@lolasalty: Sometimes I have to remind myself that nursing is a 24/7 job and I can’t fix everything before my shift ends. 🥹 I felt terrible leaving the oncoming nurse with Cat II strip, but I know we tried all the appropriate interventions before giving report. Sometimes you just have to give those interventions time to work! Hoping everything turned out okay. 🤍 Another shift down and one shift closer to finishing my first travel nursing contract! If you’re new here, HI Y’ALL!! 👋🏼 I’m Fernanda, a labor and delivery nurse currently on my first travel nursing assignment in Virginia! Thanks for being here and following along! 🫶🏼 #LaborAndDeliveryNurse #TravelNurseLife #NurseLife #NightShiftNurse #NurseTok @mandalascrubs @Crocs @Olay Skin Care @LaRochePosayUS @Thayers @CeraVe @Sol de Janeiro @BOKA @Burt's Bees @Degree Deodorant @Walmart

fernanda•travel rn🤰🏻•milso
fernanda•travel rn🤰🏻•milso
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 22 October 2026 19:00:00 GMT
1892
219
6
1

Music

Download

Comments

thayers
Thayers :
Here for your hydration moment 🥛
2026-10-22 19:17:35
3
_kitkat23
Queen Kit Kat 🦋 :
I love Walmart PJs!
2026-10-23 07:11:44
2
larocheposayus
LaRochePosayUS :
washing off a 12-hour shift and finally hitting the pillow. sweet dreams, hero! ✨💙
2026-10-23 15:10:12
3
To see more videos from user @lolasalty, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sebatas pelarian 2 Satu tahun menikah, Mas Haidar sama sekali tidak pernah membahas masalah anak. Jadi, aku tidak tahu apakah dia menginginkan keturunan dariku atau tidak. Hanya saja, dia pernah menggunakan pengaman. Hal itu sedikit membuatku tersinggung dan bertanya-tanya apakah dia akan senang kalau tahu aku hamil?
Sebatas pelarian 2 Satu tahun menikah, Mas Haidar sama sekali tidak pernah membahas masalah anak. Jadi, aku tidak tahu apakah dia menginginkan keturunan dariku atau tidak. Hanya saja, dia pernah menggunakan pengaman. Hal itu sedikit membuatku tersinggung dan bertanya-tanya apakah dia akan senang kalau tahu aku hamil? "Sarapannya udah matang." Aku berkata setelah menyusul ke kamar. Sambil tetap menyisir rambut, dia berkata, "Duluan aja. Aku belum lapar." Ini bukan kali pertama aku mendapat penolakan. Mas Haidar memang jarang makan di rumah. Kalau aku menyiapkan sarapan, katanya kepagian. Dia bisa sarapan di Lesehan. Makan siang jelas dia pun ada di sana. Waktu malam juga lebih sering seperti itu. Hanya saja, sebagai seorang istri terkadang aku tidak enak jika tidak memasak. Lagi pula, aku pun butuh makan. Pernikahanku dengan Mas Haidar bukan lantaran dijodohkan. Dia sendiri yang meminta izin hendak meminang ketika aku baru sebulan bekerja di warung makan miliknya. Sebagai orang yang berasal dari keluarga pas-pasan dan juga pantang berpacaran, aku menerima Mas Haidar ketika keluarganya datang melamar. Sebulan kemudian, akad nikah dilaksanakan. Ya, memang sesingkat itu perjalanan kami. Aku pikir … karena dia juga tidak mau berlama-lama pacaran sehingga langsung ingin menikah. Sampai detik ini, aku belum tau kenapa Mas Haidar menikahiku. Tidak pernah ada kata cinta yang terlontar dari bibirnya. Tidak pernah ada tatapan penuh damba layaknya pasangan muda pada umumnya. Terkadang aku bertanya-tanya, apakah memang pernikahan seperti ini? Atau … memang Mas Haidar bukan tipe orang yang romantis sehingga tidak semanis laki-laki lain yang kerap mesra terhadap istrinya? "Aku masih sangat mencintai Mita, Ran. Jadi, aku akan tetap berhubungan baik dengan keluarganya." Kalimat itu diucapkan Mas Haidar tepat satu minggu setelah kami menikah. Aku berusaha memaklumi. Bahkan aku pernah mengajukan diri untuk ikut ke Batang untuk bersilaturahmi dengan keluarga Mita. Namun, Mas Haidar melarang. Bahkan sampai sekarang pun aku belum pernah diajak ke warung makan yang ada di Batang. Mas Haidar selalu meminta pengertian agar aku memaklumi bahwa dia belum bisa move on dari mantan kekasihnya. Tadinya, bagiku itu adalah tantangan. Aku bertekad akan menyembuhkan luka di hatinya dan membuat Mas Haidar melupakan Mita. Namun, seiring berjalannya waktu, aku mulai merasa lelah karena segala tentang Mita dijadikan prioritas. Banyak yang bilang aku beruntung dinikahi Mas Haidar. Tampan, mapan, dan penyayang. Ya, setidaknya itulah pandangan orang-orang. Memang benar, Mas Haidar penyayang. Bahkan saking sayangnya, dia masih sangat menyayangi mantan kekasihnya meski telah tiada. *** Aku menekan saklar lampu teras, tapi tetap saja lampu-lampunya tidak menyala. Aku menghela nafas. Mungkin ada kabel yang terputus atau lampunya perlu diganti. Mengabaikan masalah lampu, aku menyiapkan makan malam. Siapa tau Mas Haidar pulang cepat dan bisa kuajak bicara mengenai kehamilan ini. Mas Haidar pulang pukul sembilan malam. Sewaktu aku membukakan pintu, dia bertanya, "Kenapa gelap?" "Lampunya mati, Mas." "Kenapa nggak diganti?" "Aku nggak bisa, Mas." Aku berkata pelan. Sedikit bingung kenapa Mas Haidar bisa bertanya seperti itu. Lampu di teras itu tinggi-tinggi. Dan aku tidak tau kenapa bisa mati semua. "Makanya aku nunggu Mas Haidar," ucapku lagi. Mas Haidar yang sudah melangkah masuk ke ruang tamu berbalik. "Jangan apa-apa mengandalkan suami. Apa jatah dariku kurang sampa kamu nggak bisa nyuruh orang buat ganti lampu?" Aku tertegun. Benarkah Mas Haidar yang berkata demikian? Belum sempat hilang rasa keterkejutan di dalam diriku, Mas Haidar berkata pagi, "Belajar mandiri. Jangan apa-apa bilang sama aku!" Baiklah. Aku akan mandiri. Dan aku juga tidak akan bilang tentang kehamilan ini. Bukankah seperti itu yang dia mau? *** Lanjut ke KBM app Judul : Sebatas Pelarian Penulis : Julli Nobasa #ibmstory #novelkbm #kbm

About