@spooky.reelz: All praise to @Libby App for the free books! This also applies to audiobooks- a good audiobook will put me in a good mood for MONTHS!! #horrorbooks #tbr #whatareyoureading #books

Spooky Reelz 🎃 Brittney
Spooky Reelz 🎃 Brittney
Open In TikTok:
Region: US
Tuesday 20 October 2026 02:04:06 GMT
1719
202
9
2

Music

Download

Comments

kimdavis71
Kimfucius :
I’m reading The Reformatory by Tananarive Due. Heavy subject matter, but good so far!
2026-10-22 01:35:42
3
origamiifox
origamiifox :
opening up the libby app like
2026-10-20 02:15:52
2
badcushion
badcushion :
Libby is also great for putting books on hold, and then (if you're me) you forget and one day Bam! It's there! Thanks to past you! :)
2026-10-20 19:23:48
1
kaseym2610
♡~ Kasey ~♡ 🇦🇺 :
i hate that i stopped reading for a big chunk of my life. i picked it back up last july, i have since read over 100 books 🥰 ATM im ready Darcy Coates Craven manor and also Freida McFadden new one The Witch 🥰
2026-10-24 18:10:14
0
xstabbymctaco_
Dany :
Honestly I thought the pink nail was on purpose it fits the set and looks really cute
2026-10-20 03:59:38
0
chanta11e
Chantalle :
Horror is what got me back into reading!
2026-10-20 15:36:47
0
k.willsie
May Kimberley :
Love that for you girl 🤗
2026-10-20 02:08:12
0
mis_leading
mis_leading :
❤️❤️❤️
2026-10-20 02:11:06
0
To see more videos from user @spooky.reelz, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#pov 2  Tuan Muda Kau mengulang semuanya dalam hati agar tidak ada satu pun yang terlupakan. Heeseung memperhatikanmu yang sibuk menulis.
#pov 2 Tuan Muda Kau mengulang semuanya dalam hati agar tidak ada satu pun yang terlupakan. Heeseung memperhatikanmu yang sibuk menulis. "Kamu mengerti semuanya, kan?" Kau mengangkat wajah. "Mengerti, Tuan. Kalau ada yang kurang saya pahami, nanti saya akan bertanya kepada pelayan lainnya." "Bagus." Heeseung membuka laci mejanya, lalu mengeluarkan sebuah seragam berwarna hitam dengan celemek putih. "Pakai ini selama bekerja." Kau menerima seragam tersebut menggunakan kedua tangan. "Baik, Tuan Lee." "Satu lagi." Kau kembali mendongak. "Ini daftar pekerjaan yang harus kamu selesaikan setiap hari. Kalau ada pekerjaan yang belum selesai, pastikan semuanya dibereskan sebelum kamu beristirahat." Ia menyerahkan selembar kertas lain kepadamu. Kau menerimanya dengan senyum kecil. "Baik, Tuan. Saya akan berusaha menyelesaikan semuanya dengan baik." Heeseung hanya mengangguk, kemudian kembali menatap layar laptopnya. "Itu saja. Kamu boleh pergi." Kau berdiri dan membungkukkan badan sedikit sebelum meninggalkan ruangan. "Permisi, Tuan." Begitu pintu tertutup, kau segera kembali ke kamar untuk mencoba seragam pemberian Heeseung. Namun, baru beberapa menit kemudian, kau menyadari bahwa ada masalah yang sama sekali tidak terpikirkan sebelumnya. Seragam itu ternyata tidak sesuai dengan ukuran tubuhmu. Bagian pinggangnya masih bisa disesuaikan, tetapi bagian dadanya terasa sempit untuk ukuran dd mu yang lumayan besar. Sementara itu, jika kau memilih seragam yang lebih besar, bagian pinggang dan lengannya justru akan terlalu longgar. Kau berdiri di depan cermin, mencoba merapikan seragam tersebut. "Ya ampun, kenapa ukurannya begini, sih?" Kau menarik napas panjang. Kalau memilih ukuran yang lebih besar, seragam itu akan terasa kebesaran. Namun, kalau tetap mengenakan yang sekarang, kau kesulitan bergerak dengan nyaman. Padahal, pekerjaanmu hari ini cukup banyak. Kau bahkan belum tahu apakah diperbolehkan meminta seragam pengganti. Akhirnya, setelah mempertimbangkan cukup lama, kau memutuskan untuk tetap mengenakannya sementara waktu. "Nanti kalau ada kesempatan, aku harus bilang sama Tuan Lee." Kau merapikan celemek, mengambil buku catatan, lalu keluar dari kamar. Bagaimanapun juga, kau datang ke kota bukan untuk memikirkan seragam. Kau datang demi ibumu. Dan kau tidak ingin kehilangan pekerjaan ini hanya karena masalah kecil. —— Hari pertamamu ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Pagi-pagi sekali, kau harus memastikan kopi Heeseung sudah tersedia sebelum pria itu memasuki ruang kerjanya. Setelah itu, kau merapikan beberapa ruangan, membantu menyiapkan sarapan, dan memastikan kebutuhan para penghuni rumah terpenuhi. Meskipun tubuhmu mulai terasa lelah, kau tidak mengeluh. Ada kepuasan tersendiri ketika melihat pekerjaanmu selesai satu per satu. Setidaknya, sekarang kau memiliki penghasilan yang bisa digunakan untuk membantu ibumu. Menjelang siang, kau bahkan sudah mulai menghafal letak beberapa barang di rumah tersebut. Namun, ada satu hal yang masih membuatmu kesulitan. Majikanmu. Lee Heeseung. Pria itu hampir tidak pernah berbicara lebih dari yang diperlukan. Kalau meminta sesuatu, ia selalu menyampaikannya secara langsung. Kalau ada pekerjaan yang kurang rapi, ia tidak segan-segan menegur. Akan tetapi, sejauh ini Heeseung belum pernah membentakmu. Dan kau berharap keadaan itu tidak berubah. Pagi berikutnya, kau sedang membersihkan ruang keluarga ketika salah satu pelayan senior menghampirimu. "y/n setelah selesai di sini, tolong bantu rapikan ruang kerja Tuan Lee, ya. Beliau sedang keluar sebentar." Kau mengangguk. "Baik, bi." Setelah menyelesaikan pekerjaannya, kau membawa perlengkapan kebersihan menuju ruang kerja Heeseung. Kau mengetuk pintu terlebih dahulu untuk memastikan ruangan itu kosong. Tidak ada jawaban. Perlahan, kau membuka pintu dan mengintip ke dalam. Benar saja, Heeseung belum kembali. "Syukurlah. Bisa kerja dengan tenang sebentar," gumammu. (+💬) #heeseung #evan #heeseungedit #fyp

About