@annieskincarequeen: -prioritize hydration over exfoliation -Danessa myricks primer -Using thea app to help you construct a personalized oily skin friendly skincare routine instead of following a trendy routine -setting powder in moderation (too much can clog your pores) -use niacinamide in your skincare mattifying primers work but a little goes a long way (do not use it all over your face) -don’t just use setting spray at the end of your makeup! Try spraying it in between layers. inflammatory foods and stress can dial up your oiliness #oilyskin #skincare #hellothea #acneproneskin #theapartner

annie
annie
Open In TikTok:
Region: US
Monday 19 October 2026 11:55:58 GMT
3507
21
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @annieskincarequeen, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Empat Orang Diduga Copet Ponsel di Pasar Senen, HP Berhasil Kembali Tapi Pelaku Kabur Kasus dugaan pencurian telepon genggam milik sutradara film pendek bernama Gilvan di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat, menjadi perbincangan di media sosial (23/10). Sementara empat perempuan yang diduga terlibat dalam pencurian tersebut dilaporkan kabur saat petugas melakukan pengejaran. Peristiwa itu bermula ketika korban berbelanja di Pasar Senen sekitar pukul 18.30 WIB. Saat menyadari ponselnya hilang, ia melapor kepada petugas keamanan untuk memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV. Rekaman tersebut diduga memperlihatkan empat perempuan yang berbagi peran untuk membuntuti dan mengalihkan perhatian korban sebelum mengambil ponselnya. korban kemudian mengunggah rekaman itu ke media sosial dan membuat laporan resmi ke Polsek Senen. Video tersebut viral dalam beberapa jam dan menarik perhatian publik. Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi melakukan penelusuran terhadap keberadaan ponsel dan para terduga pelaku. Saat korban dalam perjalanan pulang, ia dihubungi petugas dan diminta kembali ke kantor polisi karena keberadaan ponselnya telah terdeteksi. Namun, ponsel korban berhasil diamankan tanpa disertai penangkapan para terduga pelaku. Dalam klarifikasinya, korban menyampaikan penjelasan penyidik bahwa penggerebekan dilakukan di kawasan permukiman padat dan rumah indekos. Para terduga pelaku disebut melarikan diri melalui jalur lain bersama seorang pria setelah mengetahui kedatangan petugas. Ponsel tersebut ditemukan dalam kondisi terbungkus bubble wrap dan diduga telah dipersiapkan untuk dikirim melalui jasa ekspedisi ke luar daerah. Polisi kemudian mengamankan barang tersebut sebagai barang bukti. Korban juga menjelaskan bahwa dirinya sempat dihadapkan pada pilihan untuk melanjutkan proses hukum dengan konsekuensi ponsel tetap disita sebagai barang bukti atau menerima kembali ponselnya untuk menunjang kebutuhan pekerjaan. Ia akhirnya memilih mengambil kembali ponsel tersebut karena membutuhkan perangkat itu untuk bekerja dan mengakses kontak penting. Keputusan tersebut sempat memunculkan pertanyaan warganet mengenai kelanjutan kasus dan alasan para terduga pelaku belum tertangkap. Korban kemudian mengunggah klarifikasi untuk menjelaskan kronologi penanganan perkara sekaligus menepis anggapan bahwa kejadian tersebut merupakan cerita fiktif.
Empat Orang Diduga Copet Ponsel di Pasar Senen, HP Berhasil Kembali Tapi Pelaku Kabur Kasus dugaan pencurian telepon genggam milik sutradara film pendek bernama Gilvan di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat, menjadi perbincangan di media sosial (23/10). Sementara empat perempuan yang diduga terlibat dalam pencurian tersebut dilaporkan kabur saat petugas melakukan pengejaran. Peristiwa itu bermula ketika korban berbelanja di Pasar Senen sekitar pukul 18.30 WIB. Saat menyadari ponselnya hilang, ia melapor kepada petugas keamanan untuk memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV. Rekaman tersebut diduga memperlihatkan empat perempuan yang berbagi peran untuk membuntuti dan mengalihkan perhatian korban sebelum mengambil ponselnya. korban kemudian mengunggah rekaman itu ke media sosial dan membuat laporan resmi ke Polsek Senen. Video tersebut viral dalam beberapa jam dan menarik perhatian publik. Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi melakukan penelusuran terhadap keberadaan ponsel dan para terduga pelaku. Saat korban dalam perjalanan pulang, ia dihubungi petugas dan diminta kembali ke kantor polisi karena keberadaan ponselnya telah terdeteksi. Namun, ponsel korban berhasil diamankan tanpa disertai penangkapan para terduga pelaku. Dalam klarifikasinya, korban menyampaikan penjelasan penyidik bahwa penggerebekan dilakukan di kawasan permukiman padat dan rumah indekos. Para terduga pelaku disebut melarikan diri melalui jalur lain bersama seorang pria setelah mengetahui kedatangan petugas. Ponsel tersebut ditemukan dalam kondisi terbungkus bubble wrap dan diduga telah dipersiapkan untuk dikirim melalui jasa ekspedisi ke luar daerah. Polisi kemudian mengamankan barang tersebut sebagai barang bukti. Korban juga menjelaskan bahwa dirinya sempat dihadapkan pada pilihan untuk melanjutkan proses hukum dengan konsekuensi ponsel tetap disita sebagai barang bukti atau menerima kembali ponselnya untuk menunjang kebutuhan pekerjaan. Ia akhirnya memilih mengambil kembali ponsel tersebut karena membutuhkan perangkat itu untuk bekerja dan mengakses kontak penting. Keputusan tersebut sempat memunculkan pertanyaan warganet mengenai kelanjutan kasus dan alasan para terduga pelaku belum tertangkap. Korban kemudian mengunggah klarifikasi untuk menjelaskan kronologi penanganan perkara sekaligus menepis anggapan bahwa kejadian tersebut merupakan cerita fiktif.

About