamparan besar bagi institusi Polri. Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa kewenangan yang begitu besar dan kepercayaan yang telah diberikan oleh negara serta masyarakat tidak boleh membuat siapa pun lupa akan batas kewenangan dan tanggung jawabnya. Saya secara pribadi mengenal LSP sejak yang bersangkutan menjabat sebagai Kapolres Solo, kemudian saat menjadi ajudan Pak Jokowi hingga menjabat sebagai Kadiv Propam. Hubungan dan komunikasi pada waktu itu cukup baik. Namun, setelah LSP menjabat sebagai Kabareskrim, apalagi setelah menjadi Kapolri, komunikasi sudah semakin sulit dilakukan. Hal ini bukan hanya saya rasakan secara pribadi, tetapi juga dirasakan oleh sebagian besar seniornya. Kami pun berusaha memaklumi bahwa mungkin karena kesibukan dan tanggung jawab yang begitu besar, sehingga pesan WhatsApp yang kami kirimkan sering kali tidak pernah mendapatkan balasan, termasuk pesan dari beberapa senior yang saat ini berada di DPR RI. Akhirnya, kesempatan untuk bertemu lebih banyak terjadi pada saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPR RI, itu pun apabila yang bersangkutan hadir langsung dan tidak diwakilkan. Padahal, sebagai senior, tentunya banyak hal yang sebenarnya dapat dikomunikasikan dengan baik. Bukan untuk mencampuri kewenangan atau meminta sesuatu demi kepentingan pribadi, melainkan sekadar menyampaikan masukan, pengalaman, serta berbagai persoalan yang kami temui di tengah masyarakat dan di daerah. Namun, saya bersama teman-teman tetap berpikir positif. Kami memahami bahwa mungkin beliau memang terlalu sibuk dengan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Kapolri. Ketika kemudian LSP ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyadapan ilegal, tentu hal ini menjadi pertanyaan besar sekaligus keprihatinan yang mendalam bagi kami sebagai senior. Terlebih ketika muncul persoalan mengenai dugaan keterlibatan langsung dalam pengendalian kegiatan penyadapan tersebut. Tentunya proses hukum harus berjalan secara objektif, transparan, dan berkeadilan. Status tersangka merupakan bagian dari proses hukum, sedangkan kesalahan pidana tetap harus dibuktikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Namun, di luar persoalan hukum tersebut, ada pelajaran kehidupan yang sangat berharga yang ingin saya sampaikan kepada seluruh insan Bhayangkara. Jangan pernah alergi terhadap komunikasi. Jangan menutup diri terhadap kritik dan masukan. Jangan pula selalu beranggapan bahwa setiap orang yang ingin bertemu atau menyampaikan informasi pasti mempunyai kepentingan pribadi. Dengarkanlah terlebih dahulu. Apabila masukan tersebut tidak bermanfaat, tentu tidak harus diikuti. Namun, apabila baik dan berguna bagi institusi, mengapa tidak kita lakukan demi kemajuan Polri? Saya juga ingin menyampaikan pesan secara khusus kepada adik-adik junior saya yang saat ini masih aktif sebagai insan Bhayangkara, dalam jabatan dan kedudukan apa pun. Adik-adikku sekalian, tetaplah menjaga hubungan dan komunikasi yang baik dengan para senior maupun sesama junior. Jangan pernah melupakan masa lalu, karena perjalanan karier kita tidak pernah terlepas dari orang-orang yang pernah hadir, membimbing, membantu, menegur, bahkan mengingatkan kita ketika melakukan kesalahan. Selengkapnya: https://www.garismerah.id/2026/11/kejadian-penyadapan-menjadi-introspeksi.html?m=1 #Fyp #polripresisi #makassarinfo #frederikkalalembang #viralvideo
Jakarta - Kejadian yang menimpa institusi Kepolisian saat ini tentunya menjadi keprihatinan sekaligus bahan introspeksi yang sangat mendalam bagi kita semua, khususnya seluruh insan Bhayangkara, baik yang masih aktif maupun yang telah purnatugas. Sebagai orang yang pernah mengabdikan sebagian besar perjalanan hidup saya di institusi Polri, tentu ada rasa sedih dan prihatin ketika melihat persoalan yang terjadi saat ini. Bagaimanapun, Polri adalah rumah besar tempat kita dibesarkan, dididik, dan belajar tentang arti tanggung jawab, persaudaraan, serta pengabdian kepada bangsa dan negara. Kasus penyadapan ilegal yang kini telah menyeret LSP sebagai tersangka tentu menjadi tamparan besar bagi institusi Polri. Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa kewenangan yang begitu besar dan kepercayaan yang telah diberikan oleh negara serta masyarakat tidak boleh membuat siapa pun lupa akan batas kewenangan dan tanggung jawabnya. Saya secara pribadi mengenal LSP sejak yang bersangkutan menjabat sebagai Kapolres Solo, kemudian saat menjadi ajudan Pak Jokowi hingga menjabat sebagai Kadiv Propam. Hubungan dan komunikasi pada waktu itu cukup baik. Namun, setelah LSP menjabat sebagai Kabareskrim, apalagi setelah menjadi Kapolri, komunikasi sudah semakin sulit dilakukan. Hal ini bukan hanya saya rasakan secara pribadi, tetapi juga dirasakan oleh sebagian besar seniornya. Kami pun berusaha memaklumi bahwa mungkin karena kesibukan dan tanggung jawab yang begitu besar, sehingga pesan WhatsApp yang kami kirimkan sering kali tidak pernah mendapatkan balasan, termasuk pesan dari beberapa senior yang saat ini berada di DPR RI. Akhirnya, kesempatan untuk bertemu lebih banyak terjadi pada saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPR RI, itu pun apabila yang bersangkutan hadir langsung dan tidak diwakilkan. Padahal, sebagai senior, tentunya banyak hal yang sebenarnya dapat dikomunikasikan dengan baik. Bukan untuk mencampuri kewenangan atau meminta sesuatu demi kepentingan pribadi, melainkan sekadar menyampaikan masukan, pengalaman, serta berbagai persoalan yang kami temui di tengah masyarakat dan di daerah. Namun, saya bersama teman-teman tetap berpikir positif. Kami memahami bahwa mungkin beliau memang terlalu sibuk dengan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Kapolri. Ketika kemudian LSP ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyadapan ilegal, tentu hal ini menjadi pertanyaan besar sekaligus keprihatinan yang mendalam bagi kami sebagai senior. Terlebih ketika muncul persoalan mengenai dugaan keterlibatan langsung dalam pengendalian kegiatan penyadapan tersebut. Tentunya proses hukum harus berjalan secara objektif, transparan, dan berkeadilan. Status tersangka merupakan bagian dari proses hukum, sedangkan kesalahan pidana tetap harus dibuktikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Namun, di luar persoalan hukum tersebut, ada pelajaran kehidupan yang sangat berharga yang ingin saya sampaikan kepada seluruh insan Bhayangkara. Jangan pernah alergi terhadap komunikasi. Jangan menutup diri terhadap kritik dan masukan. Jangan pula selalu beranggapan bahwa setiap orang yang ingin bertemu atau menyampaikan informasi pasti mempunyai kepentingan pribadi. Dengarkanlah terlebih dahulu. Apabila masukan tersebut tidak bermanfaat, tentu tidak harus diikuti. Namun, apabila baik dan berguna bagi institusi, mengapa tidak kita lakukan demi kemajuan Polri? Saya juga ingin menyampaikan pesan secara khusus kepada adik-adik junior saya yang saat ini masih aktif sebagai insan Bhayangkara, dalam jabatan dan kedudukan apa pun. Adik-adikku sekalian, tetaplah menjaga hubungan dan komunikasi yang baik dengan para senior maupun sesama junior. Jangan pernah melupakan masa lalu, karena perjalanan karier kita tidak pernah terlepas dari orang-orang yang pernah hadir, membimbing, membantu, menegur, bahkan mengingatkan kita ketika melakukan kesalahan. Selengkapnya: https://www.garismerah.id/2026/11/kejadian-penyadapan-menjadi-introspeksi.html?m=1 #Fyp #polripresisi #makassarinfo #frederikkalalembang #viralvideo

About