@empoweredhertheme: Surround yourself with people who will fight for you in rooms you’re not in. 💯❤️ Real loyalty is how people speak about you when you’re not around to hear it! THAT PART! 🗣️

empoweredhertheme
empoweredhertheme
Open In TikTok:
Region: US
Monday 19 October 2026 19:32:27 GMT
543
27
1
3

Music

Download

Comments

southernpumpkin
Queen B :
👏👏👏YAAAAASSSSS👏👏👏
2026-10-19 23:38:23
0
To see more videos from user @empoweredhertheme, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#JanganAdaDustaDiAntaraKita #BroeryMarantika #DewiYull #LaguNostalgia #MusikIndonesia “Jangan Ada Dusta di Antara Kita” merupakan salah satu duet pop Indonesia yang sangat lekat dengan nama Broery Marantika dan Dewi Yull. Lagu ciptaan Harry Tasman ini terdapat dalam album berjudul sama yang diproduksi pada 1995 melalui HP Records, dengan distribusi Musica Studio’s. Kekuatan lagu ini bukan hanya pada melodinya yang mudah diingat, tetapi pada bentuknya sebagai percakapan dua orang yang sedang mencoba membangun hubungan dengan jujur. Tidak ada janji cinta yang berlebihan. Yang muncul justru pertanyaan penting sebelum mereka melangkah lebih jauh: mampukah kita menerima masa lalu satu sama lain tanpa menyembunyikan sesuatu? Tema itulah yang membuat lagu ini tetap terasa dekat meskipun lahir dari era 1990-an. Dalam sebuah hubungan, masa lalu sering menjadi bagian yang paling sulit dibicarakan. Seseorang bisa takut dihakimi, takut mengecewakan pasangan, atau takut bahwa kejujuran justru akan mengubah semuanya. Namun lagu ini memilih arah sebaliknya. Daripada mempertahankan hubungan dengan rahasia, kedua pihak memilih membuka diri dan menerima keputusan pasangan setelah kebenaran disampaikan. Pesannya sederhana: lebih baik mengetahui kenyataan sekarang daripada membangun masa depan di atas sesuatu yang tidak jujur. Karakter vokal Broery Marantika membuat bagian laki-laki terdengar berat, tenang, dan penuh pengalaman. Sementara Dewi Yull membawa warna yang lembut tetapi tegas. Ketika keduanya bergantian menyanyi, lagunya terasa seperti dialog sungguhan. Chemistry tersebut menjadi kekuatan utama duet ini. Broery dan Dewi Yull sama-sama telah memiliki identitas vokal yang kuat sebagai penyanyi solo, tetapi dalam lagu ini keduanya tidak saling mendominasi. Perbedaan karakter suara mereka justru membuat ceritanya terasa hidup. Album “Jangan Ada Dusta di Antara Kita” diarahkan secara musikal oleh Yan Roesly dan diproduseri Hadi Soenyoto. Aransemen pop balada khas 1990-an memberi ruang besar pada vokal dan cerita, sehingga emosi lagu tetap menjadi pusat perhatian. Judulnya langsung menyampaikan inti pesan: jangan ada dusta di antara kita. Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi dalam sebuah hubungan bisa menjadi prinsip yang sangat berat untuk dijalankan. Kejujuran membutuhkan keberanian, terutama ketika yang harus diceritakan adalah bagian masa lalu yang mungkin tidak menyenangkan. Karena itu, lagu ini bukan hanya berbicara tentang cinta romantis. Ia juga berbicara tentang penerimaan. Mencintai seseorang berarti memahami bahwa orang tersebut memiliki sejarah, pengalaman, kekurangan, dan keputusan yang membentuk dirinya sebelum hubungan itu dimulai. Seiring waktu, “Jangan Ada Dusta di Antara Kita” terus hidup melalui radio, kaset, CD, karaoke, televisi, hingga platform digital. Lagu ini juga pernah dibawakan ulang oleh sejumlah penyanyi Indonesia, tetapi versi Broery Marantika dan Dewi Yull tetap menjadi salah satu yang paling identik dengan judul tersebut. Bagi generasi 90-an, lagu ini membawa kembali suasana ketika duet romantis Indonesia menjadi bagian penting dari radio dan kaset. Bagi generasi yang lebih muda, pesannya tetap relevan: hubungan yang sehat tidak dibangun dari citra sempurna, tetapi dari keberanian untuk jujur dan menerima kenyataan. Lebih dari sekadar lagu cinta, “Jangan Ada Dusta di Antara Kita” adalah percakapan tentang keputusan besar dalam sebuah hubungan: apakah kita siap mengenal seseorang apa adanya, termasuk bagian hidupnya yang terjadi sebelum kita hadir? 🎧 Jangan Ada Dusta di Antara Kita — sebuah duet tentang cinta yang tidak meminta kesempurnaan, tetapi menuntut satu hal yang jauh lebih sulit: kejujuran.
#JanganAdaDustaDiAntaraKita #BroeryMarantika #DewiYull #LaguNostalgia #MusikIndonesia “Jangan Ada Dusta di Antara Kita” merupakan salah satu duet pop Indonesia yang sangat lekat dengan nama Broery Marantika dan Dewi Yull. Lagu ciptaan Harry Tasman ini terdapat dalam album berjudul sama yang diproduksi pada 1995 melalui HP Records, dengan distribusi Musica Studio’s. Kekuatan lagu ini bukan hanya pada melodinya yang mudah diingat, tetapi pada bentuknya sebagai percakapan dua orang yang sedang mencoba membangun hubungan dengan jujur. Tidak ada janji cinta yang berlebihan. Yang muncul justru pertanyaan penting sebelum mereka melangkah lebih jauh: mampukah kita menerima masa lalu satu sama lain tanpa menyembunyikan sesuatu? Tema itulah yang membuat lagu ini tetap terasa dekat meskipun lahir dari era 1990-an. Dalam sebuah hubungan, masa lalu sering menjadi bagian yang paling sulit dibicarakan. Seseorang bisa takut dihakimi, takut mengecewakan pasangan, atau takut bahwa kejujuran justru akan mengubah semuanya. Namun lagu ini memilih arah sebaliknya. Daripada mempertahankan hubungan dengan rahasia, kedua pihak memilih membuka diri dan menerima keputusan pasangan setelah kebenaran disampaikan. Pesannya sederhana: lebih baik mengetahui kenyataan sekarang daripada membangun masa depan di atas sesuatu yang tidak jujur. Karakter vokal Broery Marantika membuat bagian laki-laki terdengar berat, tenang, dan penuh pengalaman. Sementara Dewi Yull membawa warna yang lembut tetapi tegas. Ketika keduanya bergantian menyanyi, lagunya terasa seperti dialog sungguhan. Chemistry tersebut menjadi kekuatan utama duet ini. Broery dan Dewi Yull sama-sama telah memiliki identitas vokal yang kuat sebagai penyanyi solo, tetapi dalam lagu ini keduanya tidak saling mendominasi. Perbedaan karakter suara mereka justru membuat ceritanya terasa hidup. Album “Jangan Ada Dusta di Antara Kita” diarahkan secara musikal oleh Yan Roesly dan diproduseri Hadi Soenyoto. Aransemen pop balada khas 1990-an memberi ruang besar pada vokal dan cerita, sehingga emosi lagu tetap menjadi pusat perhatian. Judulnya langsung menyampaikan inti pesan: jangan ada dusta di antara kita. Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi dalam sebuah hubungan bisa menjadi prinsip yang sangat berat untuk dijalankan. Kejujuran membutuhkan keberanian, terutama ketika yang harus diceritakan adalah bagian masa lalu yang mungkin tidak menyenangkan. Karena itu, lagu ini bukan hanya berbicara tentang cinta romantis. Ia juga berbicara tentang penerimaan. Mencintai seseorang berarti memahami bahwa orang tersebut memiliki sejarah, pengalaman, kekurangan, dan keputusan yang membentuk dirinya sebelum hubungan itu dimulai. Seiring waktu, “Jangan Ada Dusta di Antara Kita” terus hidup melalui radio, kaset, CD, karaoke, televisi, hingga platform digital. Lagu ini juga pernah dibawakan ulang oleh sejumlah penyanyi Indonesia, tetapi versi Broery Marantika dan Dewi Yull tetap menjadi salah satu yang paling identik dengan judul tersebut. Bagi generasi 90-an, lagu ini membawa kembali suasana ketika duet romantis Indonesia menjadi bagian penting dari radio dan kaset. Bagi generasi yang lebih muda, pesannya tetap relevan: hubungan yang sehat tidak dibangun dari citra sempurna, tetapi dari keberanian untuk jujur dan menerima kenyataan. Lebih dari sekadar lagu cinta, “Jangan Ada Dusta di Antara Kita” adalah percakapan tentang keputusan besar dalam sebuah hubungan: apakah kita siap mengenal seseorang apa adanya, termasuk bagian hidupnya yang terjadi sebelum kita hadir? 🎧 Jangan Ada Dusta di Antara Kita — sebuah duet tentang cinta yang tidak meminta kesempurnaan, tetapi menuntut satu hal yang jauh lebih sulit: kejujuran.

About