@elnaz.xo: 😭💞خیلیی خوبننن @neeg1n @SHAKUR #برو_فوریو

𝐸𝑙𝑛𝑎𝑧 🎧🤷🏻‍♀️
𝐸𝑙𝑛𝑎𝑧 🎧🤷🏻‍♀️
Open In TikTok:
Region: IR
Monday 19 October 2026 12:14:42 GMT
7796
505
4
8

Music

Download

Comments

ayeh1392
𝐀𝐘𝐄𝐇 :
بهترین کاپل تیک تاک
2026-10-19 12:34:20
2
parnaz68
sina.persian :
https://vt.tiktok.com/ZSgkxccW5/
2026-10-19 18:05:11
1
haniyeh.mohammadr
haniyeh mohammadrezabeghi :
✨✨😻
2026-10-21 22:41:50
0
To see more videos from user @elnaz.xo, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kata-kata Imam Syafi'i ini menjadi pegangan saat hidup terasa tidak adil. Sederhana, tetapi maknanya bisa mengubah cara kita menjalani masalah. Saat hidup terasa tidak adil, pertanyaan yang paling sering muncul adalah
Kata-kata Imam Syafi'i ini menjadi pegangan saat hidup terasa tidak adil. Sederhana, tetapi maknanya bisa mengubah cara kita menjalani masalah. Saat hidup terasa tidak adil, pertanyaan yang paling sering muncul adalah "mengapa ini terjadi padaku?" atau "mengapa orang yang zalim justru hidup nyaman, sementara orang yang baik harus berjuang keras?". Imam Syafi'i, dalam syair-syairnya yang masyhur, tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan jawaban yang menenangkan hati secara instan. Ia justru mengubah arah pertanyaannya. Baginya, hidup tidak adil bukanlah sebuah kesalahan yang harus segera diperbaiki, melainkan bagian dari takdir yang harus dijalani dengan sikap tertentu. Dan sikap itulah yang menjadi pegangan. Salah satu bait syairnya yang paling sering dikutip adalah perintah untuk membiarkan hari-hari berbuat sesukanya, dan menenangkan jiwa ketika takdir telah menetapkan ketentuannya. "Biarkanlah hari demi hari berbuat sesukanya, lapangkan jiwa ketika takdir menetapkan ketentuan," demikian maknanya. Di sini, Imam Syafi'i tidak menyuruh kita untuk berhenti berusaha. Kalimat "setelah berusaha" sering kali disertakan dalam penjelasan syair ini. Artinya, ada usaha yang harus dikerahkan, tetapi setelah itu ada wilayah yang sepenuhnya menjadi milik Allah. Ketidakadilan yang kita alami sering kali berada di wilayah yang tidak bisa kita kendalikan. Membiarkan hari-hari berbuat sesukanya bukanlah sikap pasif, melainkan keputusan untuk berhenti melawan sesuatu yang memang bukan porsi kita untuk dilawan. Imam Syafi'i juga memberikan perumpamaan yang sangat tajam tentang ketidakadilan hidup. Ia menggambarkan seekor keledai yang mudah mendapatkan makanan yang disukainya, sementara singa-singa justru lapar dan haus selamanya. Dalam syairnya, ia berkata bahwa masyarakat yang mulia tidak memperoleh makanan, sedangkan orang yang jahat justru memakan makanan manis dan madu. Ini adalah gambaran yang jujur tentang kenyataan: orang yang hina atau jahat kadang mendapatkan kenikmatan dunia dengan mudah, sementara orang yang mulia justru menghadapi banyak tantangan. Imam Syafi'i tidak menyangkal kenyataan ini. Ia tidak berkata bahwa hidup selalu adil di dunia. Justru sebaliknya, ia mengakui bahwa ketidakadilan itu nyata, dan kemudian ia mengajarkan bagaimana menyikapinya. Sikap yang diajarkan adalah sabar dan tidak mengeluh. "Barang siapa mengetahui bahwa waktu itu silih berganti, maka pasti akan sabar terhadap cobaan dan tidak pernah mengeluh," demikian lanjutan syairnya. Kunci dari kesabaran ini adalah kesadaran bahwa roda kehidupan terus berputar. Tidak ada kesedihan yang kekal, dan tidak ada kegembiraan yang abadi. Ketika seseorang memahami bahwa keadaan yang tidak adil ini tidak akan berlangsung selamanya, beban psikologisnya menjadi lebih ringan. Ia tidak perlu putus asa, karena ia tahu bahwa malam pasti berganti pagi. Ia juga tidak perlu sombong ketika keadaan berbalik menjadi baik, karena ia tahu bahwa siang pun akan berganti malam. Yang membuat syair-syair ini menjadi pegangan adalah karena Imam Syafi'i tidak berhenti pada penerimaan pasif. Ia mengaitkan kesabaran dengan keyakinan bahwa rezeki tidak akan berkurang karena sikap tenang, dan tidak akan bertambah karena kelelahan atau ketamakan. Ini adalah prinsip yang sangat membebaskan. Banyak orang menjadi gelisah dan iri ketika melihat ketidakadilan, karena mereka merasa bahwa keberuntungan orang lain berarti berkurangnya bagian mereka. Imam Syafi'i membongkar logika ini. Rezeki yang menjadi bagian seseorang tidak akan tertukar. Ketidakadilan yang menimpa kita tidak akan merampas apa yang memang telah ditetapkan untuk kita. Dengan keyakinan ini, seseorang bisa berhenti merasa tersaingi oleh keberuntungan orang lain, dan mulai fokus pada apa yang bisa ia lakukan dengan apa yang ia miliki. #motivation #inspiration #viral #fyp #trending

About