@jenahfir: I loveeeee a cronut (croissant donut hybrid) and @Parlor Doughnuts does them best! So many delicious layers in these bad boys! They have some new seasonal flavors for the fall: 🥜 Reese’s peanut butter cup, 🍏 Caramel apple sucker 🥥 Coconut candy bar Use the code JENNIERN3657 for a FREE donut on the Parlor Doughnuts app ($5 value) 🍩 #ocfoodie #ocfoodies #oceats #cronut #donut

Jenn ☆⋆
Jenn ☆⋆
Open In TikTok:
Region: US
Monday 19 October 2026 05:31:29 GMT
670
45
0
3

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @jenahfir, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Minggu, 4 Januari 2026 | 20:18 WIB Ketua Umum Aliansi R2 R3 Indonesia, Faisol Mahardika, soroti perbandingan gaji PPPK Paruh Waktu dengan tukang cuci ompreng MBG  LINTAS EDUKASI - Memasuki tahun 2026, wajah birokrasi Indonesia dipastikan berubah seiring dengan penghapusan status tenaga honorer. Sesuai regulasi terbaru, kategori pegawai kini hanya terbagi menjadi PNS serta PPPK Penuh Waktu dan Paruh Waktu (PW). Namun, transisi ini menyisakan luka mendalam bagi para tenaga pendidik dan pelayan publik yang tergabung dalam skema PPPK Paruh Waktu. Ketua Aliansi R2 R3 Indonesia, Faisol Mahardika, melontarkan kritik tajam mengenai ketimpangan kesejahteraan yang terjadi saat ini. Ia menyoroti bagaimana negara seolah lebih memprioritaskan anggaran untuk sektor lain dibandingkan menjamin kelayakan hidup para abdi negara yang sudah bertahun-tahun bertahan dalam ketidakpastian. Ironi Sarjana S1 dan Tukang Cuci Ompreng Salah satu poin paling disorot yang disuarakan Faisol adalah perbandingan gaji yang dinilai sangat melukai rasa keadilan. Ia memaparkan fakta bahwa para tenaga PPPK Paruh Waktu yang memegang beban tugas berat di sektor pelayanan publik, kesehatan, bahkan pendidikan, menerima upah yang sangat minim.
Minggu, 4 Januari 2026 | 20:18 WIB Ketua Umum Aliansi R2 R3 Indonesia, Faisol Mahardika, soroti perbandingan gaji PPPK Paruh Waktu dengan tukang cuci ompreng MBG LINTAS EDUKASI - Memasuki tahun 2026, wajah birokrasi Indonesia dipastikan berubah seiring dengan penghapusan status tenaga honorer. Sesuai regulasi terbaru, kategori pegawai kini hanya terbagi menjadi PNS serta PPPK Penuh Waktu dan Paruh Waktu (PW). Namun, transisi ini menyisakan luka mendalam bagi para tenaga pendidik dan pelayan publik yang tergabung dalam skema PPPK Paruh Waktu. Ketua Aliansi R2 R3 Indonesia, Faisol Mahardika, melontarkan kritik tajam mengenai ketimpangan kesejahteraan yang terjadi saat ini. Ia menyoroti bagaimana negara seolah lebih memprioritaskan anggaran untuk sektor lain dibandingkan menjamin kelayakan hidup para abdi negara yang sudah bertahun-tahun bertahan dalam ketidakpastian. Ironi Sarjana S1 dan Tukang Cuci Ompreng Salah satu poin paling disorot yang disuarakan Faisol adalah perbandingan gaji yang dinilai sangat melukai rasa keadilan. Ia memaparkan fakta bahwa para tenaga PPPK Paruh Waktu yang memegang beban tugas berat di sektor pelayanan publik, kesehatan, bahkan pendidikan, menerima upah yang sangat minim. "Bayangkan gaji kami, yang memiliki tugas berat dari pelayanan publik, kesehatan bahkan pendidik, yang notabene sarjana S1 masih kalah honor kita dari tukang cuci ompreng MBG (Makan Bergizi Gratis)," ujar Faisol dengan nada prihatin. Faisol menegaskan bahwa para pemilik gelar sarjana ini seharusnya mendapatkan apresiasi yang jauh lebih layak, mengingat kontribusi mereka yang vital bagi pembangunan sumber daya manusia dan pelayanan dasar negara. Harapan pada Momentum Penataan Pegawai Menurut Aliansi R2 R3 Indonesia, tahun 2026 seharusnya menjadi titik balik bagi peningkatan kesejahteraan, bukan sekadar perubahan label status kepegawaian. Minggu, 4 Januari 2026 | 20:18 WIB Ketua Umum Aliansi R2 R3 Indonesia, Faisol Mahardika, soroti perbandingan gaji PPPK Paruh Waktu dengan tukang cuci ompreng MBG Faisol mengingatkan agar anggaran kesejahteraan benar-benar diperuntukkan bagi mereka yang berhak dan sudah jelas masuk dalam kategori jenis pegawai negara. Status PPPK Paruh Waktu sudah jelas diakui sebagai jenis pegawai resmi negara. Tingkat kesejahteraan yang diterima saat ini masih dianggap sangat minim dan tidak mencukupi kebutuhan hidup layak. Momentum penataan pegawai tahun 2026 wajib dijadikan sarana untuk menyejahterakan eks-honorer yang telah lama bertahan dalam kondisi sulit. Namun sayang, banyak petugas atau tukang cuci piring MBG meraup gaji hingga Rp2 juta per bulan bahkan lebih, namun PPPK Paruh Waktu sebagian besar di bawah Rp1 juta. Seruan Melawan Ketidakadilan Faisol mengajak seluruh rekan sejawatnya untuk bersatu menyuarakan ketidakadilan ini. Ia menekankan bahwa sudah terlalu lama para tenaga kontrak dan honorer bertahan hidup dengan standar yang tidak layak. "Jangan sampai kesejahteraan rekan-rekan diperuntukkan kepada yang bukan semestinya. Mari kita suarakan bersama ketidakadilan ini," tegasnya. Harapan besarnya adalah agar pemerintah tidak hanya fokus pada program-program baru seperti MBG. Tetapi juga menoleh pada nasib ribuan guru dan tenaga medis yang kini terjebak dalam skema paruh waktu dengan gaji yang jauh dari kata sejahtera.*** @Nata Wijaya112 @Herru Gama_18 @Bahri Permana @Khofifah Indar Parawansa @BKD Jatim @penamerahputih.RI @gerindra @Kemendikdasmen @Rieke Diah Pitaloka @Mardani Ali Sera #26full #fyp #viral

About