@kimvulinh2: Cops Start Intimidating A Man In His House 🤯😱 #Cop Camera Moments

Lily Carter
Lily Carter
Open In TikTok:
Region: US
Monday 19 October 2026 19:02:44 GMT
24369
422
15
17

Music

Download

Comments

charles.jones421
user53829441340 :
get the hell off my dam porch
2026-10-20 04:58:42
9
leesafcpritchard
pritchy safc :
scumbag criminals that what these cops are
2026-10-19 22:23:22
17
michellesmallwood0
michellesmallwood0 :
Get off his steps I can't stand the police
2026-10-19 23:56:13
4
dubster364
dubster3 :
he told you to leave sow so leave
2026-10-20 02:51:52
1
leon.barfield5
Leon Barfield :
y do cops think they can do anything to people there's a lot of bad cops and there department know that and don't do anything about it kkk
2026-10-20 12:45:35
0
trick_30344
Trick_30344 :
@TikTok where is the other part of this video
2026-10-20 00:45:47
0
albert.harris46
Albert Harris :
😁
2026-10-20 07:30:56
0
bojan.stanojic
Bojan Stanojic :
[Astonished][Astonished][Astonished]🤡🤡🤡🤡🤡
2026-10-19 20:04:40
0
diane.birrell8
Diane Birrell :
😡😡😡
2026-10-20 05:55:14
0
givsome2getsome
ASYNE :
😳😳😳
2026-10-20 06:55:29
0
rayn3979
RayN :
😁
2026-10-20 02:54:01
0
albert.harris46
Albert Harris :
😂
2026-10-20 07:30:56
0
russellnash491977
captain Spaulding 187 :
these cops would lose their jobs and immunities for violate his civil rights and no ID no crime and illegal detainment and stop and harassment
2026-10-19 22:21:53
4
wandafay1963
Wanda Fontenot :
How do you figure a snake more put this black man life and you got more anime and you did he do is you a sick bitch? See that’s why I say evaluate her motherfucking ass make a piss in a cup. What kind of medication she what kind of drill she wears a man said that we already know that just from looking at this Disney broautumn sick y’all are the devil kids and y’all let us know every day how the devil kids taking over God’s keys it’ll never happen that’s why y’all do even and dirty hearted things y’all sick sick individuals
2026-10-20 00:26:51
0
garybell40
KingGary44 :
End All Qualified Immunity to ALL Police Officers Male & Female
2026-10-20 06:12:44
0
To see more videos from user @kimvulinh2, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

JAKARTA, 18 OKTOBER 2026 — Nasib memprihatinkan kembali menimpa Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mengadu nasib di Timur Tengah. Sebanyak empat orang Pekerja Migran Indonesia (PMI/TKW) yang saat ini berada di bawah naungan Syarekah Maharah, Arab Saudi, menyampaikan jeritan permohonan bantuan kepada Posko Pengaduan DpNews Indonesia yang terintegrasi dengan Sekretariat Bersama Tindak Pidana Perdagangan Orang Republik Indonesia (Sekber TPPO RI), Sabtu (17/10/2026). Keempat PMI tersebut adalah Tarmi Setiawati (kelahiran 1983) dan Lia Dahlia (kelahiran 1976 pada KTP, namun diubah menjadi tahun 1983 pada kartu Iqomah) yang keduanya merupakan warga Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Selain itu, terdapat Elly Rustianti (kelahiran 1986) asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, serta Musniah (kelahiran 1988) asal Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan laporan pengaduan yang diterima, para pekerja yang berprofesi sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) tersebut mengaku telah bekerja selama 2 hingga 4 tahun di pengerah tenaga kerja (Syarekah) tersebut. Namun, hingga saat ini mereka mengalami kesulitan besar dan terus dihalang-halangi saat mengajukan haknya untuk pulang ke Tanah Air. *Dugaan Rekayasa Kontrak dan Pengisolasian Korban* Kasus ini memicu sorotan publik terkait dugaan praktik perbudakan modern yang masih membayangi para pejuang devisa di negara penempatan. Kontrak kerja yang dijanjikan disinyalir hanya menjadi rekayasa jebakan yang tidak memberikan kepastian hukum dan perlindungan kerja bagi para PMI. Selain tidak memilik jaminan kesehatan yang layak, janji manis mengenai 6 hari kerja dinilai hanya basa-basi formalitas. Berdasarkan kesaksian para korban, pihak Syarekah kerap memaksakan mereka untuk tetap bekerja dalam kondisi apa pun. Apabila PMI menolak atau mengeluh, pihak perusahaan tidak segan-segan menyita alat komunikasi (ponsel) mereka hingga mengurung mereka di dalam ruang isolasi. Kondisi tersebut membuat para pekerja migran berada dalam tekanan fisik dan psikologis yang sangat berat, di mana hak asasi dan kemerdekaan mereka dirampas layaknya hamba sahaya. *Pihak Pemroses Dinilai Lepas Tangan* Ketika awak media berusaha melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak pemroses yang memfasilitasi keberangkatan para PMI tersebut, mereka hanya memberikan tanggapan singkat tanpa kepastian.  
JAKARTA, 18 OKTOBER 2026 — Nasib memprihatinkan kembali menimpa Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mengadu nasib di Timur Tengah. Sebanyak empat orang Pekerja Migran Indonesia (PMI/TKW) yang saat ini berada di bawah naungan Syarekah Maharah, Arab Saudi, menyampaikan jeritan permohonan bantuan kepada Posko Pengaduan DpNews Indonesia yang terintegrasi dengan Sekretariat Bersama Tindak Pidana Perdagangan Orang Republik Indonesia (Sekber TPPO RI), Sabtu (17/10/2026). Keempat PMI tersebut adalah Tarmi Setiawati (kelahiran 1983) dan Lia Dahlia (kelahiran 1976 pada KTP, namun diubah menjadi tahun 1983 pada kartu Iqomah) yang keduanya merupakan warga Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Selain itu, terdapat Elly Rustianti (kelahiran 1986) asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, serta Musniah (kelahiran 1988) asal Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan laporan pengaduan yang diterima, para pekerja yang berprofesi sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) tersebut mengaku telah bekerja selama 2 hingga 4 tahun di pengerah tenaga kerja (Syarekah) tersebut. Namun, hingga saat ini mereka mengalami kesulitan besar dan terus dihalang-halangi saat mengajukan haknya untuk pulang ke Tanah Air. *Dugaan Rekayasa Kontrak dan Pengisolasian Korban* Kasus ini memicu sorotan publik terkait dugaan praktik perbudakan modern yang masih membayangi para pejuang devisa di negara penempatan. Kontrak kerja yang dijanjikan disinyalir hanya menjadi rekayasa jebakan yang tidak memberikan kepastian hukum dan perlindungan kerja bagi para PMI. Selain tidak memilik jaminan kesehatan yang layak, janji manis mengenai 6 hari kerja dinilai hanya basa-basi formalitas. Berdasarkan kesaksian para korban, pihak Syarekah kerap memaksakan mereka untuk tetap bekerja dalam kondisi apa pun. Apabila PMI menolak atau mengeluh, pihak perusahaan tidak segan-segan menyita alat komunikasi (ponsel) mereka hingga mengurung mereka di dalam ruang isolasi. Kondisi tersebut membuat para pekerja migran berada dalam tekanan fisik dan psikologis yang sangat berat, di mana hak asasi dan kemerdekaan mereka dirampas layaknya hamba sahaya. *Pihak Pemroses Dinilai Lepas Tangan* Ketika awak media berusaha melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak pemroses yang memfasilitasi keberangkatan para PMI tersebut, mereka hanya memberikan tanggapan singkat tanpa kepastian.  "Sedang diurus oleh orang kantor," ujar salah satu pihak pemroses saat dihubungi. Jawaban yang normatif ini memicu kekecewaan dari berbagai pihak penegak hukum dan pemerhati hak asasi manusia. Publik kini mempertanyakan sejauh mana peran negara dan ketegasan aparat hukum dalam memutus rantai dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) serta perbudakan modern yang menimpa para pahlawan devisa di Timur Tengah. Sekber TPPO RI bersama jaringan awak media terus mendorong instansi terkait, seperti Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KPPMI/BP2MI), Kementerian Luar Negeri, dan KBRI di Arab Saudi, untuk segera turun tangan memfasilitasi pemulangan serta memberikan perlindungan hukum bagi keempat PMI tersebut. #korbantppo #tkwilegaltimurtengah #DpNewsIndonesia

About